Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO terus memperkuat kualitas lulusan melalui pembekalan kompetensi profesional. Salah satunya dengan konsisten melahirkan mahasiswa yang memiliki sertifikasi selam tingkat Open Water selama lima tahun terakhir, terhitung sejak 2022 hingga 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu keunggulan pembelajaran Prodi Ilmu Kelautan Universitas OSO. Mahasiswa tidak hanya dibekali penguasaan teori di ruang kelas, tetapi juga keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian, eksplorasi, dan konservasi sumber daya laut.
Kompetensi penyelaman memiliki peran penting dalam berbagai aktivitas akademik dan penelitian kelautan. Melalui sertifikasi Open Water, mahasiswa dibekali kemampuan melakukan observasi, dokumentasi, pengukuran, pemantauan, hingga pengambilan data ilmiah secara langsung di bawah permukaan laut.
Keterampilan tersebut menjadi modal penting dalam penelitian ekosistem terumbu karang, padang lamun, keanekaragaman hayati laut, serta berbagai kajian lingkungan pesisir.
Penguatan kompetensi melalui sertifikasi profesi juga sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional, sebagaimana tercermin dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025. Sertifikasi yang diakui dunia industri dan profesi menjadi salah satu bukti bahwa proses pembelajaran mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi relevan dan aplikatif.
Selain meningkatkan daya saing, sertifikasi tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat lebih luas dalam kegiatan penelitian, konservasi, maupun pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan.
Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas OSO, Tiara, mengatakan sertifikasi selam memberikan pengalaman belajar yang tidak bisa diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
“Melalui sertifikasi Open Water, kami dapat memahami langsung karakteristik ekosistem bawah laut sekaligus mempraktikkan metode observasi ilmiah yang digunakan dalam penelitian kelautan. Pengalaman ini memperkaya kompetensi kami sebagai calon profesional dan peneliti di bidang kelautan,” ujarnya.
Pengalaman serupa dirasakan Muh. Eksan. Menurutnya, kemampuan menyelam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengumpulan data lapangan dan memahami kondisi ekosistem laut secara nyata.
“Kami dapat terlibat langsung dalam pengambilan data di lapangan sehingga memahami kondisi ekosistem secara nyata. Kompetensi ini menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi lulusan Ilmu Kelautan,” katanya.
Sementara itu, Rama menilai sertifikasi selam juga memberikan pengakuan profesional terhadap kemampuan yang dimiliki mahasiswa.
“Dengan adanya sertifikasi selam Open Water, kami mendapatkan pengakuan bahwa kemampuan menyelam yang kami miliki telah memenuhi standar nasional maupun internasional. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa kami mampu melakukan penyelaman secara profesional, aman, dan sesuai prosedur, sehingga dapat mendukung kegiatan penelitian, eksplorasi, maupun konservasi sumber daya laut secara lebih optimal,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO, Zan Zibar, menyampaikan bahwa sertifikasi selam merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi lulusan yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami ingin menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap meneliti, dan siap berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya kelautan. Sertifikasi Open Water menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun kapasitas mahasiswa sebagai peneliti lapangan yang profesional,” ungkapnya.
Rektor Universitas OSO, Yarlina Yacoub, menegaskan capaian tersebut mencerminkan komitmen universitas dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi berbasis kompetensi.
“Universitas OSO percaya bahwa keunggulan lulusan harus dibangun melalui pengalaman nyata dan kompetensi yang diakui secara profesional. Konsistensi mahasiswa Ilmu Kelautan dalam meraih sertifikasi nasional dan internasional menunjukkan bahwa Universitas OSO hadir sebagai perguruan tinggi yang mampu menyiapkan generasi muda unggul untuk mendukung pembangunan sektor kelautan Indonesia dan mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia,” tegasnya.
Melalui penguatan keterampilan praktis dan sertifikasi profesi, Universitas OSO berupaya memastikan lulusan Ilmu Kelautan memiliki bekal yang lebih lengkap. Tidak hanya memahami ilmu kelautan secara akademis, tetapi juga siap terjun ke lapangan untuk mendukung penelitian dan pengelolaan sumber daya laut. (din)