Ponticity post author Kiwi 13 September 2026

Targetkan Prestasi Sepatu Roda Makin Berkilau, AM Hendra Gunawan Resmi Nahkodai Porserosi Pontianak

Photo of Targetkan Prestasi Sepatu Roda Makin Berkilau, AM Hendra Gunawan Resmi Nahkodai Porserosi Pontianak

PONTIANAK, SP - Regenerasi kepemimpinan di tubuh Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Pontianak diharapkan membawa energi baru bagi perkembangan olahraga sepatu roda di ibu kota Kalimantan Barat (Kalbar).

Harapan itu mengemuka setelah Abang Muhamad (AM) Hendra Gunawan, SP, M.Eng., terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Porserosi Kota Pontianak dalam Musyawarah Kota (Muskot) Porserosi Pontianak yang berlangsung di Ruang Rapat KONI Kota Pontianak, Kamis (3/9/2026).

AM Hendra Gunawan bukan sosok yang asing dalam dunia pemerintahan dan perencanaan pembangunan. Saat ini ia dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalbar.

Sebelumnya, ia juga pernah menduduki jabatan di lingkungan Bapperida Provinsi Kalbar, termasuk sebagai Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan (PPEP).

Pengalaman tersebut menjadi modal tersendiri dalam memimpin organisasi olahraga. Kemampuan dalam perencanaan, pengendalian program dan evaluasi pembangunan diharapkan dapat diterapkan dalam membangun tata kelola Porserosi Kota Pontianak yang lebih terarah dan berorientasi pada prestasi.

Usai ditetapkan sebagai Ketua Porserosi Kota Pontianak, Hendra menegaskan komitmennya untuk mendorong olahraga sepatu roda agar semakin berkembang dan mampu mencatatkan prestasi yang lebih tinggi.

Menurutnya, Porserosi tidak boleh hanya berorientasi pada keberlangsungan organisasi, tetapi harus memiliki arah pembinaan yang jelas.

“Kita ingin Porserosi Pontianak tidak hanya aktif berkegiatan, tetapi juga mampu menghasilkan prestasi. Pembinaan atlet harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” tegas Hendra.

Prestasi Atlet jadi Prioritas

Hendra menyadari bahwa membangun prestasi olahraga bukan pekerjaan instan. Dibutuhkan proses panjang, mulai dari pencarian bibit atlet, pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi yang berkelanjutan, hingga dukungan sarana dan prasarana.

Karena itu, ia ingin kepengurusan Porserosi ke depan dapat membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur. Prestasi atlet yang menjadi prioritas, selain pembinaan Sepatu Roda (Speed Inline Skate) juga nomor Skateboard dan Freestyle.

“Prestasi tidak bisa dibangun secara instan. Kita harus mulai dari pembinaan, memperkuat atlet dan pelatih, kemudian memberikan ruang kompetisi yang cukup,” ujarnya.

Ia juga melihat potensi atlet sepatu roda di Kota Pontianak cukup besar. Potensi tersebut, menurutnya, harus dikelola secara serius agar mampu berkembang menjadi kekuatan olahraga yang dapat mengharumkan nama daerah.

Hendra ingin Porserosi menjadi rumah yang mampu memberikan ruang bagi atlet untuk berkembang, baik dari sisi kemampuan teknis maupun mental bertanding.

“Anak-anak kita punya potensi. Tugas kita adalah bagaimana potensi itu dibina dan diarahkan sehingga mereka mampu bersaing, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional,” katanya.

Kolaborasi jadi Kunci

Dalam menjalankan organisasi, Hendra menyadari Porserosi tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, terutama KONI Kota Pontianak, Pengprov Porserosi Kalbar, pemerintah daerah, klub, pelatih, orang tua atlet, serta para pelaku olahraga.

Karena itu, ia berkomitmen membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder olahraga.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Porserosi membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari KONI, Pengprov, pemerintah, klub, pelatih, orang tua dan seluruh pelaku olahraga,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi menjadi semakin penting karena pembinaan olahraga membutuhkan dukungan lintas sektor. Tidak hanya soal latihan dan pertandingan, tetapi juga menyangkut fasilitas, pembiayaan, pendidikan atlet, hingga keberlanjutan karier mereka.

Dengan latar belakangnya di bidang perencanaan dan pemerintahan, Hendra diharapkan mampu menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam program kerja yang realistis dan terukur.

KONI, Pengprov dan Disporapar Beri Ruang Sinergi

Muskot Porserosi Kota Pontianak tersebut turut dihadiri Ketua Harian KONI Kota Pontianak, Ibrahim Candra, yang mewakili Ketua Umum, H. Herry Fadillah, Ketua Pengprov Porserosi Kalbar, Edy Zaidar, serta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Sy. Rizal Al-Mutahar.

Kehadiran unsur KONI, Pengprov Porserosi Kalbar dan Pemerintah Kota Pontianak tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan olahraga sepatu roda di Kota Pontianak.

Kepala Disporapar Kota Pontianak, Sy. Rizal Al-Mutahar, turut memberikan perhatian terhadap keberadaan Porserosi sebagai bagian dari upaya pengembangan olahraga prestasi di Kota Pontianak.

Menurutnya, pembinaan olahraga membutuhkan kolaborasi antara organisasi cabang olahraga, pemerintah, KONI, pelatih, klub, atlet dan keluarga. Dengan sinergi yang kuat, potensi atlet daerah dapat dikembangkan secara lebih optimal.

Kehadiran Disporapar dalam Muskot tersebut juga menjadi sinyal penting bahwa pengembangan olahraga di Kota Pontianak membutuhkan komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pelaksanaan kegiatan dan kompetisi, tetapi juga memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini hingga jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Sebagai cabang olahraga yang berkembang dan memiliki basis penggemar di kalangan anak muda, sepatu roda dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan menjadi salah satu cabang olahraga andalan.

Hendra pun berharap dukungan dari KONI Kota Pontianak, Pengprov Porserosi Kalbar dan Pemerintah Kota Pontianak dapat semakin memperkuat langkah kepengurusan yang dipimpinnya.

“Kami tentu berharap dukungan KONI dan Pengprov. Yang paling penting adalah kita bersama-sama membangun pembinaan sehingga atlet-atlet Pontianak bisa semakin berprestasi,” ujarnya.

Dorong Pembinaan Berbasis Program

Pengalaman Hendra di bidang perencanaan pembangunan juga menjadi salah satu kekuatan yang diharapkan mampu membawa Porserosi Pontianak bekerja lebih sistematis.

Ia ingin setiap program organisasi memiliki sasaran yang jelas dan dapat dievaluasi.

“Kita harus bekerja dengan program yang jelas. Apa targetnya, siapa yang dibina, bagaimana indikator keberhasilannya, semua harus bisa dievaluasi,” katanya.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembinaan atlet tidak berjalan sporadis dan hanya aktif menjelang kejuaraan.

Menurut Hendra, pembinaan harus berlangsung sepanjang tahun dengan memperhatikan jenjang usia dan kemampuan masing-masing atlet.

Dengan demikian, akan terbentuk kesinambungan dari atlet usia pemula hingga atlet yang siap berkompetisi di level prestasi.

Tidak Sekadar Mengejar Medali

Bagi Hendra, prestasi memang menjadi salah satu tujuan utama. Namun, pembinaan olahraga juga harus memberikan dampak lebih luas bagi generasi muda.

Sepatu roda, menurutnya, dapat menjadi sarana untuk membangun disiplin, keberanian, sportivitas dan karakter.

Karena itu, ia ingin semakin banyak anak muda Pontianak mengenal dan mencintai olahraga sepatu roda.

“Kita tentu mengejar prestasi dan medali, tetapi lebih dari itu, olahraga juga membangun karakter anak-anak kita. Mereka belajar disiplin, sportif, bekerja keras dan menghargai proses,” katanya.

Ia berharap Porserosi dapat memperluas pembinaan sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak dan remaja untuk berlatih serta mengikuti kompetisi.

Dengan demikian, proses regenerasi atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.

Membawa Porserosi Pontianak ke Level Lebih Tinggi

Terpilihnya Hendra Gunawan menjadi nahkoda baru Porserosi Kota Pontianak membawa harapan baru bagi olahraga sepatu roda di kota tersebut.

Dengan pengalaman di bidang pemerintahan, perencanaan dan pengelolaan program, ditambah dukungan dari komunitas serta pelaku olahraga, Hendra ditantang untuk membuktikan bahwa kepemimpinan organisasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan prestasi.

Ia menyadari tantangan tersebut tidak ringan.

Namun, ia optimistis jika seluruh elemen bersatu dan bekerja dengan program yang jelas, Porserosi Pontianak dapat berkembang lebih jauh.

“Kita ingin membangun Porserosi secara bersama-sama. Tidak ada yang bisa berjalan sendiri. Kalau semua bergerak dengan satu tujuan, saya yakin prestasi sepatu roda Pontianak bisa kita tingkatkan,” pungkas Hendra.

Muskot Porserosi Pontianak pun tidak sekadar menjadi momentum pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat pembinaan dan menata langkah organisasi menuju prestasi yang lebih tinggi.

Kini, tantangan berada di tangan kepengurusan baru, mengubah potensi menjadi prestasi, program menjadi pembinaan, dan pembinaan menjadi prestasi yang membanggakan Kota Pontianak. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda