PONTIANAK, SP — Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2026 mulai digenjot Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kalbar. Selain meningkatkan kapasitas pelatih, FOPI juga menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) untuk memetakan kekuatan atlet sebelum ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Dua agenda itu digelar bersamaan di Gedung Rektorat Universitas PGRI Pontianak, 9–12 September 2026, yakni Pelatihan Pelatih Petanque Berlisensi Daerah dan Kejurprov Petanque Kalbar.
Ketua Umum FOPI Kalbar, Suherdiyanto, mengatakan peningkatan kualitas pelatih menjadi salah satu fondasi penting dalam pembinaan atlet. Pelatih tidak hanya dituntut menguasai teknik permainan, tetapi juga memahami regulasi, kondisi fisik, penyusunan program latihan dan evaluasi performa atlet.
“Pelatih adalah kunci pembentukan prestasi atlet. Karena itu, pelatih harus memiliki pemahaman tentang teknik, peraturan, fisik, program latihan, serta mampu melakukan evaluasi secara terukur,” kata Suherdiyanto, Minggu (13/9).
Ia mengatakan pelatihan tingkat daerah menjadi langkah awal untuk meningkatkan kompetensi pelatih sebelum melanjutkan ke jenjang sertifikasi yang lebih tinggi. Peserta juga mendapat materi teori dan praktik, termasuk teknik dasar serta model latihan petanque.
Di sisi lain, Kejurprov menjadi ajang bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding. Kejuaraan ini juga menjadi bahan evaluasi dan pemetaan kekuatan atlet menuju Porprov Kalbar yang dijadwalkan berlangsung November 2026.
“Kejurprov ini harus menjadi ajang pemetaan kekuatan atlet, evaluasi pembinaan, sekaligus seleksi menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Suherdiyanto meminta atlet tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran. Menurutnya, pengalaman bertanding penting untuk membangun mental dan meningkatkan kemampuan menghadapi tekanan kompetisi.
“Berlatihlah dengan disiplin, bertandinglah dengan sportivitas, dan berjuanglah dengan penuh integritas,” pesannya.
Wakil Ketua I KONI Kalbar, Syawal Bondoreso, mendukung langkah FOPI meningkatkan kualitas pelatih melalui program berlisensi. Menurutnya, sertifikasi merupakan bagian penting dalam membangun profesionalisme pembinaan olahraga.
“Jadi, tahapan-tahapan yang dilakukan petanque ini sudah benar, karena ada edaran Kemenpora pelatih itu harus memang bersertifikat,” kata Syawal.
Ia juga menilai kompetisi perlu diperbanyak karena kematangan atlet tidak hanya dibentuk melalui latihan. Jam terbang dibutuhkan agar atlet terbiasa menghadapi tekanan dan situasi pertandingan sebenarnya.
“Kompetisi harus diseringkan, karena matangnya atlet itu adalah ikut wajib berkompetisi,” tuturnya.
Syawal mendorong FOPI Kalbar memperkuat kolaborasi dengan KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga di daerah untuk membangun pembinaan yang berkelanjutan.
Pelatihan Pelatih Petanque Tingkat Daerah diikuti 26 peserta. Sementara Kejurprov Petanque Kalbar diikuti 49 peserta dengan mempertandingkan nomor Single Man dan Single Woman.
Hasil dari dua kegiatan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi FOPI Kalbar dalam menyiapkan atlet dan pelatih yang lebih kompetitif menghadapi Porprov Kalbar 2026 hingga jenjang nasional. (din)