Oleh: Syarif usmulyani Alqadrie - Pengamat Transportasi Intermoda Kalbar
Peluang Kalbar menjadi pemain global player sangat terbuka lebar dengan melihat potensi Geostrategis dan Geopolitik baik di udara Laut dan darat.
Dalam menghadapi Perubahan konstilasi Politik global yang begitu cepat berubah maka diperlukan inovasi cara berpikir intrepreneur dari para pengambil kebijakan di negeri ini.
Kata kunci untuk menghadapi persaingan global Kalbar para pemimpin pengambil kebijakan Daerah ini harus Beyond Expectation, Key wordnya adalah percepatan pembenahan pembangunan dalam bidang transportasi baik darat, laut dan udara, Maka itu di perlukan System Connecting Transportation dengan Aksesibilitas yang terukur antar moda tersebut.
Sistem jaringan transportasi harus terhubung dengan baik, mulai jalur jalan di pedalaman Kabupaten kota dengan jalan Provinsi sampai jalan nasional harus memiliki ketersambungan secara terintegrated mulai lebar jalan sampai kekuatan jalan.
Kalau yang dipakai untuk muatan kontainer bergerak melintas jalan itu harus jalan kelas satu maka jalan daerah Provinsi yang menjadi tanggung jawab jalan nasional juga harus jalan kelas satu, supaya seimbang dan berkesinambungan, kalau tidak jalan Provinsi yang menjadi jalan nasional akan hancur.
Karena kekuatan jalannya berbeda disebabkan kendaraan yang masuk itu sudah terisi penuh dengan standar kekuatan jalan kelas satu di jawa.
Hal ini harus diperjuangkan oleh pihak Legislatif dan Eksekutif sampai ke Pusat termasuk anggarannya.
Melihat potensi Kalbar dengan SDA nya yang berlimpah, itu adalah keuntungan pemasukan bagi begara. Dalam kondisi ini diperlukan jalur distribusi yang safety secure and comfort.
Pelabuhan Kijing menjadi icon sebagai pusat distribusi nasional maupun internasional karena posisinya menghadap laut natuna merupakan jalur perdagangan Asia Pasifik.
Saat ini dengan adanya Pelabuhan kijing yang bisa bersandar empat belas kapal yang berukuran besar sebagian sandar kapal tersebut bisa menampung lima puluh ribu tonase malah bisa lebih apabila dilakukan sedikit pengerukan.
Kondisi ini bisa menjadikan pelabuhan laut internasional Kijing bisa menjadi hub logistik nasional untuk Kalimantan bahkan dunia yang bisa menjadi penyuplai keluar negeri seperti Cina, Taiwan, Korea dan Jepang. Belum lagi bila pusat pemerintahan menjadi kenyataan pindah ke Kalimantan Timur.
Ini bisa menjadi peluang besar Kalbar menjadi sebagai jembatan pasar internasional. Tapi kembali melihat peta problem saat ini adalah transportasi jalan Kalbar yang hancur ini akan menutup peluang potensi yang besar tersebut.
Maka itu harus ada terobosan berpikir cemerlang dari para pemikir mulai dari pusat sampai ke daerah, baik Legislatif maupun Eksekutif. Dengan catatan kita Kalbar harus punya pabrik produksi pengolahan karena barang yang dikirim dari Kalbar harus dalam bentuk jadi tidak dalam bentuk Raw material sesuai dengan program hilirisasi Indonesia saat ini.
Dengan peluang geostrategis dan geopolitik diperlukan satu kesepahaman dari semua pejabat institusi pusat dan daerah untuk duduk bersama dengan satu kata "Bergerak untuk memajukan Kalbar" faktor infrastruktur harus segera diatasi terutama jalan dari dan ke pelabuhan internasional Kijing segera terealisasi.
Sedikit disampaikan penulis tentang ruang udara kita atau Air space diatas wilayah Kalimantan ini adalah sangat strategis karena pesawat yang melintas diatasnya cukup banyak dan ini bisa menjadi pendapatan bagi daerah yg selama ini hanya BNBP yang diambil pusat.
Hasil produk kalbar yang lain tambang - sawit perlu di renegosiasi ulang dengan pusat tentang bagi hasilnya. Belum lagi Kalau kita bicara Pelabuhan Udara kita saat ini adalah sudah menjadi Airport of entry bisa memberikan pemasukan devisa dari pajak dan perdagangan selain sudah menjadi Internatsional Airport kondisi ini bisa mendatangkan Direct investation dari manca negara untuk langsung Mlmendarat di Airport Supadio ( INTERNASIONAL AIRPORT SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN= "SSA".).