PONTIANAK,SP - Atmosfer persaingan yang panas dan penuh sorak sorai dukungan suporter di GOR Pangsuma, Kota Pontianak, akhirnya mencapai titik puncaknya. Gelaran pertandingan cabang olahraga bola tangan (handball) kategori indoor pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat 2026 resmi ditutup dengan meriah pada hari Minggu, 8 November 2026.
Kompetisi bergengsi yang telah memeras keringat para atlet sejak 4 November ini tidak hanya melahirkan juara-juara baru, tetapi juga menunjukkan pemerataan kekuatan olahraga bola tangan di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Hal ini terbukti dari terbaginya kepingan medali emas antara tim kuat tuan rumah Kota Pontianak dan penantang tangguh dari Kabupaten Sintang.
Rincian Perolehan Medali: Ketat dan Merata
Berdasarkan dokumen resmi Berita Acara Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) Cabang Olahraga Bola Tangan Indoor, pada kategori Putra, skuad tuan rumah Kota Pontianak tampil beringas dan sukses menyegel status Juara I sekaligus mengamankan medali emas. Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Mempawah yang berhak atas medali perak setelah memberikan perlawanan sengit hingga peluit akhir.
Menariknya, panitia penyelenggara menerapkan sistem distribusi dua medali perunggu (Juara III bersama) di cabor ini. Untuk sektor putra, kepingan medali perunggu tersebut sukses dibawa pulang oleh kontingen Kabupaten Sintang dan Kabupaten Singkawang.
Sementara itu, dinamika yang tak kalah menegangkan terjadi di kategori Putri. Skuad Kabupaten Sintang sukses mencuri perhatian dengan merebut medali emas, menundukkan perlawanan alot dari Kota Pontianak yang kali ini harus puas mengalungkan medali perak. Adapun untuk posisi Juara III bersama di sektor putri, medali perunggu berhasil diamankan oleh kontingen Kabupaten Sambas dan Kabupaten Mempawah.
Mengingat bola tangan adalah olahraga beregu yang melibatkan banyak pemain serta ofisial cadangan di pinggir lapangan, panitia secara total mendistribusikan 18 medali emas, 18 medali perak, dan 36 medali perunggu untuk masing-masing kategori putra dan putri.
Pesan Tegas ABTI: Jangan Sombong, Tatap PON Pantai di Ancol!
Upacara penutupan tidak hanya diisi dengan prosesi pengalungan medali, tetapi juga menjadi panggung arahan strategis dari pimpinan induk olahraga. Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kalimantan Barat, Cassanova, memberikan ucapan selamat yang dibarengi dengan pesan moral bernada tegas kepada para atlet.
"Kepada para peraih medali hari ini, saya ingatkan dengan tegas agar tidak besar kepala. Tetaplah membumi dan rendah hati," ucap Cassanova dengan nada berwibawa di hadapan para atlet.
Peringatan tersebut diberikan lantaran para atlet tidak boleh berpuas diri hanya di tingkat provinsi. Cassanova mengingatkan bahwa arena pembuktian sesungguhnya berskala nasional telah menanti di depan mata.
"Tantangan ke depan jauh lebih besar, yakni kualifikasi PON Pantai. Atlet-atlet terbaik hasil penjaringan Porprov ini akan segera dipusatkan persiapannya. Target kita jelas, persembahkan emas untuk Kalbar!" tegasnya yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan para hadirin.
Ajang bergengsi yang dimaksud adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai I Tahun 2026. Sesuai jadwal, edisi perdana kompetisi olahraga pantai tingkat nasional ini akan diselenggarakan pada tanggal 21 hingga 27 November 2026 mendatang, dengan mengambil lokasi di kawasan wisata Pantai Ancol, Jakarta Utara. Fokus ABTI Kalbar kini sepenuhnya dialihkan untuk mematangkan skuad beach handball yang akan bertarung di pesisir ibu kota.
Di samping memompa motivasi atlet, Cassanova juga menyoroti pentingnya reformasi tata kelola internal organisasi yang profesional. Ia menginstruksikan agar sistem kepengurusan di tubuh ABTI berjalan secara transparan dan sesuai porsi jabatan masing-masing.
"Pengurus sejatinya adalah pembina. Sementara pengurus harianlah yang harus menjalankan roda organisasi secara teknis dan profesional, tanpa ada lagi tumpang tindih kewenangan," imbuhnya.
Apresiasi KONI Kalbar untuk Kinerja Solid Panitia
Acara penutupan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kalbar, Raden Hidayatullah Kusumadilaga. Dalam momen sambutannya, Raden mewakili pimpinan tertinggi KONI yang terpaksa absen, untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Bapak Ketua Umum KONI Kalbar menitipkan salam hangat sekaligus permohonan maaf karena belum bisa hadir akibat sedang sakit. Meski dari jauh, beliau tetap memantau penuh kemajuan luar biasa cabor bola tangan di Kalbar," ungkap Raden.
Lebih lanjut, Raden memberikan standing ovation (apresiasi berdiri) atas dedikasi dan kerja keras panitia penyelenggara. Ia menilai kolaborasi berbagai elemen yaitu mulai dari bidang pertandingan, kesekretariatan, tim keabsahan, pihak keamanan, hingga kesigapan tenaga medis menjadi kunci sukses jalannya kompetisi selama lima hari tanpa henti tersebut.
"Suksesnya gelaran Porprov ini adalah bukti nyata kerja keras tim. Kalian berhasil mengawal kompetisi bertensi tinggi ini dari awal hingga akhir dengan sangat lancar. Ini adalah standar penyelenggaraan yang patut dicontoh," tutup Raden penuh kebanggaan.(*)