Bengkayang post author Kiwi 06 November 2026

Launching Bulan Guru dan Buku, Bupati Darwis Dorong Guru Integrasikan Budaya Lokal Dalam Pembelajaran

Photo of Launching Bulan Guru dan Buku, Bupati Darwis Dorong Guru Integrasikan Budaya Lokal Dalam Pembelajaran

BENGKAYANG,SP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Launching Bulan Guru Nasional Tingkat kabupaten Bengkayang Tahun 2026 dan dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul "Hiu-Singa-Elang: Dalam Kepemimpinan yang Bertumbuh, Berakar dan Menggerakkan Pendidikan di Kabupaten Bengkayang". Kepemimpinan di Ramin Bantang Bengkayang, Jumat (6/11).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mendorong para guru mengintegrasikan kekayaan budaya dan kearifan lokal ke dalam pembelajaran di sekolah untuk memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga identitas daerah.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan kemajuan pendidikan harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya agar generasi muda tidak kehilangan akar sejarah dan identitas daerahnya.

"Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin kuat pula kesadaran untuk menghargai identitas, sejarah, dan kebudayaannya," kata Sebastianus Darwis.

Ia mengatakan Kabupaten Bengkayang memiliki kekayaan budaya yang diwariskan para leluhur, mulai dari tradisi, kesenian, bahasa daerah, tari-tarian, musik tradisional, kerajinan, cerita rakyat hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat yang perlu terus dijaga.

Menurut dia, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang tumbuhnya kebudayaan. Karena itu, guru memiliki peran penting dalam mengenalkan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

Ia secara khusus mendorong guru Seni Budaya melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dengan lingkungan dan kebudayaan Kabupaten Bengkayang.

"Guru Seni Budaya bukan hanya mengajarkan teknik menggambar, menari, bermusik, atau berkarya seni. Guru Seni Budaya juga mengajarkan kepekaan rasa, kreativitas, penghargaan terhadap perbedaan, kedisiplinan, kerja sama, dan kecintaan terhadap kebudayaan," ujarnya.

Sebastianus juga mendorong guru dan peserta didik mendokumentasikan kekayaan budaya lokal, seperti tari tradisional, musik daerah, permainan rakyat, bahasa, cerita rakyat dan tradisi adat untuk menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.

Selain itu, kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran melalui pengenalan lingkungan, tradisi, rumah adat, kesenian dan kehidupan masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai penting untuk memperluas dokumentasi dan promosi budaya daerah.

Ia menegaskan pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi antara guru, keluarga, komunitas adat, budayawan, seniman dan pemerintah daerah.

Di sisi lain, Bupati meminta para guru memanfaatkan November sebagai Bulan Belajar Guru untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas melalui komunitas belajar, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta berbagai wadah pengembangan profesi lainnya.

Menurut dia, guru di Bengkayang menghadapi tantangan tersendiri karena kondisi geografis, keterbatasan akses, keberagaman masyarakat dan perkembangan teknologi. Namun, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat pengabdian dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

"Guru yang mengajar di wilayah perbatasan sesungguhnya sedang menjaga masa depan Indonesia. Guru yang mendidik anak-anak di pelosok sedang menyalakan cahaya pengetahuan di tempat-tempat yang mungkin jauh dari pusat kemajuan," katanya.

Sebastianus memandang penerbitan buku tersebut sebagai bagian dari gerakan literasi dan dokumentasi pemikiran di bidang pendidikan. Menurut dia, buku tidak hanya berisi kumpulan tulisan, tetapi juga merekam gagasan, pengalaman, refleksi dan nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap buku tersebut menjadi bahan refleksi dan inspirasi bagi kepala sekolah, pengawas, guru serta pemangku kepentingan pendidikan dalam mengembangkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan.

Melalui momentum Bulan Guru Nasional 2026, Pemkab Bengkayang berharap kualitas pendidikan terus meningkat dengan menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, mencintai budaya serta memiliki kepedulian terhadap daerah dan bangsa.

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda