Ponticity post author Kiwi 06 November 2026

Antisipasi Intrusi Air Laut, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Dorong Pembangunan SPAM Regional

Photo of Antisipasi Intrusi Air Laut, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Dorong Pembangunan SPAM Regional Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mendorong pembangunan SPAM Regional untuk mengantisipasi intrusi air laut dan menjaga kualitas pasokan air minum Pontianak serta Kubu Raya.

PONTIANAK, SP – Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kualitas air baku akibat intrusi air laut.

Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan air minum, terutama ketika kondisi sumber air baku mengalami gangguan. Rencana SPAM Regional diharapkan dapat memperkuat sistem penyediaan air bagi masyarakat Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi, mengatakan pembangunan SPAM Regional membutuhkan dukungan dan kolaborasi pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan pers di kantor Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Kamis (5/11/2026).

“PDAM tidak bisa menyelesaikan persoalan ini sendiri. Diperlukan kolaborasi antara PDAM dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat. Kita mendorong pembangunan SPAM Regional dengan harapan lokasinya berada lebih ke arah hulu untuk mengantisipasi intrusi air laut,” ungkapnya.

Menurut Zulhiyardi, lokasi pembangunan SPAM Regional hingga kini belum ditetapkan. Namun, pihaknya berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan sebagai salah satu solusi jangka panjang dalam menjaga ketersediaan dan kualitas air baku.

Selain mengantisipasi intrusi air laut, pengembangan sistem penyediaan air minum juga diharapkan mampu mendukung distribusi air ke wilayah pelayanan ketika sumber air baku utama mengalami penurunan kualitas.

Di tengah upaya memperkuat infrastruktur, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mencatat cakupan pelayanan telah menjangkau sekitar 94 persen penduduk Kota Pontianak. Sementara sekitar 6 persen lainnya masih menjadi perhatian perusahaan, terutama masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir Sungai Kapuas.

Zulhiyardi mengatakan sebagian masyarakat di kawasan tersebut masih memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, perusahaan terus mendorong edukasi agar masyarakat dapat mengakses layanan air minum perpipaan.

“Pekerjaan rumah kita adalah bagaimana mengedukasi masyarakat yang belum terlayani, terutama di kawasan pesisir Sungai Kapuas. Sungai masih menjadi sumber air bagi sebagian masyarakat. Kita perlu mendorong mereka agar dapat memanfaatkan layanan PDAM,” jelasnya.

Namun, perluasan cakupan pelayanan tidak terlepas dari persoalan kemampuan ekonomi masyarakat. Sebagian warga berpenghasilan rendah masih menghadapi kendala biaya untuk pemasangan sambungan instalasi baru.

Kondisi tersebut membuat perluasan akses air minum membutuhkan dukungan pemerintah melalui kolaborasi dan kebijakan yang dapat membantu masyarakat memperoleh layanan perpipaan.

Selain mendorong pembangunan SPAM Regional, perusahaan juga memprioritaskan pemeliharaan dan perbaikan sarana prasarana yang telah tersedia, termasuk jaringan perpipaan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari rencana bisnis perusahaan untuk meningkatkan kualitas distribusi sekaligus memeratakan tekanan air di seluruh kecamatan di Kota Pontianak.

Salah satu perhatian saat ini diarahkan pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Selat Panjang di Kecamatan Pontianak Utara. Perbaikan dan penguatan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengatasi sejumlah kendala pelayanan yang selama ini terjadi di wilayah tersebut.

“Fokus kita kali ini di IPA Selat Panjang, Kecamatan Pontianak Utara. Semoga upaya ini dapat menyelesaikan berbagai kendala pelayanan yang terjadi di wilayah tersebut,” tambah Zulhiyardi.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur baru. Pemeliharaan fasilitas, pembenahan jaringan distribusi, dan pemerataan tekanan air juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui kombinasi penguatan infrastruktur, perluasan sambungan pelanggan, serta rencana pembangunan SPAM Regional, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa berupaya menjaga keberlanjutan pelayanan air minum di Kota Pontianak.

Kolaborasi pemerintah daerah, provinsi, dan pusat diharapkan dapat mempercepat pengembangan infrastruktur tersebut, sehingga masyarakat memperoleh akses air minum yang lebih merata dan berkualitas.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda