KAMPUNG Wisata Tenun Khatulistiwa, lokasinya, terletak di Jalan Khatulistiwa, Gang Sambas Jaya, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Pengunjung Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa bisa melihat beragam koleksi tenun khas Sambas. Ada juga kreasi tenun corak insang khas Pontianak. Selain melihat koleksi tenun, pengunjung juga bisa melihat proses pembuatannya.
Hal itu tidak terlepas dari usaha dari pengrajin tenun yang telah berhasil memberdayakan masyarakat sekitar. Dia adalah Kurniati. Bersama warga setempat, ia melakoni usaha tenun tersebut.
"Dua jalur ini mayoritas penduduk Kabupaten Sambas dan masih ada ikatan kekeluargaan. Jadi bukan hal yang sulit untuk mengenalkan mereka dengan tenun ini," kata Kurniati.
Kurniati menceritakan, hingga saat ini sudah lebih dari 50 pengrajin tenun di Kampung Wisata Tenun. Berkat ketekunan warga setempat pula, belasan rumah telah memiliki alat tenun sendiri.
"Hingga hari ini sudah ada 17 rumah yang punya alat tenun sendiri. Lebih dari 50 pengrajin di kampung ini," tuturnya.
Menariknya, alat tenun di kampung tersebut dibuat secara mandiri oleh warga setempat. Keuletan dari pengrajin Kampung Wisata Tentun Khatulistiwa mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Tak tanggung-tanggung, hasil tenun warga Kampung Wisata Tenun itu dipamerkan dalam berbagai pameran. Hal ini juga tidak terlepas dari dukungan Pemkot Pontianak. Diketahui kampung wisata tersebut diresmikan akhir 2018.
Upaya pemerintah untuk mendukung Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa, diantaranya memperbaiki jalan di wilayah tersebut. Tak hanya membangun fisik, Pemkot Pontianak sudah beberapa kali mendatangkan narsumber untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para penenun.
"Nantinya di sini juga akan dibuat galeri khusus untuk pemasaran hasil tenun kami. Untuk saat ini hasil tenun kami beberapa sudah dibantu dipasarkan di Dekranasda Kota Pontianak," ujarnya.
Kawasan kampung wisata tenun ini memiki penenun-penenun tradisional, yang mana keberadaan mereka harus dilakukan pembinaan dan pelestarian salah satunya dengan meresmikan kawasan ini.
Edi Rusdi Kamtono, Wali Kota Pontianak pun berharap dengan di resmikannya kampung wisata ini dapat memberikan dampak positif.
"Dengan diresmikannya Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa ini akan memberikan dampat positif terutama bagi warga yang berada di kawasan ini" ungkap Edi Kamtono.
Edi juga menilai bahwa dengan diresmikannya kampung wisata tenun ini tidak hanya akan berdampak pada kain tenunnya saja namun pasti juga akan berdampak pada kuliner dan sovenir maupun oleh-oleh khas Pontianak lainnya yang ada di kawasan ini.
Di kawasan Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa ini memiliki 16 rumah penenun dengan 22 jumlah alat penenun serta ada 40 orang tenaga ahli tenun. Untuk mengontrol kawasan wisata ini dibentuklah struktur kepengurusan agar aktivitas tenun di kawasan wisata ini dapat terarah dan terkoordinasi dengan baik.
Kepala pengelola kawasan wisata tenun khatulistiwa, Bapak Mustafa juga menjelaskan bahwa di kampung ini para ibu-ibu rumah tangga juga sangat kreatif.
Karena selain kerajinan tenun para ibu rumah tangga juga memproduksi manik-manik, kue ulang tahun dan lain sebagainya. Usaha ini dilakukan tentu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Rumah-rumah warga punya pot-pot bunga yang dicat dengan corak yang khas ala Pontianak, yakni corak insang. (dok)