PONTIANAK,SP — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Syarif Abdurrahman Pontianak menggelar aksi sosial bertajuk “Aksi Peduli Kabut Asap” dengan tema “Bersama Lawan Kabut Asap, Sehat Bersama”. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi kabut asap yang melanda wilayah Pontianak akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aksi tersebut dilakukan dengan turun langsung ke ruang publik untuk membagikan masker kepada masyarakat sekitar. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian sederhana namun nyata, terutama dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan pernapasan.
Di tengah kondisi udara yang menurun akibat paparan asap, penggunaan masker menjadi salah satu upaya perlindungan diri yang dapat dilakukan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Selain pembagian masker, aksi tersebut turut menyuarakan kampanye #StopKarhutla. Kampanye ini menjadi sarana edukasi dan penyadaran publik mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan, baik terhadap kesehatan manusia, kelestarian lingkungan, maupun aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Karhutla tidak hanya menimbulkan persoalan berupa kabut asap, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, mengganggu jarak pandang, menghambat aktivitas masyarakat, serta menimbulkan dampak kesehatan apabila paparan asap berlangsung dalam waktu lama. Karena itu, pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan partisipasi berbagai pihak, termasuk masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah.
Wakil Ketua Bidang Manajemen dan Kemahasiswaan STIS Syarif Abdurrahman Pontianak, Noorbetha Julaily, S.Si., M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menggelar aksi sosial tersebut.
«“Aksi ini menunjukkan kepedulian nyata mahasiswa STIS terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kami berharap langkah kecil ini dapat memberi manfaat sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam,” ujarnya.»
Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar ruang kelas. Melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial dan lingkungan, mahasiswa diharapkan semakin peka terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat serta mampu mengambil peran dalam memberikan solusi.
Aksi Peduli Kabut Asap ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengedukasi masyarakat, membagikan masker, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengajak bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
BEM STIS Syarif Abdurrahman Pontianak berharap aksi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu karhutla. Kesadaran kolektif dinilai penting agar persoalan kabut asap tidak terus berulang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial mahasiswa STIS Syarif Abdurrahman Pontianak terhadap isu lingkungan, khususnya dampak kabut asap yang kerap terjadi di Kalimantan Barat pada musim kemarau.
Melalui aksi tersebut, BEM dan mahasiswa STIS Syarif Abdurrahman Pontianak ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan semangat “Bersama Lawan Kabut bu Asap, Sehat Bersama”, mahasiswa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kelestarian alam demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi semua.(*)