Ponticity post authorKiwi 01 Juni 2026

Wagub Kalbar Pakai Pinjam Vespa Super Bruder Steph, Momen Solidaritas Warnai Pontianak Mods Mayday 2026

Photo of Wagub Kalbar Pakai Pinjam Vespa Super Bruder Steph, Momen Solidaritas Warnai Pontianak Mods Mayday 2026

PONTIANAK, SP - Gelaran Pontianak Mods Mayday 2026 kembali menjadi magnet besar bagi komunitas pecinta Vespa dan budaya skuter di Kalimantan Barat.

Ratusan peserta memadati area Museum Kalimantan Barat (Kalbar) sebelum melakukan rolling city menuju titik akhir di Haruna Cafe, Jalan Perdana.

Sejak siang hari, suasana sudah dipenuhi antusiasme para scooterist yang datang dari berbagai komunitas. Tepat pukul 15.00 WIB, peserta mulai berkumpul dan mempersiapkan rangkaian kegiatan rolling.

Acara resmi kemudian dimulai pukul 16.00 WIB dengan doa bersama dan pelepasan konvoi.

Rute konvoi melintasi sejumlah ruas utama Kota Pontianak, dimulai dari Museum Kalbar, melewati Jalan Ahmad Yani, Teuku Umar, Cemara, kembali ke Ahmad Yani, memutar di kawasan Tugu Digulis Universitas Tanjungpura, lalu berakhir di Jalan Perdana menuju Haruna Cafe.

Apresiasi Wagub Kalbar: Solidaritas Jadi Teladan

Acara pembukaan turut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar, Krisantus Kurniawan, yang memberikan apresiasi terhadap soliditas komunitas Vespa.

Menurutnya, nilai persaudaraan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan para scooterist menjadi contoh positif bagi komunitas lainnya.

“Komunitas lain harus belajar dari komunitas Vespa. Sikap saling membantu sangat terlihat ketika ada yang mengalami kendala di jalan,” ujarnya.

Apresiasi tersebut selaras dengan kejadian di lapangan, ketika kendaraan yang digunakan Wagub Kalbar, sebuah Bajaj India, mengalami gangguan mesin setelah menempuh perjalanan singkat sekitar 500 meter.

Dalam momen tersebut, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, tokoh senior Vespa Kalbar yang juga Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Pendiri sekaligus Penasehat FRKP West Borneo Vespa Lovers, serta tokoh Vespa berkaliber nasional, langsung mengambil tindakan spontan.

Ia menawarkan Vespa Super miliknya untuk digunakan oleh Wagub Krisantus agar konvoi tetap dapat dilanjutkan. Bahkan helm pribadinya turut diberikan demi keselamatan perjalanan.

“Beliau saya persilakan memakai Vespa Super saya, sekaligus helm saya. Saat itu saya sendiri berboncengan dengan Aseng Junior dari FRKP,” ungkap Bruder Stephanus.
Aksi tersebut menjadi simbol kuat solidaritas dan nilai kemanusiaan yang selama ini melekat pada komunitas Vespa, khususnya di Kalimantan Barat.

Musik, Komunitas, dan Kebersamaan di Haruna Cafe

Setelah konvoi berakhir, rangkaian acara dilanjutkan di Haruna Cafe dengan suasana yang semakin hangat.

Sesuai rundown, panggung musik diisi oleh sejumlah band lokal seperti Blink Blank, Steadycoast Pontianak Orchestra Project, Sweet Mushroom, dan Babyrasta yang menutup penampilan dengan penuh energi.

Selain musik, kegiatan juga diisi dengan talkshow komunitas dan sesi ramah tamah antar peserta. Suasana semakin cair ketika Wagub turut menyumbangkan beberapa lagu yang membuat peserta ikut bernyanyi dan berjoget bersama.
.Menariknya, saat waktu Magrib tiba, seluruh rangkaian kegiatan dihentikan sementara untuk memberi kesempatan peserta menunaikan ibadah salat, sebelum acara kembali dilanjutkan hingga malam.

Jejak Panjang Solidaritas Komunitas Otomotif Kalbar

Bagi para pelaku komunitas otomotif senior, kegiatan ini mengingatkan pada sejarah panjang persatuan komunitas kendaraan di Kalbar.

Salah satu tokoh yang dikenal dengan sapaan “Si Plontos Bertato di Kepala” menyebutkan bahwa semangat seperti ini pernah dibangun sejak awal 2000-an.

“Ini mengingatkan saya pada kegiatan tahun 2001 di Pasir Panjang dan 2003 di Gedung Arena Remaja (sekarang PCC) yang saat itu dibuka oleh almarhum Wali Kota Pontianak, Bapak Buchary,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan besar komunitas Vespa berikutnya yang direncanakan di Temajo pada Juli 2026 dapat menjadi ajang yang lebih besar dengan kehadiran komunitas dari Pulau Jawa, Malaysia, hingga Brunei Darussalam.

Pontianak Mods Mayday 2026 akhirnya bukan sekadar ajang konvoi atau pertunjukan musik, melainkan perayaan budaya, solidaritas, dan persaudaraan yang memperkuat identitas komunitas Vespa sebagai simbol kebersamaan yang melintasi batas sosial dan wilayah. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda