Opini post authorBob 21 Desember 2021

Makna Doa & Restu Seorang Ibu

Photo of Makna Doa & Restu Seorang Ibu Widia Permatasari, Mahasiswi Magister Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

KASIH ibu yang merupakan lagu yang populer yang diciptakan oleh SM Mochtar. Lagu yang sangat terkenal tersebut dinyanyikan pada setiap peringatan Hari Ibu. Liriknya adalah Kasih bu kepada beta. Tak terhingga... sepanjang masa.

Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya... menyinari dunia. Lagu yang termasuk lagu anak-anak ini sering dinyanyikan ketika anak-anak di sekolah, mulai dari TK hingga SD. Hasil karyanya kini melegenda dan menjadi satu paket dengan Hari Ibu.  Hari Ibu jatuh tepatnya pada tanggal 22 Desember 2021.

Ada sebuah kisah Siti Maryam yang melahirkan seorang Nabi tanpa ayah menjadi seorang ibu yang istimewa. Yaitu Nabi Isa AS. Siti Maryam yang sebelumnya tidak pernah digauli dan bersentuhan dengan seorang laki-laki.

Dia dituduh sudah berzina oleh penduduk Bani Israil. Sehingga, Siti Maryam hanya bisa diam dan bernazar tidak menjawab tuduhan-tuduhan dari penduduknya itu.

Untuk menjawab tuduhan yang diberikan kepada Siti Maryam, Nabi Isa AS akhirnya berbicara, “Ana Abdullah. Diriku adalah hamba Allah. Ia telah memberiku Alkitab, dan ia telah mengurusku menjadi seorang nabi." (Sibel Eraslan, 2014).

Lagu kasih ibu yang dibuat tidak hanya sekadar untuk seorang anak, yang menyanyikan kemudian dipersembahkan kepada seorang ibu.

Namun, Kasih Ibu memiliki arti penting yang harus diketahui oleh anak, sebab mereka diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang tua oleh karena itu, bersilaturahim kepada orang tua itu lebih utama dibandingkan dengan sanak famili lainnya. Sedangkan, berbakti kepada ibu, lebih-lebih lagi. Sebab, di telapak kakinya surga itu berada.

Dari Mu’awiyah bin Jahimah, bahwa Jahimah pernah datang menemui Nabi saw. dan berkata: “Ya Rasulullah, aku ingin berjihad utuk tu dan aku datang untuk meminta saranmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Apakah engkau mempunyai ibu?” Ia berkata, ‘Ya.” Rasulullah saw. bersabda, “Kalau demikian, berbaktilah kepadanya karena sesungguhnya surga berada pada kedua kakinya.” (HR. An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim, hadits shahih). Hadis ini menunjukkan bahwa betapa penting berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu. Karena, ibu yang telah melahirkan dan membesarkan sang anak.

Adapun kisah nyata yang menceritakan keistimewaan dari seorang ibu. Misalnya, penulis menemukan ada seorang anak yang patuh terhadap perintah ibunya. Jika, kemana-kemana pergi ikut ibunya, sampai dia sudah besar, dia sekarang sedang kuliah S2 di salah satu universitas islam negeri di Yogyakarta.

Kuliah yang dia laksanakan saat ini daring, jadi dia sempat ke kampusnya sebentar. Kemudian, balik lagi ke daerah tempat tinggalnya di Pontianak. Dia cukup sabar membonceng ibunya ketika ibunya mengajak pergi arisan, undangan, dan silaturahmi ke rumah keluarga.

Tidak hanya itu seorang anak sangat dianjurkan berbuat baik kepada ibu dan bapak. Mengingat keutamaan yang memberi pahala yang berkali lipat apabila melakukannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Isra’ ayat 23 yang artinya “Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut  dalam pemeliharaanmu. Maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Kadang dia sedikit agak menggerutu, tapi dia menjalaninya dengan ikhlas. Sehingga, ibunya selalu mendoakan dirinya, agar segera mendapat jodoh pujaan hati yang diinginkannya. Seorang calon suami yang saleh. Kadang sang anak berpikir ingin kumpul dengan teman-teman seumurannya, nongkrong, happy fun, dan sebagainya.

Akan tetapi, dia yakin bahwa apa yang menurut sang anak baik, belum tentu bagi Allah baik. Sebaliknya, apa yang menurut Allah baik, sudah pasti untuk sang anak itu. Pada akhirnya, sang anak dari seorang ibu tadi pun mendapat seorang laki-laki yang baik yang akan menjadi calon suaminya. 

Makna Doa dari seorang ibu itu sungguh dahsyat, ridho Allah ridho walidain, wa sukhthilwalidain. Yaitu artinya Ridha Allah itu tergantung ridha kedua ayah bunda, dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua ayah bunda. Manfaat yang dimliki pada doa & restu dari seorang ibu untuk anak sangat diberarti untuk sang buah hati yang telah dilahirkan.

Perjuangan ibu sangat luar biasa, dari mulai melahirkan sampai membesarkan anak. Dalam firmannya Allah sudah menjelaskan “Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya (menyusuinya) dalam dua tahun.”   

Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw. menyampaikan bahwa orang yang paling utama untuk mendapatkan kebaikan adalah ibu. Bahkan beliau saw.menyebutnya sampai tiga kali sebelum menyebut posisi ayah. Dalam sebuah hadits shahih ada seorang sahabat datang kepada  Rasulullah dengan mengatakan, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang lebih berhak untuk mendapatkan kebaikan dariku?” Nabi saw. menjawab, “Ibumu.” “Selanjutnya siapa?” “Ibumu.” “Lalu?” “Ibumu.” “Kemudian?” “Ayahmu. Kemudian keluargamu yang dekat dan orang-orang yang lebih dekat lagi.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Maksud dari berbakti kepada orang tua terutama ibu yaitu janganlah seorang anak durhaka. Atau Jangan melawan dan jangan menentang apa yang diperintahkan kedua orang tua kepada mereka. Jika mereka sudah mengerti, sang anak akan menerima dengan segala keadaannya.

Walau kedua orang tua mereka sudah berpisah, mereka harus dan wajib berbakti kepada kedua orang tuanya tersebut. Adapula kedua orang tua dari sang anak yang tidak seakidah dengan sang anak atau berbeda keyakinan. Maka, sang anak tetap wajib menghormati kedua orang tua mereka, terutama ibu. Selamat Hari Ibu 2021. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda