PONTIANAK, SP - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Panca Bhakti menggelar kegiatan edukasi dan pendampingan pengelolaan keuangan bagi karyawan bagian keuangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan yang dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Panca Bhakti, Pontianak sebagai bagian dari skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang bertujuan memperkuat tata kelola keuangan dapur MBG agar lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu 8 Agustus 2026 ini diikuti oleh 6 orang karyawan dari bagian keuangan SPPG, adapun tema yang diangkat dalam kegiatan PKM ini adalah "Penguatan Tata Kelola Keuangan Dapur MBG Melalui Edukasi dan Pendampingan Pegawai Keuangan", dengan menggandeng SPPG milik Dr. Ir. Hari Liewarnata, M.M., M.H., D.Th. sebagai mitra sasaran.
Kegiatan ini juga turut melibatkan dua orang mahasiswa dari Program Studi Akuntansi sebagai bentuk implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Menjawab Persoalan di Lapangan
Ketua Tim PKM, Dr. Drs. Sartono, M.M., menjelaskan bahwa, kegiatan ini lahir dari hasil observasi awal dan diskusi bersama mitra yang mengidentifikasi tiga persoalan utama dalam pengelolaan keuangan dapur SPPG.
Pertama, pencatatan transaksi keuangan masih dilakukan secara sederhana tanpa pengelompokan akun yang jelas, sehingga biaya operasional per porsi makanan sulit diketahui secara rinci.
Kedua, pengelolaan persediaan bahan makanan belum terdokumentasi dengan baik, yang berpotensi menimbulkan pembelian mendadak dan pemborosan. Ketiga, dokumentasi bukti transaksi terutama pembelian tunai belum tertata secara sistematis.
"Kegiatan ini merupakan salah satu kewajiban dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi SPPG, khususnya bagian keuangan, dalam menyusun laporan keuangan yang lebih tertib dan akuntabel," ujar Sartono.
Padahal, sebagai unit yang setiap hari memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi dalam jumlah besar, dapur SPPG dituntut mengelola anggaran secara cermat agar operasional dapat berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Edukasi dan Pendampingan Langsung
Dalam pelaksanaannya, tim yang beranggotakan Dr. Drs. Sartono, M.M. (Akuntansi Keuangan), Endang Kristiawati, S.E., Ak., M.Si. (Akuntansi Keuangan UMKM), dan Aris Setiawan, S.E., M.Ak. (Akuntansi Keuangan Konsolidasi), bersama dua mahasiswa Program Studi Akuntansi, Altiani Chindy Laurenza dan Della Septiantari Putri memberikan materi dan pendampingan praktis kepada enam karyawan bagian keuangan SPPG yang mencakup lima bidang utama yaitu;
1. Pengelompokan akun biaya, agar setiap pengeluaran dapat diklasifikasikan secara konsisten ke dalam kategori bahan baku, upah tenaga kerja, operasional dapur, transportasi/distribusi, dan biaya lainnya.
2. Pencatatan transaksi harian, melalui format buku kas sederhana namun terstruktur.
3. Perhitungan biaya produksi per porsi, sebagai dasar evaluas efisiensi operasional dapur.
4. Pengarsipan bukti transaksi, agar seluruh nota dan kwitansi tersimpan rapi dan mudah ditelusuri.
5. Penyusunan laporan keuangan bulanan sederhana, sekaligus sistem pengendalian persediaan bahan makanan berbasis kartu stok.
Pendekatan yang digunakan adalah Community Based Management (CBM), yang menempatkan mitra sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan bersama, edukasi, pendampingan implementasi, hingga monitoring dan evaluasi partisipatif.
Hasil dan Keberlanjutan
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung pengisian format pencatatan transaksi dan kartu stok bahan makanan.
Antusiasme ini tercermin dari aktifnya diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan tim fasilitator sepanjang kegiatan.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian bersama mitra turut menyusun panduan atau Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan keuangan dapur SPPG yang dapat menjadi acuan operasional jangka panjang, sehingga sistem yang telah dibangun dapat terus dijalankan secara mandiri dan berkelanjutan oleh mitra.
Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi Universitas Panca Bhakti dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 2 (mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus), IKU 3 (dosen berkegiatan di luar kampus), dan IKU 5 (hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat).
Tentang Kegiatan
Program Pengabdian Kepada Masyarakat "Penguatan Tata Kelola Keuangan Dapur MBG melalui Edukasi dan Pendampingan Pegawai Keuangan" dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Panca Bhakti, Pontianak, Kalimantan Barat. (*)