Ponticity post author Kiwi 08 November 2026

Pontianak Dragon Boat Race Jadi Agenda Tahunan, Edi Kamtono: Angkat Potensi Sungai Kapuas Mendunia dan Tingkatkan Ekonomi UMKM

Photo of Pontianak Dragon Boat Race Jadi Agenda Tahunan, Edi Kamtono: Angkat Potensi Sungai Kapuas Mendunia dan Tingkatkan Ekonomi UMKM

PONTIANAK, SP – Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen menjadikan Pontianak Dragon Boat Race sebagai agenda olahraga dan pariwisata tahunan. Selain memperkuat posisi Pontianak sebagai kota yang memiliki potensi besar dalam olahraga air, kejuaraan perahu naga ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan, penyelenggaraan Pontianak Dragon Boat Race 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan potensi Sungai Kapuas sebagai ruang olahraga, rekreasi, sekaligus destinasi wisata unggulan.

Menurutnya, kejuaraan yang berlangsung pada 6-8 November 2026 tersebut sebelumnya dijadwalkan pada Agustus. Namun, pelaksanaannya harus mengalami penyesuaian waktu akibat kondisi kabut asap yang sempat menyelimuti wilayah Kalimantan Barat.

"Dragon Boat internasional ini merupakan agenda yang setiap tahun kita rencanakan. Awalnya dijadwalkan pada Agustus, tetapi karena kondisi kabut asap, akhirnya kita undur dan dilaksanakan pada 6 sampai 8 November. Hari ini sudah memasuki babak final," ujarnya.

Edi menjelaskan, Pontianak memiliki keunggulan geografis dengan keberadaan Sungai Kapuas sebagai sungai terpanjang di Indonesia. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal melalui kegiatan olahraga air yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata dan rekreasi masyarakat.

Karena itu, Pontianak Dragon Boat Race diharapkan terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan, jumlah peserta, maupun jangkauan kejuaraan yang semakin luas.

Ia menegaskan, evaluasi akan terus dilakukan agar penyelenggaraan berikutnya semakin berkualitas dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

"Ke depan akan kita evaluasi lagi. Pesertanya tidak hanya dari Kalimantan Barat dan nasional, tetapi juga internasional. Kita juga akan membahas bagaimana melibatkan kategori legenda atau legend, sehingga kegiatan ini terus hidup dan semakin berkembang," jelasnya.

Lebih jauh, Edi menilai olahraga, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi merupakan tiga sektor yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Sebuah kejuaraan olahraga berskala internasional, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan pertandingan yang menarik, tetapi juga harus mampu menciptakan pergerakan ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.

Kehadiran atlet, ofisial, pendamping, maupun pengunjung dari berbagai daerah dan negara menjadi peluang bagi sektor perdagangan, kuliner, jasa, serta UMKM lokal untuk ikut merasakan manfaat penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Olahraga prestasi, olahraga rekreasi, dan wisata sekarang ini tidak bisa dipisahkan. Semuanya harus berjalan bersama dan memberikan dampak terhadap perekonomian serta membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat," katanya.

Senada dengan Wali Kota, CEO Sporta Jawara Indonesia selaku pelaksana kegiatan, Ongky Lesmana, mengatakan, Pontianak Dragon Boat Race 2026 dirancang bukan sekadar menjadi kompetisi olahraga air, tetapi juga sebagai ruang promosi potensi Sungai Kapuas dan Kota Pontianak kepada masyarakat luas.

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan secara berkelanjutan menjadi penting untuk membangun reputasi Pontianak sebagai salah satu destinasi olahraga air yang diperhitungkan, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

"Kami ingin Pontianak Dragon Boat Race ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar perlombaan tahunan. Kami ingin membangun sebuah event yang memiliki kualitas, daya tarik, dan kalender penyelenggaraan yang konsisten sehingga semakin banyak tim dari luar daerah maupun mancanegara yang tertarik datang ke Pontianak," ujarnya.

Ongky menambahkan, keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif juga menjadi perhatian dalam pengembangan event tersebut. Sebab, keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya diukur dari suksesnya pertandingan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah merupakan peluang untuk menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Mulai dari sektor kuliner, perdagangan, transportasi, hingga berbagai produk unggulan UMKM Pontianak perlu mendapatkan ruang dalam setiap penyelenggaraan.

"Harapan kami, event ini semakin besar setiap tahun. Olahraga menjadi daya tarik utama, pariwisata ikut bergerak, UMKM mendapatkan ruang promosi dan penjualan, serta masyarakat memperoleh manfaat ekonomi. Inilah yang ingin kita bangun bersama agar Pontianak Dragon Boat Race benar-benar menjadi kebanggaan Kota Pontianak," pungkasnya.

Ongky berharap, melalui dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi berbagai pihak, Pontianak Dragon Boat Race dapat tumbuh menjadi salah satu ikon olahraga air dan pariwisata Kalimantan Barat yang memiliki daya saing nasional maupun internasional.

Dengan menjadikan Sungai Kapuas sebagai panggung olahraga air, Pontianak memiliki kesempatan memperkenalkan kekayaan alam dan karakter kotanya kepada masyarakat nasional maupun mancanegara.

Pontianak Dragon Boat Race pun diharapkan terus tumbuh sebagai tradisi olahraga tahunan yang mempertemukan semangat kompetisi, kebersamaan, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda