PONTIANAK, SP – Suasana haru menyelimuti kedatangan jemaah haji asal Kota Pontianak di Embarkasi Batam, kemarin. Tangis bahagia, doa syukur, dan pelukan hangat mewarnai penyambutan para tamu Allah yang baru saja menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Sebanyak 403 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter BTH 15 tiba di Bandara Hang Nadim Batam sebelum melanjutkan proses debarkasi di Asrama Haji Batam. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan.
Sehari sebelumnya, Selasa (16/6/2026), sebanyak 132 jemaah asal Pontianak yang tiba lebih dahulu juga telah disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah.
Setelah mengikuti rangkaian proses penerimaan di Asrama Haji Batam, para jemaah dijadwalkan kembali ke Pontianak secara bertahap untuk berkumpul bersama keluarga yang telah lama menanti kepulangan mereka.
Berdasarkan data yang disampaikan, total jemaah haji asal Kota Pontianak tahun 2026 berjumlah 1.509 orang. Namun, satu jemaah dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci dan dua jemaah lainnya wafat di Batam.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para jemaah yang tiba dalam kondisi sehat dan selamat. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga jemaah yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.
“Kami mendoakan agar amal ibadah para jemaah yang telah wafat diterima Allah SWT dan memperoleh predikat haji mabrur. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya usai menyambut kedatangan jemaah haji.
Menurut Bahasan, kondisi kesehatan para jemaah yang baru tiba secara umum cukup baik setelah menjalani rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah.
“Alhamdulillah, jemaah yang datang hari ini sehat semua. Mereka tiba dengan selamat dan mudah-mudahan terus diberikan kesehatan hingga kembali ke Kota Pontianak,” tuturnya.
Ia berharap seluruh jemaah yang telah menunaikan rukun Islam kelima dapat meraih predikat haji mabrur dan membawa nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur serta dapat menjadi teladan di tengah keluarga maupun lingkungan tempat tinggalnya,” katanya.
Bahasan menambahkan, proses pemulangan jemaah asal Kota Pontianak masih akan berlangsung secara bertahap hingga Jumat mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah memastikan seluruh proses penerimaan dan pemulangan jemaah berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kedatangan jemaah haji berjalan dengan lancar. Memang ada beberapa jemaah yang tercatat dalam kondisi sakit, namun semuanya telah ditangani oleh petugas sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pemulangan jemaah, mulai dari pemerintah daerah hingga petugas di Embarkasi Batam.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Berdasarkan pemantauan kami, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sehingga para jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.
Salah seorang jemaah sekaligus Ketua Rombongan Kloter BTH 15, H Muhammad Habibi Sarabiti, mengungkapkan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 berjalan lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan sejak keberangkatan hingga kepulangan berlangsung baik dan didukung sistem yang semakin terintegrasi.
“Alhamdulillah, sejak berangkat dari tanah air hingga kembali lagi, kami merasakan pelayanan yang sangat baik. Pemeriksaan dilakukan secara berulang dan semuanya sudah berbasis sistem. Tidak ada kekhawatiran terkait tenda, tempat tidur maupun konsumsi karena seluruh data jemaah sudah terdeteksi dengan baik,” ungkapnya.
Habibi menilai sistem pelayanan yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi memberikan kepastian layanan kepada jemaah sehingga pelaksanaan ibadah berlangsung lebih tertib dan nyaman.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para petugas kesehatan yang mendampingi jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Para dokter dan seluruh petugas kesehatan telah memberikan pelayanan yang luar biasa. Mereka sangat sigap membantu jemaah sehingga kondisi kesehatan para jemaah dapat terjaga dengan baik,” sebutnya.
Meski demikian, Habibi mengakui cuaca ekstrem dengan suhu tinggi di Makkah dan Madinah menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah. Beberapa jemaah sempat mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan pilek akibat kondisi cuaca yang cukup panas.
“Cuaca di sana memang sangat panas. Namun Alhamdulillah semuanya dapat terkondisikan dengan baik. Walaupun ada jemaah yang mengalami batuk dan pilek, secara umum seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” tuturnya.
Di balik perjalanan spiritual tersebut, Habibi mengaku memperoleh pelajaran berharga tentang arti kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, semangat saling membantu yang terbangun selama menjalankan ibadah haji menjadi pengalaman yang paling membekas dan akan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air.
“Hidup tidak bisa dijalani sendiri. Ketika kita membantu sesama hamba Allah, pertolongan juga akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Itu menjadi pelajaran yang sangat berkesan bagi saya selama berhaji,” pungkasnya.(din)