Ponticity post author Kiwi 04 September 2026

Lawan Kabut Asap, UNTAN Perkuat Pasukan Relawan Kesehatan

Photo of Lawan Kabut Asap, UNTAN Perkuat Pasukan Relawan Kesehatan

PONTIANAK, SP - Di tengah ancaman karhutla dan kabut asap yang dapat menggangu kesehatan masyarakat, kesiapan relawan menjadi salah satu kunci dalam memberikan pertolongan cepat dilapangan.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan tersebut, Klinik Pratama Universitas Tanjungpura atau UNTAN bersama ASA Foundation menggelar kegiatan “Penguatan Resiliensi Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Karhutla melalui Kolaborasi Lintas Sektor Berbasis Sustainable Development Goals atau SDGs Tahun 2026.”

Kegiatan ini secara khusus membekali para relawan yang dipersiapkan untuk mendukung program Rumah Oksigen atau Oksipoin.

Beragam materi diberikan, mulai dari pengenalan karhutla, evakuasi Tim Oksipoin, penanganan dan mitigasi di lapangan, hingga praktik penatalaksanaan bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla.

Relawan juga dibekali pengetahuan mengenai dampak paparan asap, perlindungan kelompok rentan, penggunaan masker respirator, deteksi dini titik api, hingga langkah evakuasi ketika kebakaran mulai mendekati permukiman.

Ns. Faisal Kholid Fahdi, S.Kep., Ners., M.Kep., M.Pd., mengatakan pelatihan ini menjadi bekal penting agar relawan tidak hanya siap membantu, tetapi juga mampu memberikan pertolongan dasar secara tepat ketika masyarakat mengalami gangguan pernapasan.

“Pelatihan ini bertujuan agar relawan mampu menangani masyarakat yang mengalami sesak napas, termasuk dalam pemasangan oksigen, memahami penanganan dan mitigasi bencana, serta mengetahui langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Ns. Faisal Kholid Fahdi.

Kemampuan tersebut dinilai penting karena paparan asap karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari batuk, sesak napas, dan iritasi mata, hingga memperburuk penyakit seperti asma dan bronkitis.

Anak-anak, lansia, ibu hamil dan menyusui, serta masyarakat dengan penyakit penyerta menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

Karena itu, relawan juga mendapatkan edukasi mengenai langkah pencegahan, seperti membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga kualitas udara di dalam rumah, menggunakan masker respirator yang sesuai, serta mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan sejak dini.

Pelatihan dilanjutkan dengan materi dan praktik penatalaksanaan bantuan karhutla yang disampaikan Dr. Poppy Novitarini M. Ked (An), SpAn-TI, Subsp M.N (K).

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai hipoksia dan terapi oksigen, termasuk bagaimana memberikan bantuan yang tepat pada kondisi gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Pembekalan ini sekaligus memperkuat keberadaan Rumah Oksigen atau Oksipoin, yang resmi beroperasi sejak 1 September 2026 sebagai fasilitas untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap karhutla.

Layanan penyediaan oksigen tersebut akan terus dievaluasi secara berkala setiap dua minggu, dengan keberlangsungannya menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Saat ini, Oksipoin telah memiliki Posko 1 di sekretariat utama Klinik Pratama UNTAN, Kota Pontianak, dan Posko 2 di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Sementara Posko 3 di Kabupaten Kayong Utara masih dalam tahap pengembangan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Klinik Pratama UNTAN tidak hanya memperkuat fasilitas kesehatan, tetapi juga membangun kesiapan sumber daya manusia di lapangan.

Dengan relawan yang terlatih dan dukungan Rumah Oksigen, respons terhadap dampak kesehatan akibat karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Kalimantan Barat menghadapi ancaman karhutla dan kabut asap. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda