Ponticity post author Kiwi 06 Oktober 2026

Pertarungan 10 Oktober Semakin Dekat, Daud “The Boxing Senator” Yordan Bawa Ambisi Besar Kembali Menggebrak Ring Tinju Dunia dari Pontianak

Photo of Pertarungan 10 Oktober Semakin Dekat, Daud “The Boxing Senator” Yordan Bawa Ambisi Besar Kembali Menggebrak Ring Tinju Dunia dari Pontianak

PONTIANAK, SP - Waktu pertarungan semakin dekat. Petinju sang juara dunia kebanggaan Kalimantan Barat (kalbar), Daud Yordan, bersiap kembali naik ring di tanah kelahirannya melalui ajang yang bertajuk Back to Champion 2026 yang akan berlangsung di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, Sabtu (10/10/2026).

Laga ini menjadi momentum penting bagi Daud untuk kembali menunjukkan kualitasnya di hadapan masyarakat Kalimantan Barat sekaligus membuka jalan menuju target yang lebih besar pada 2027.

Pertarungan Daud Yordan melawan petinju asal Filipina, Ador Torres, dijadwalkan berlangsung dalam kelas super welterweight selama 10 ronde. Laga utama tersebut menjadi bagian dari agenda yang dipersiapkan Daud Yordan Promotions (DYP) sebagai perjalanan menuju pertarungan yang lebih besar, termasuk peluang menghadapi legenda tinju dunia Manny Pacquiao.

Bagi Daud, pertarungan di Pontianak bukan sekadar laga comeback.

Setelah menjalani perjalanan panjang di dunia tinju profesional dan kini juga menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI periode 2024-2029, petinju kelahiran Kalimantan Barat itu ingin membuktikan bahwa dirinya masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tinggi.

CEO Daud Yordan Promotions, Alex Kristian, mengatakan pertandingan di Pontianak menjadi salah satu tahapan penting dalam upaya membuka peluang Daud menghadapi Pacquiao pada 2027.

“Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan Daud untuk mengejar target yang lebih besar pada 2027. Tetapi sebelum sampai ke sana, tentu Daud harus menunjukkan performa terbaiknya terlebih dahulu di atas ring,” ujar Alex.

Menurutnya, pemilihan Pontianak sebagai lokasi pertandingan memiliki makna tersendiri. Daud merupakan putra daerah yang tumbuh di Kalimantan Barat dan selama kariernya telah membawa nama Indonesia di pentas tinju internasional.

“Daud lahir dari daerah ini, tumbuh membawa nama Kalimantan Barat, dan sekarang kembali bertanding di hadapan masyarakatnya sendiri. Ini menjadi momentum yang penting, bukan hanya bagi Daud, tetapi juga bagi masyarakat Kalimantan Barat,” katanya.

Sementara itu, Daud Yordan menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru berbicara mengenai pertarungan besar sebelum menyelesaikan laga di Pontianak.

Ia ingin menjadikan Back to Champion 2026 sebagai panggung untuk membuktikan kemampuan sekaligus menunjukkan kepada publik bahwa dirinya masih mampu tampil kompetitif.

“Back to Champion adalah tempat saya membuktikan diri terlebih dahulu. Saya ingin masyarakat Kalimantan Barat ikut menyaksikan perjalanan ini dari awal. Kalau saya ingin mengejar pertandingan yang lebih besar, saya harus membuktikannya dulu di atas ring,” ujar Daud.

Menuju Pertarungan Besar

Target menghadapi Manny Pacquiao menjadi salah satu motivasi yang membuat pertarungan Daud di Pontianak semakin menarik. Namun, target tersebut tidak akan datang begitu saja. Performa dan kemenangan meyakinkan menjadi modal penting bagi Daud untuk membuka peluang menuju pertarungan yang lebih besar.

Karena itu, laga 10 Oktober mendatang menjadi ujian tersendiri. Daud harus melewati Ador Torres sebelum berbicara lebih jauh mengenai agenda 2027.

Pertarungan utama ini juga menjadi bagian dari konsep sportainment yang diusung DYP. Selain menghadirkan Daud Yordan, ajang tersebut memberikan ruang kepada sejumlah petinju nasional untuk tampil dan mendapatkan pengalaman bertanding.

Beberapa nama yang dijadwalkan ambil bagian di antaranya Yohanes Yordan, Ibrahim Aroby, Hebi Marapu, Gusti Elnino, Leonardo Yordan, serta sejumlah petinju lainnya.

Yohanes Yordan dijadwalkan menghadapi Ibrahim Aroby dalam perebutan Sabuk Emas Kapolda Kalbar. Sementara Hebi Marapu akan menghadapi Gusti Elnino dalam duel sesama juara tinju Indonesia. Leonardo Yordan juga dijadwalkan tampil menghadapi petinju Thailand, Chakkit Ratchakhot.

Rangkaian partai tersebut membuat Back to Champion 2026 tidak hanya menjadi panggung comeback Daud Yordan, tetapi juga menjadi ruang bagi petinju-petinju Indonesia untuk mendapatkan panggung dan membangun karier menuju level yang lebih tinggi.

Dari Pontianak Menanti

Semakin dekatnya jadwal pertarungan membuat antusiasme masyarakat Kalimantan Barat terhadap laga tersebut terus menguat. Kehadiran Daud di Pontianak menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung salah satu petinju terbaik Indonesia bertanding di daerah asalnya.

DYP juga berharap pertandingan ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun kembali gairah tinju profesional di Tanah Air, khususnya dengan memberikan kesempatan kepada petinju muda untuk tampil dalam sebuah panggung profesional.

“Yang kami bangun bukan hanya satu pertandingan. Kami ingin ada ekosistem tinju profesional yang terus berkembang. Petinju harus punya panggung, punya pertandingan dan punya peluang untuk membangun kariernya,” kata Alex.

Pertandingan utama Daud Yordan vs Ador Torres dijadwalkan berlangsung Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB di GOR Terpadu Pangsuma, Pontianak, dalam kelas super welterweight 10 ronde.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung, tiket tersedia melalui platform YesPlis serta sejumlah kedai kopi yang menjadi titik penjualan resmi di Kalimantan Barat.

Sementara bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung ke arena, laga Back to Champion 2026 dijadwalkan disiarkan secara gratis melalui Garuda TV.

Kini, hitungan menuju 10 Oktober semakin pendek. Di hadapan publik Kalimantan Barat, Daud Yordan tidak hanya membawa nama dirinya sendiri. Ia membawa ambisi untuk kembali menjadi juara, membuka jalan menuju pertarungan yang lebih besar, dan membuktikan bahwa ring masih menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.(tim)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda