SANGGAU, SP - Persoalan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba dinilai masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk mencegah peredaran Narkotika sekaligus menyelamatkan masa depan generasi penerus.
Hal tersebut disampaikan Bruder Stephanus Paiman, OFMCap, Anggota JPIC Kapusin sekaligus Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), saat menjadi salah satu pemateri dalam Seminar JPIC Kapusin di Gedung Serba Guna Paroki Gembala Yang Baik Kuala Dua, Keuskupan Sanggau, Sabtu pagi.
Seminar tersebut diikuti berbagai unsur umat dan masyarakat, di antaranya Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Legio Maria, Orang Muda Katolik (OMK), serta pengurus adat.
Dalam pemaparannya, Bruder Steph menekankan bahwa persoalan narkoba bukan hanya berkaitan dengan pengguna atau orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Lebih jauh, persoalan tersebut menyangkut masa depan generasi muda yang berpotensi menjadi korban.
Ia juga menyoroti perlunya keseriusan dalam penanganan persoalan narkoba dan mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam apabila mengetahui adanya indikasi peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
“Masalah penanganan narkoba itu sedikit yang ditangkap. Namun yang skala terkesan ‘dipelihara’ oleh oknum aparat,” ujarnya dalam pemaparan.
Bruder Steph juga mengajak masyarakat Kuala Dua untuk berani menyampaikan informasi apabila menemukan indikasi peredaran narkotika di lingkungannya.
“Jika ada yang mengetahui adanya peredaran narkotika di Kuala Dua, harap laporkan ke Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP),” katanya.
Menurut Sang Tokoh Kemanusiaan Kalbar dengan karya sosial yang sduah diakui dunia inetrnasional ini, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya memutus mata rantai penyalahgunaan Narkoba.
Upaya tersebut tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun lembaga tertentu, tetapi membutuhkan kepedulian dan keberanian seluruh elemen masyarakat.
“Dengan melaporkan penyalahgunaan narkoba, maka kita menyelamatkan generasi,” tegasnya.
Bruder Steph, Biarawan dengan ciri khas gundul bertato di kepala dan murah senyum ini berharap umat, tokoh adat, kaum muda, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Kepedulian bersama, menurutnya, dapat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman Narkoba.
Selain membahas persoalan Narkoba, Seminar JPIC Kapusin juga mengangkat sejumlah persoalan sosial dan kemanusiaan lainnya, termasuk perdagangan manusia serta persoalan lingkungan.
Para peserta diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam upaya mencari solusi.
Seminar JPIC Kapusin di Paroki Gembala Yang Baik Kuala Dua menjadi ruang diskusi dan berbagi pengetahuan bagi umat serta masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama, menjaga lingkungan, serta bersama-sama melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial, termasuk bahaya Narkoba. (*)