PONTIANAK, SP – PT Kiwoom Sekuritas Indonesia resmi membuka kantor perwakilan di Kalimantan Barat (Kalbar). Kehadiran perusahaan sekuritas ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap investasi pasar modal sekaligus memperkuat literasi dan edukasi keuangan di daerah.
Peresmian berlangsung di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Barat yang sekaligus menjadi lokasi kantor perwakilan Kiwoom Sekuritas.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Wilayah BEI Kalbar Ardhy Anto, Vice President PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Audi Kasmarandana, serta kalangan akademisi, investor, anggota bursa, masyarakat umum, dan mitra strategis lainnya.
Pembukaan kantor perwakilan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan perusahaan sekuritas sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat mengenal dan memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu alternatif investasi.
Kepala Wilayah BEI Kalbar, Ardhy Anto, mengatakan pihaknya tetap optimistis terhadap perkembangan pasar modal ke depan meskipun situasi ekonomi diwarnai ketidakpastian dan volatilitas.
Menurutnya, sejumlah indikator pasar modal di Kalimantan Barat menunjukkan perkembangan positif, terutama dari sisi pertumbuhan jumlah investor dan aktivitas transaksi.
Berdasarkan data hingga Agustus 2026, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Barat bertambah hingga total mencapai 500.465 investor. Angka tersebut menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap instrumen investasi di pasar modal.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025, penambahan investor pasar modal di Kalbar tercatat sebanyak 86.883 investor.
“Di tengah situasi dan kondisi yang penuh dengan ketidakpastian dan volatilitas yang cukup tinggi, kami tetap optimistis ke depan kondisi akan lebih baik, termasuk dalam industri pasar modal,” ujar Ardhy.
Dari sisi transaksi, nilai transaksi pasar modal Kalimantan Barat hingga Agustus 2026 tercatat mencapai Rp50,42 triliun, dengan rata-rata frekuensi transaksi sekitar 1,15 juta kali per bulan.
Sementara itu, sepanjang 2025, nilai transaksi tercatat sebesar Rp71,8 triliun dengan rata-rata frekuensi transaksi sekitar satu juta kali per bulan.
Menurut Ardhy, perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas pasar modal di Kalimantan Barat yang perlu didukung melalui perluasan akses informasi, peningkatan literasi keuangan, serta edukasi investasi yang berkelanjutan.
Vice President PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Audi Kasmarandana, mengatakan pembukaan kantor perwakilan di Kalimantan Barat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berperan aktif dalam membangun dan memajukan pasar modal Indonesia.
Ia menyebutkan, perluasan kehadiran perusahaan di berbagai daerah diharapkan dapat mendekatkan layanan pasar modal kepada masyarakat sekaligus memperluas kesempatan untuk memperoleh informasi investasi yang tepat.
Audi juga menegaskan kesiapan Kiwoom Sekuritas untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kalimantan Barat, khususnya BEI, dalam menyelenggarakan program literasi dan edukasi bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal pasar modal, tetapi juga memahami cara kerja instrumen investasi, potensi keuntungan, serta risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan investasi.
Edukasi dinilai penting agar pertumbuhan jumlah investor berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman mengenai investasi yang sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing.
Selain mendorong kehadiran perusahaan sekuritas, BEI Kalbar juga terus memperluas fasilitas edukasi pasar modal melalui pembentukan galeri investasi di berbagai daerah.
Ardhy mengungkapkan, sepanjang 2026 hingga periode pelaporan tersebut, sebanyak sembilan galeri investasi baru telah dibuka di Kalimantan Barat. Dengan penambahan itu, jumlah galeri investasi BEI di provinsi ini mencapai 36 unit yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Keberadaan galeri investasi diharapkan menjadi pusat informasi dan pembelajaran bagi masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang ingin mengenal dunia pasar modal secara lebih mendalam.
Dengan dukungan perusahaan sekuritas, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, fasilitas tersebut juga berpotensi menjadi sarana untuk mempertemukan pembelajaran teori dengan praktik investasi.
Dari kalangan akademisi, M. Fahmi menyambut kehadiran Kiwoom Sekuritas di Kalbar. Menurutnya, bertambahnya perusahaan sekuritas yang hadir di daerah dapat memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan, khususnya dalam memperluas pengalaman mahasiswa mengenai praktik pasar modal.
Ia berharap keberadaan kantor perwakilan tersebut dapat membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi melalui program edukasi, pelatihan, maupun praktik langsung yang berkaitan dengan aktivitas pasar modal.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman dari materi perkuliahan, tetapi juga dapat mengenal mekanisme industri secara lebih dekat.
Harapan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri jasa keuangan. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan serta pilihan investasi yang tersedia.
Kehadiran Kiwoom Sekuritas di Kalbar pun diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pasar modal daerah. Melalui perluasan akses layanan, peningkatan literasi, dan kerja sama lintas sektor, pertumbuhan investor di Kalbar diharapkan diikuti pemahaman investasi yang lebih baik dan bertanggung jawab.(din)