KETAPANG, SP - Dalam upaya memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan- Kementerian Kehutanan, terus melakukan upaya kesiapsiagaan dan peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan strategis di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Salah satu upaya yang dilaksanakan adalah pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di sejumlah desa rawan karhutla, yaitu Desa Harapan Baru, Kecamatan Matan Hilir Selatan; Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan; dan Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan Kegiatan ini dilaksanakan secara serempak selama 2 hari mulai dari tanggal 5-6 November 2026.
Pembentukan MPA merupakan langkah nyata dalam meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan deteksi dini, pemantauan wilayah rawan kebakaran, penyampaian informasi kejadian kebakaran, serta mendukung upaya pemadaman dini di tingkat desa.
Selain pembentukan MPA, kegiatan juga dilaksanakan melalui penyerahan peralatan pemadaman karhulta kepada MPA Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Penyerahan peralatan tersebut diserahkan oleh Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan melalui Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Sahat Irawan Manik, S.H., M.M., di Balai Desa Sungai Awan Kiri, Jumat (6/11/2026). Penyerahan bantuan ini sebagai bentuk dukungan Kementerian Kehutanan terhadap peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. Dengan adanya dukungan sarana dan prasarana tersebut, diharapkan masyarakat semakin siap dan mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran di wilayahnya.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan menyampaikan bahwa penguatan peran masyarakat merupakan salah satu kunci penting dalam pengendalian karhutla, khususnya melalui upaya pencegahan dan deteksi dini di tingkat tapak, "Pembentukan MPA dan dukungan sarana prasarana ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. Kami berharap MPA tidak hanya terbentuk secara kelembagaan, tetapi juga memiliki kemampuan dan kepedulian untuk melakukan pencegahan, deteksi dini, serta penanganan awal apabila terjadi kebakaran. Sinergi antara Manggala Agni, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengendalian karhutla yang efektif dan berkelanjutan, target pembentukan MPA di Provinsi Kalimantan barat adalah sejumlah 100 MPA dan sampai dengan hari ini telah dilakukan pelatihan teknis sejumlah 69 kelompok MPA," ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti arahan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, dalam memperkuat pengendalian karhutla melalui peningkatan kesiapsiagaan, pemberdayaan masyarakat, dukungan sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi dan mobilisasi personel di lapangan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Manggala Agni Kementerian Kehutanan berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait dalam mewujudkan upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla yang lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan. (*)