PONTIANAK,SP - Suasana haru dan khidmat menyelimuti malam penutupan Majlis Taklim dan Salawat Ashabul Maimanah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Jumat (13/2/2026). Lantunan salawat menggema, menyatu dengan doa-doa yang dipanjatkan penuh harap agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh umat.
Ratusan jamaah tampak memadati Jalan Media Kota Pontianak. Tidak hanya dari Kota Pontianak, sejumlah jamaah juga datang dari luar daerah seperti Ngabang dan Mempawah. Kebersamaan itu menjadi gambaran kuatnya ukhuwah Islamiyah yang terjalin melalui majlis taklim dan salawat.
Pembina Majlis Taklim dan Salawat Ashabul Maimanah, Muhammad Usman, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya rangkaian kegiatan hingga malam penutupan.
“Kita bersyukur kepada Allah SWT malam ini kami bisa menyelenggarakan malam penutup dalam pertemuan majlis taklim dan salawat Ashabul Maimanah dalam menyambut bulan Ramadan. Begitu kita lihat jemaah yang hadir penuh tumpah di lokasi ini, mudah-mudahan yang akan datang lebih meriah lagi,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan salawat bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi bagian dari penguatan iman dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Bersalawat, katanya, merupakan wujud keyakinan kepada Allah SWT, malaikat, dan rasul, sekaligus upaya menghimpun umat dalam satu ikatan spiritual.
Ia berharap syiar salawat terus berkembang dari tahun ke tahun, menjadi cahaya yang menuntun masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Mudah-mudahan ini terus berkembang di tahun mendatang demi syiar salawat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majlis Taklim dan Salawat Ashabul Maimanah, Muslim H. Bustami, mengajak jamaah menjadikan momentum menjelang Ramadan sebagai titik awal peningkatan kualitas ibadah.
“Kami mengimbau jamaah untuk selalu meningkatkan ketakwaan, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya serta menjalankan sunnah Rasulullah,” katanya.
Ia menekankan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan rahmat, sehingga setiap Muslim hendaknya mempersiapkan diri lahir dan batin. Ibadah puasa, menurutnya, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT.
“Untuk Ramadan, mari kita bersama menjalankan ibadah puasa bulan suci ini sebagai bagian dari rukun Islam dan selalu mensyiarkan Al-Qur’an. Saya berpesan untuk selalu mengamalkan Al-Qur’an dan memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW,” pesannya.
Malam penutupan ini tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian pertemuan majlis taklim, tetapi juga awal dari perjalanan spiritual menuju Ramadan. Di tengah lantunan salawat dan doa, para jamaah menaruh harapan agar kebersamaan ini terus terjaga dan semakin menguatkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Majlis Taklim dan Salawat Ashabul Maimanah diharapkan terus menjadi ruang pembinaan rohani, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat, khususnya dalam menyongsong bulan suci yang penuh berkah.