PONTIANAK,
SP –
Kota Pontianak yang lekat dengan kebudayaan dan bangunan keagamaan memiliki
potensi wisata religi. Tapi sayangnya, hingga kini belum tergarap dengan baik.
Berkaca
dari kondisi tersebut, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota
Pontianak, berencana mengembangkan potensi ini.
Kepala
Disporapar, Syarif Saleh mengutarakan, datang ke Pontianak, para tamu bisa
mengunjungi Masjid Jami’ dan Istana Kadriah di Kecamatan Pontianak Timur dan
Makam Keluarga Istana di Batu Layang.
Di
sisi lain, Pontianak memiliki Masjid Raya Mujahidin, Katederal Santo Yoseph,
dan Vihara Bodhisatva Karaniya Metta dan masih banyak lagi. Pontianak
yang penduduknya heterogen, membuat kota ini memiliki keberagaman lokasi wisata
religi.
“Ada
lagi satu yang baru dikerjakan atau diperbaiki, yang di depan Jalan Tanjung
Raya. Ada satu makam tua. Itu juga termasuk tempat wisata religi, salah satu
ulama tertua,” kata Syarif Saleh kemarin.
Perihal
paket-paket wisata, Syarif Saleh menjelaskan semua diatur oleh Asosiasi
Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau yang dalam bahasa Inggris disebut Association
of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).
“Jadi
inikan berhubungan dengan turis, orang yang berkunjung, dari pihak ASITA itu
kasih tahu ini ada tempat destinasinya, ini di Kota Pontianak, termasuklah
Taman Digulis dan segala macam,” ungkapnya.
Sebagaimana
Kota Surabaya yang terkenal dengan wisata religi Makam Sunan Ampel, Syarif
Saleh yakin Pontianak bisa mengembangkan pula wisata religinya. Diungkapkannya,
Pemerintah Kota pun selalu membenahi Makam Batu Layang dan pembangunan Masjid
Jami’.
Apalagi,
jika melihat kunjungan wisata yang tiap tahun meningkat. Jumlah wisatawan
nusantara jika dirata-rata, ribuan orang datang per bulan. Sementara untuk
wisatawan mancanegara, angkanya 10 persen dari wisatawan nusantara. Hanya
memang hingga kini, Tugu Khatulistiwa masih jadi primadona wisata Pontianak.
“Banyak
negara lain juga dilewati garis khatulistiwa tapi berada di lautan dan
lain-lain. Bagaimana orang mau berkunjung, kita ini berada di tengah kota. Itu
yang membuat menarik. Sejauh ini Tugu Khatulistiwa masih primadona,” tutupnya.
Wali
Kota Pontianak, Sutarmidji sendiri mengungkapkan memang ada rencana pemugaran Masjid
Jami’ yang masuk dalam program Penataan Kawasan Beting.
Dalam waktu dekat,
pihaknya akan melakukan forum diskusi grup dengan mengundang para pakar sejarah
dan pengurus masjid.
“Jika
ada gambar asli tempo dulu, saya inginnya kembali seperti dulu. Di dalam itukan
ada yang sudah diganti seng. Itu tidak boleh, kita mau kembalikan ke bentuk
asal. Disesuaikan nanti bagaimana modelnya,” katanya. (bls/and)
Breaking News
- Bank Kalbar Raih Penghargaan Indonesia Public Relations Awards 2026
- Pengacara Bantah Rekayasa Sakit Edi Chow, Silahkan Cek Langsung Kondisi Edi Chow
- KSP Dudung Lepas Ekspor Alumina di Pontianak, Atasi Hambatan Regulasi Logam Tanah Jarang
- Bupati Bengkayang Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur dalam Perubahan APBD 2026
- Kapolres Sanggau Perkuat Sinergi dengan Awak Media, Tegaskan Keterbukaan Informasi untuk Publik
- Tingkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan di Air Upas, Cita Mineral Investindo Tbk Raih Penghargaan ISRA 2026
- Kasdam XII/Tpr Hadiri Pelepasan Ekspor Alumina PT. ICA di Pelabuhan Dwikora
- DPRD Singkawang : Negara Tidak Boleh Kehilangan Semangat Untuk Hadir Melindungi Masyarakat Kecil
- Kafilah MTQ Singkawang Sementara Duduki Peringkat 8 di MTQ XXXIV Kalbar
Pontianak Rancang Pengembangan Sektor Wisata Religi
WISATA RELIGI – Bangunan Masjid Raya Mujahidin/ Jami’ Kesultanan Kadriah Pontianak, tampak megah, Senin (15/5). Pemerintah Kota Pontianak, berencana membangun wisata religi, mengingat banyaknya bangunan keagamaan bersejarah di kota ini.