SANGGAU. SP - Kesadaran pelajar untuk menjaga lingkungan sekolah yang aman dan sehat menjadi perhatian jajaran kepolisian di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, personel Polsek Beduai menyambangi SDN 02 Beduai untuk memberikan edukasi sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas kepada para pelajar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (14/10/2026) pagi di SDN 02 Beduai, Dusun Beringin, Desa Bereng Berkawat, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau. Kegiatan dipimpin Bhabinkamtibmas Desa Bereng Berkawat Bripka Martono sebagai bagian dari upaya kepolisian membangun kesadaran hukum sejak usia sekolah.
Dalam penyampaiannya, Bripka Martono mengajak seluruh pelajar untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Para siswa diingatkan agar tidak melakukan perundungan atau bullying, baik dalam bentuk tindakan fisik, ucapan maupun melalui media sosial.
Polisi juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati di antara sesama pelajar. Setiap siswa yang mengetahui atau mengalami tindakan perundungan diminta tidak diam, melainkan segera menyampaikan kepada guru, pihak sekolah, orang tua, maupun kepolisian agar persoalan dapat ditangani secara tepat dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Selain persoalan bullying, edukasi juga diarahkan pada bahaya penyalahgunaan narkoba dan bahan berbahaya lainnya. Para pelajar diminta menjauhi narkoba serta tidak menyalahgunakan lem Fox atau bahan sejenis dengan cara menghirup uapnya karena dapat membahayakan kesehatan dan mengganggu perkembangan otak.
Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E. mengatakan, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kesadaran untuk mematuhi aturan. Karena itu, kepolisian memandang lingkungan sekolah sebagai salah satu ruang penting untuk menanamkan pemahaman mengenai perilaku yang aman dan bertanggung jawab.
“Kami ingin anak-anak memahami sejak dini bahwa bullying, narkoba, maupun penyalahgunaan bahan berbahaya bukanlah hal yang dapat dianggap sepele. Mereka harus berani berkata tidak terhadap perilaku yang dapat merusak diri sendiri dan masa depan, serta tidak ragu meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi persoalan,” ungkapnya.
Menurut AKP Heri Triyana, pendekatan edukatif yang dilakukan secara langsung kepada pelajar diharapkan dapat mencegah munculnya berbagai perilaku negatif sejak dini. Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat juga diperlukan agar pengawasan terhadap perkembangan anak dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan Polisi Peduli Pendidikan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi Bhabinkamtibmas untuk memperkuat komunikasi dengan lingkungan sekolah. Kehadiran polisi di tengah pelajar diharapkan dapat membangun hubungan yang positif sehingga siswa tidak hanya memahami pentingnya menaati aturan, tetapi juga melihat kepolisian sebagai mitra yang dapat memberikan perlindungan dan tempat untuk mencari bantuan.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Beduai menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, disiplin, dan bebas dari perundungan serta penyalahgunaan narkoba maupun bahan berbahaya. Edukasi yang diberikan sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan memiliki masa depan yang lebih baik. _(Dit)