Sanggau, SP - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sanggau Hendrykus Bambang menyebut, pemerintah lambat mengantisipasi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah perbatasan Kabupaten Sanggau, Kalbar dengan Malaysia. Sebab, sejak penyesuaian harga diberlakukan, belum satupun subsidi bagi masyarakat rentan yang terdampak tiba di kawasan ini.
“Kebijakan dengan antisipasi itu kadang seperti orang mandi dengan berpakaian, berpakaian dulu baru mandi. Kebijakannya dulu diterapkan, tetapi untuk penanganan imbas kebijakan itu belakangan baru direncanakan,” kata Bambang, Selasa (13/9/2022).
Mestinya, dikatakan legislator Partai Golkar ini, pemerintah sudah membuat skema antisipasi kenaikan BBM bagi kelompok rentan yang terprogram dalam jangka panjang. Jaring pengaman sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bambang bilang, hanya menjadi solusi jangka pendek.
“Kalau pemberian BLT itu, walaupun hati nurani saya tidak begitu setuju, tetapi itu kan hanya jangka pendek. Hanya untuk menjaga daya beli masyarakat selama tiga-empat bulan ke depan. Dan setelah tiga-empat bulan itu, harus ada program yang benar-benar permanen untuk kelompok rentan yang terdampak kenaikan BBM,” ucapnya.
Karena itu, Menurut Bambang, dampak atas kebijakan yang diambil pemerintah jangan selalu diatasi dengan cara-cara yang temporary, yang sementara saja.
"Masyarakat ini kan punya keinginan berdikari, berusaha sendiri. Pemerintah mestinya menjembatani keinginan masyarakat itu,” timpalnya.
Bambang pun menyarankan agar pemerintah memberdayakan potensi masyarakat supaya mereka dapat berdikari dan berusaha. Pemberdayaan potensi masyarakat, diyakininya, dapat lebih berhasil guna meredam dampak kenaikan BBM dalam jangka panjang.
“Adil itu kan belum tentu sama ya, mungkin di suatu tempat dengan BLT itu tepat sasaran, tapi di tempat lain belum tentu dengan Rp 300 ribu per bulan bisa diartikan jadi peningkatan daya beli. Jadi kenapa tidak, misalnya, memberikan program padat karya, mendorong penguatan pemberdayaan ibu-ibu, pemuda maupun orang-orang tua supaya mereka bisa berdikari dalam jangka panjang,” pungkas Bambang. (jul)