Oleh: Syafaruddin Daeng Usman, Penulis Buku Sisi Lain Bang Edi
SEPERTI tercukupkan semua kepenatan saya dalam menjalin serpihan satu kisah yang dapat menginspirasi dan memotivasi tentang bagaimana sosok Ir H Edi Rusdi Kamtono MM MT Walikota Pontianak dua periode berpegang teguh dan gigih merawat idealisme dalam menghela semangat dan suatu capaian.
Tentu bukanlah hal yang mudah menjalin serpihan menjadi
lembaran yang memuat sebuah sisi lain keseharian Edi Rusdi
Kamtono, Bang Edi, karena dia memiliki multi dimensi sehingga
tidak dapat dibidik dari satu sisi saja.
Inilah upaya saya mengumpulkan kisah dari berbagai sisi atau dimensi Bang Edi dari masa kanak-kanak, masa muda, sampai saat ini.
Bukanlah persoalan yang mudah untuk menghimpun kisah atau
penuturan Bang Edi di tengah banyak kesibukannya mengemban amanat rakyat untuk memimpin Kota Pontianak.
Ternyata, membuat janji bertemu dengan Bang Edi untuk menggali kisahnya, menjadi tugas tersendiri pada saya.
Terbayang bagaimana saya menyibukkan diri mengintai jadwal longgar Bang Edi di antara jadwal yang kadang dalam saat bersamaan dirinya harus memenuhi kegiatan di luar yang terjadwal. Senang dan perih tentu menjadi cerita tersendiri.
Perihnya bagaimana saya harus “tabah” menanti waktu yang
cukup tersedia untuk bertemu Bang Edi. Tetapi rasa senang yang saya alami dapat menghapus semua keperihan itu.
Dan sebaliknya yang muncul adalah rasa bangga menjadi perajut serpihan menjelma sebuah buku Sisi Lain Bang Edi, bisa menyimak masa-masa sekolah, kuliah, pecinta alam, seorang arsitek, hingga Bang Edi sebagai sosok suami, ayah, kakek dan panutan keluarganya.
Anak muda milenial sekarang dan akan datang perlu mengetahui riwayat hidup, bakti, dan bukti pengabdian para tokoh
untuk masyarakat, daerah, bangsa, dan negaranya.
Akan ditemukan suatu yang kait mengait, berpilin berkelindan, antara berbakti dan mengabdi dari seorang figur untuk keluarga, masyarakat, daerah dan negaranya, tak terkecuali juga Edi Rusdi Kamtono.
Bukan bermaksud untuk memuji, tidak pula menyanjung. Tetapi
tiap orang yang sudah atau pernah mengenal sosok tokoh Bang Edi
bersepakat bahwa dia adalah seorang yang rendah hati, terkadang
terlalu rendah hati.
Dia bukanlah orang yang suka atau mau menonjolkan diri ke muka, bahkan kalau dapat, hendaknya selalu ada di belakang layar. Bang Edi dikenal pula sebagai seorang yang
lekas berhiba hati, seorang pendalam rasa, bahkan bisa disebutkan
sebagai seorang yang impulsif, sering bertindak karena didorong
hati dan perasaan.
Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah
Swt, dan tentu ada rasa bangga di dalam diri pribadi, saya persembahkan buku Sisi Lain Bang Edi sebagai kado ulang tahun Beliau.
Semoga dapat menjadi media belajar dari perjalanan Ir H Edi Rusdi Kamtono MM MT, bagaimana mengimplementasikan semangat dalam kehidupan yang nyata dalam konteks yang tepat. (*)