SANGGAU,SP - Anggota Komisi XIII Dewan Pimpinan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Barat II. Paolus Hadi menegaskan Empat Pilar MPR RI bukan sekedar materi sosialisasi saja. Tetapi sebagai kompas moral dan arah perjuangan dalam menjaga keutuhan dan kerukunan bangsa. Hal itu diungkapkan Paolus Hadi saat menghadiri acara ramah tamah dan buka puasa bersama yang di gelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sanggau beserta Pemerintah Kabupaten Sanggau, tokoh masyarakat, Forkopimda serta tokoh lintas agama yang bertemakan "Harmoni Dalam Keberagaman. Bersatu Dalam Persaudaraan". Kamis (5/3/2026) sore yang digelar Aula kantor Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Kabupaten Sanggau.
Paolus Hadi menyampaikan, bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, Pancasila tetap menjadi napas persatuan, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai pedoman hukum, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pengikat setiap perbedaan.
"Kegiatan ramah tamah dan buka puasa bersama sekaligus mensosialisasikan Emoat Pilar MRP RI ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat fondasi utama adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, Ketetapan MPR sebagai landasan bernegara, serta NKRI dengan semboyan pemersatu Bhinneka Tunggal Ika. Peserta diingatkan bahwa fondasi Indonesia dibangun di atas persatuan dalam keberagaman," tegas anggota Komisi XIII DPR RI Paolus Hadi.
Menurutnya, kebersamaan dalam momentum Ramadan menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi dan menghilangkan sekat sekat sosial yang mungkin muncul akibat kurangnya pemahaman antarumat beragama.
"Kebersamaan dalam berbuka puasa dengan tokoh dari berbagai latar belakang agama ini dimaksudkan untuk menghilangkan stereotipe yang muncul karena tidak saling memahami karakteristik masing masing agama," ujar Paolus Hadi.
Paolus Hadi menegaskan, dalam menghadapi situasi sosial yang dinamis. Keberadaan FKUB sangat penting sebagai sarana komunikasi dan koordinasi untuk memastikan setiap dinamika sosial maupun politik berjalan damai.
"Keberadaan FKUB menjadi sarana komunikasi dalam mewujudkan dan merawat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Sanggau," tegas anggota Komisi XIII DPR RI Dapil Kalbar II. Paolus Hadi.
Melalui kegiatan ini, anggota Komisi XIII DPR RI. Paolus Hadi masyarakat diajak untuk terus merawat bangsa dengan semangat persaudaraan, gotong royong, dan cinta tanah air demi terwujudnya Indonesia yang kuat, bersatu, dan bermartabat.
Sementara itu Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena mengatakan, kegiatan buka puasa bersama serta ramah tamah bersama anggota komisi XIII DPR RI yang di gelar oleh FKUB ini dapat memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah Kabupaten Sanggau.
"Kunci yang paling penting adalah sinergi berbagai pihak dalam merawat kerukunan bermasyarakat," ujarnya.
Susana Herpena menegaskan, peran penting FKUB mendorong kolaborasi dari keberagaman Suku, Budaya dan agama dalam memperkuat kerukunan dan stabilitas wilayah Sanggau tetap terjaga.
"Saat ini FKUB sudah terbentuk di setiap Kecamatan di Kabupaten Sanggau, kedepannya akan kita dorong hingga ke desa desa," ungkapnya. (Dit)