Ponticity post author Kiwi 25 Agustus 2026

Gandeng Delapan Sekolah di Pontianak, Kanwil DJP Kalbar Integrasikan Edukasi Pajak ke Kurikulum Pelajaran

Photo of Gandeng Delapan Sekolah di Pontianak, Kanwil DJP Kalbar Integrasikan Edukasi Pajak ke Kurikulum Pelajaran

PONTIANAK, SP - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat terus memperkuat komitmen dan melaksanakan agenda setting DJP dalam menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara sejak dini.

Melalui program Inklusi Kesadaran Pajak Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Kanwil DJP Kalbar secara resmi menjalin kolaborasi bersama delapan Sekolah Mitra pilihan di Kota Pontianak sejak 8 Juli 2025.

Sekolah tersebut terdiri dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pontianak, MAN 2 Pontianak, SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Al-Azhar 10 Pontianak, SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, SMA Mujahidin Pontianak, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Pontianak, dan SMK Negeri 5 Pontianak.

Program ini memfokuskan pada pengintegrasian materi kesadaran pajak ke dalam Modul Ajar mata pelajaran yang sudah ada, seperti Ekonomi dan Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan (PPKn).

Kegiatan kali ini merupakan bimbingan dan pembekalan implementasi Inklusi Kesadaran Pajak kepada para guru pengampu mata pelajaran sekolah mitra tersebut.

Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Kanwil DJP Kalimantan Barat, Mu’alif mewakili Kepala Kanwil DJP Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Mu’alif menyampaikan apresiasi setinggitingginya kepada para guru yang telah hadir. Ia menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan mulia yang melampaui sekedar hafalan materi perpajakan di kelas.

"Program inklusi kesadaran pajak tidak sekadar bertujuan agar siswa mengetahui apa itu pajak atau menghafal aturan perpajakan. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran bahwa pajak merupakan bagian dari kehidupan dan kontribusi setiap warga negara. Kita ingin mengubah cara pandang siswa dari ‘pajak adalah kewajiban’ menjadi ‘pajak adalah bentuk kontribusi saya kepada negara’," jelas Mu’alif.

Kanwil DJP Kalbar menyadari bahwa penanaman nilai-nilai kesadaran pajak tidak dapat dilakukan sendiri oleh DJP. Peran guru sangat strategis sebagai perpanjangan tangan DJP karena berinteraksi langsung dan berkelanjutan dengan para siswa.

Mu’alif menambahkan, siswa mungkin akan lupa sebagian materi yang pernah dipelajari, tetapi mereka sering mengingat pesan yang disampaikan oleh gurunya.

“Oleh karena itu, kami berharap materi kesadaran pajak dapat disampaikan secara berkesan dan menjadi nilai yang dibawanya hingga dewasa," katanya.

Para siswa SMA/SMK sederajat saat ini merupakan calon pelaku usaha, profesional, pekerja, akademisi, dan pemimpin di masa depan. Melalui edukasi sejak dini, diharapkan ketika mereka memasuki dunia kerja dan memiliki kewajiban perpajakan, mereka telah memiliki kesadaran bawaan bahwa menikmati manfaat pembangunan berbanding lurus dengan tanggung jawab untuk berkontribusi.

Dengan pembekalan dan kolaborasi erat bersama delapan sekolah menengah di Pontianak ini, Kanwil DJP Kalimantan Barat optimis membangun fondasi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran, kepedulian, dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pembangunan bangsa yang berkelanjutan melalui kontribusi perpajakan. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda