SINGKAWANG, SP- Ketidakpastian dan ketidakjelasan arah kepengurusan Ikatan Alumni Fakultas Teknik (IAFT) pasca-Musyawarah Anggota (MUSTA) memicu keresahan di tingkat daerah.
Menanggapi situasi tersebut, sejumlah pengurus IAFT Kota Singkawang melontarkan wacana untuk melepaskan diri dari kepengurusan pusat dan membentuk wadah organisasi alumni yang bersifat mandiri.
Wacana ini muncul akibat kekecewaan para alumni di daerah yang merasa komunikasi dan koordinasi antar-angkatan kini terputus.
Padahal pada periode kepengurusan sebelumnya, hubungan silaturahmi serta pertukaran informasi antar-alumni berjalan sangat baik, tidak hanya di wilayah Kalimantan Barat tetapi juga hingga ke luar daerah.
Ir. David D Lantu, seorang pengurus IAFT Singkawang yang ditunjuk sebagai promotor gerakan ini, menegaskan bahwa alumni di daerah membutuhkan wadah koordinasi yang aktif dan inklusif.
Menurutnya, kondisi saat ini menunjukkan kepengurusan yang seolah berjalan sendiri-sendiri berdasarkan angkatan masing-masing.
"Melihat kondisi pasca-MUSTA yang belum ada kejelasannya, timbul pertanyaan mendasar: ke mana arah IAFT ini akan dibawa? Jika daerah-daerah pada akhirnya memilih untuk membentuk IAFT secara mandiri, lalu apa sebenarnya fungsi dari IAFT Pusat?" ujar David D Lantu, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Lebih lanjut, David menekankan bahwa esensi dasar dari sebuah wadah ikatan alumni adalah untuk memperkuat jalinan jejaring lintas angkatan dan lintas jurusan, mulai dari sejak fakultas berdiri hingga lulusan terbaru.
"Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Perlu ada ruang untuk menyatukan pendapat dan suara dari seluruh lulusan Fakultas Teknik dari berbagai jurusan demi menjaga keutuhan organisasi," tambahnya.
Sementara itu, menanggapi sengkarut yang terjadi pasca-MUSTA, alumni senior Teknik Sipil angkatan 1986 (TS'86), dedengkot musik Kampus, Ir. Kas Rastaman turut memberikan pandangannya.
Meskipun mengaku enggan berspekulasi lebih jauh,sebagai senior ia merasa bertanggung jawab secara moral untuk memberikan arahan jika diperlukan.
"Sebenarnya saya tidak ingin banyak berkomentar. Namun, sebagai senior rasanya kurang elok jika tidak memberikan masukan apabila memang dibutuhkan oleh adik-adik alumni. Wacana pembenahan dan penyatuan pendapat ini penting agar fungsi alumni kembali ke tujuan awalnya," tutur Bang Kas
Gerakan dari IAFT Kota Singkawang ini diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi bagi seluruh elemen alumni Fakultas Teknik untuk duduk bersama dan menentukan masa depan organisasi secara kolektif. (*)