Ponticity post author Kiwi 16 Mei 2017

Pontianak Rancang Pengembangan Sektor Wisata Religi

Photo of Pontianak Rancang Pengembangan Sektor Wisata Religi WISATA RELIGI – Bangunan Masjid Raya Mujahidin/ Jami’ Kesultanan Kadriah Pontianak, tampak megah, Senin (15/5). Pemerintah Kota Pontianak, berencana membangun wisata religi, mengingat banyaknya bangunan keagamaan bersejarah di kota ini.
PONTIANAK, SP – Kota Pontianak yang lekat dengan kebudayaan dan bangunan keagamaan memiliki potensi wisata religi. Tapi sayangnya, hingga kini belum tergarap dengan baik.

Berkaca dari kondisi tersebut, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, berencana mengembangkan potensi ini. Kepala Disporapar, Syarif Saleh mengutarakan, datang ke Pontianak, para tamu bisa mengunjungi Masjid Jami’ dan Istana Kadriah di Kecamatan Pontianak Timur dan Makam Keluarga Istana di Batu Layang.

Di sisi lain, Pontianak memiliki Masjid Raya Mujahidin, Katederal Santo Yoseph, dan Vihara Bodhisatva Karaniya Metta dan masih banyak lagi. Pontianak yang penduduknya heterogen, membuat kota ini memiliki keberagaman lokasi wisata religi.

“Ada lagi satu yang baru dikerjakan atau diperbaiki, yang di depan Jalan Tanjung Raya. Ada satu makam tua. Itu juga termasuk tempat wisata religi, salah satu ulama tertua,” kata Syarif Saleh kemarin.

Perihal paket-paket wisata, Syarif Saleh menjelaskan semua diatur oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau yang dalam bahasa Inggris disebut Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).
“Jadi inikan berhubungan dengan turis, orang yang berkunjung, dari pihak ASITA itu kasih tahu ini ada tempat destinasinya, ini di Kota Pontianak, termasuklah Taman Digulis dan segala macam,” ungkapnya.

Sebagaimana Kota Surabaya yang terkenal dengan wisata religi Makam Sunan Ampel, Syarif Saleh yakin Pontianak bisa mengembangkan pula wisata religinya. Diungkapkannya, Pemerintah Kota pun selalu membenahi Makam Batu Layang dan pembangunan Masjid Jami’.

Apalagi, jika melihat kunjungan wisata yang tiap tahun meningkat. Jumlah wisatawan nusantara jika dirata-rata, ribuan orang datang per bulan. Sementara untuk wisatawan mancanegara, angkanya 10 persen dari wisatawan nusantara. Hanya memang hingga kini, Tugu Khatulistiwa masih jadi primadona wisata Pontianak.

“Banyak negara lain juga dilewati garis khatulistiwa tapi berada di lautan dan lain-lain. Bagaimana orang mau berkunjung, kita ini berada di tengah kota. Itu yang membuat menarik. Sejauh ini Tugu Khatulistiwa masih primadona,” tutupnya. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji sendiri mengungkapkan memang ada rencana pemugaran Masjid Jami’ yang masuk dalam program Penataan Kawasan Beting.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan forum diskusi grup dengan mengundang para pakar sejarah dan pengurus masjid. “Jika ada gambar asli tempo dulu, saya inginnya kembali seperti dulu. Di dalam itukan ada yang sudah diganti seng. Itu tidak boleh, kita mau kembalikan ke bentuk asal. Disesuaikan nanti bagaimana modelnya,” katanya. (bls/and)  

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda