Ponticity post author elgiants 13 September 2026

Wanita-wanita Disekitar Hery Kurdi, Para Istri Ekstra Hati-hati, Banyak Motiv Ani-ani Mendekati Suami Sukses, Warga Kalbar Minta Polisi Segera Ungkap Akun IG Estevani

Photo of Wanita-wanita Disekitar Hery Kurdi, Para Istri Ekstra Hati-hati, Banyak Motiv Ani-ani Mendekati Suami Sukses, Warga Kalbar Minta Polisi Segera Ungkap Akun IG Estevani

PONTIANAK, SP - Jagat media sosial di Kota Pontianak diguncang isu panas yang menyeret nama anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dari Partai NasDem, Hery Kurdi. Tudingan serius mulai dari keterlibatan kasus narkoba, pencucian uang, hingga isu perselingkuhan dan wanita simpanan mencuat dari serangkaian unggahan akun Instagram @estevanisellawijaya.

Meski Hery Kurdi telah resmi melaporkan pemilik akun tersebut ke Subdit Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Kalbar, akun tersebut terpantau masih aktif melancarkan serangan dan memberikan komentar sinis di media sosial, bahkan sempat mengkomentari berita yang dimuat di akun Instagram Suara Pemred.

“Npd suka boong putar terus bola pompong,” komentar Estevani Sella Wijaya.

Komentar tersebut sontak memancing perhatian dan memicu reaksi dari warganet. Salah satu akun dengan nama pengguna @jilviwania turut menimpali dengan nada tanya, “Iya kah mbk.

Sementara akun lain dengan nama pengguna @trmaaaa melontarkan pertanyaan terbuka, “Km siapanya kak kok bsa tau banyak?”

Hingga saat ini, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pemilik akun @estevanisellawijaya masih terus melontarkan berbagai tudingan di akun pribadinya, sementara publik menanti kepastian penanganan hukum dari pihak kepolisian.

Upaya konfirmasi yang dilakukan terhadap polemik pencemaran nama baik yang menyeret nama anggota DPRD Provinsi Kalbar ini masih menemui sejumlah kendala menyusul tertutupnya pihak terkait dan belum adanya keterangan resmi dari aparat penegak hukum.

Tim Suara Pemred sebelumnya telah berupaya melakukan wawancara khusus dengan mengirimkan sejumlah pertanyaan kepada pemilik akun Instagram @estevanisellawijaya.

Pertanyaan tersebut meliputi bentuk hubungan serta sudah berapa lama mengenal sosok Hery Kurdi. Kemudian alasan di balik pengungkapan narasi di media sosial yang sebelumnya dibantah keras oleh Hery Kurdi sebagai fitnah. Begitu juga dengan tanggapan atas langkah hukum resmi yang telah dilaporkan ke Polda Kalbar.

Namun upaya konfirmasi yang dilayangkan tersebut belum membuahkan hasil. Hingga saat ini, pemilik akun tersebut belum merespon permintaan wawancara khusus yang dikirimkan oleh tim media.

Di tengah bungkamnya pihak pemilik akun, Subdit Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Kalbar juga belum mengeluarkan keterangan resmi terkait progres penanganan laporan tersebut. Sementara, Hery Kurdi memilih bergeming dan enggan mengomentari tudingan yang dialamatkan kepadanya, serta menyatakan akan berbicara kepada publik setelah aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku.

Kasus ini kian melebar setelah akun Instagram @estevanisellawijaya turut menyeret nama seorang wanita bernama Rianty Rahmadiah Harahap (akun IG @prencessriyanty96). Sejumlah unggahan foto dan narasi diunggah oleh @estevanisellawijaya yang menunding kedekatan khusus antara wanita tersebut dengan sang legislator.

Isu ini juga memicu perbincangan luas mengenai fenomena kelompok sosial elite di Pontianak yang kerap dikaitkan dengan kalangan pejabat dan pengusaha.

Salah satu sumber Suara Pemred yang minta namanya tidak disebutkan membeberkan bahwa wanita kelahiran tahun 1992 tersebut dikenal bergaya hidup hedonis, sering bepergian ke luar negeri, dan memiliki sebuah butik.

“Saya kenal betul dengan dia, cewek ini kelahiran tahun 1992 kalau tak salah, sering keluar negeri, hidup hedon, dulu pernah dekat sama orang pajak di Pontianak. Punya butik, banyak kok yang tau siapa dia, Pokoknya ngeri, mungkin rebutan, hahaha, “ kata sumber tersebut.

Suara Pemred lalu mencoba untuk menghubungi Rianty, namun pesan WA yang dikirim tidak dijawab.

Selain itu, sumber ini juga menceritakan bahwa bukan rahasia lagi banyak pejabat pengusaha memiliki wanita simpanan. Bahkan di Kota Pontianak menurutnya ada geng atau kelompok-kelompoknya. Mereka hidup hedon dan doyan pelesiran, kesalon kecantikan, dan selalu muncul di dunia malam.

“Antara mereka tentu tak jarang bersaing, dan berantem untuk merebut lelaki sukses dan kaya. Ani-ani gila pokoknya kalau bersaing, ngeri. Hati-hati pokoknya kalau punya suami sukses dan kaya, para istri harus ekstra waspada dan jeli, sering sering periksa handpone dan transaksi keuangan suami, pasti ketemu, ha, ha, ha,” ungkap sumber ini sambil tersenyum.

Sementara itu, salah satu anggota dewan Kota Pontianak  yang tidak mau disebutkan namanya, menilai ada sisi lain dari ributnya isu panas yang menghantam Hery Kurdi. Dia menduga ada motif politik di balik serangan siber yang masif ini, terlebih namanya santer dicalonkan sebagai bakal calon Wali Kota Pontianak.

“Bisa saja ada lawan politiknya yang takut dengan sepak terjang Hery Kurdi, apalagi ada isu dia bakal maju di Pilkada Walikota Pontianak. Jadi, bagaimana lawan politiknya mencari cara dan bisa saja ada yang sengaja bermain dengan media sosial, dan itu dahsyat hasilnya. Makanya Hery Kurdi minta polisi segera mengangkap pemilik akun tersebut, maka akan ketahuan siapa yang ada kepentingan dalam hal itu,” kata pria berkulit sawo matang ini kepada Suara Pemred di sebuah café di Jalan GaJah Mada Pontianak.

Langkah Hukum

Seperti diketahui sebelumnya sejumlah unggahan di media sosial menuding anggota DPRD Kalbar dari Partai NasDem, Hery Kurdi, terlibat narkoba dan pencucian uang viral di Pontianak. Unggahan tersebut berasal dari akun Instagram @estevanisellawijaya.

Dalam video yang beredar, akun tersebut menampilkan sosok Hery Kurdi bersama gambar tumpukan uang dan melontarkan sejumlah tudingan, termasuk menyebut Hery sebagai “bos narkoba” serta menuduh adanya perselingkuhan, perempuan simpanan, hingga pencucian uang.

Seolah memiliki bukti yang kuat, pemilik akun tersebut bahkan meminta agar Hery dicopot dari jabatannya sebagai anggota DPRD Kalbar.

Merasa dituding dan difitnah, Hery Kurdi membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan melapor ke Subdit Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Kalbar.

“Lagi (berada) di Cyber Crime Polda,” tulis Hery saat dihubungi Suara Pemred untuk meminta klarifikasi terkait tudingan terhadap dirinya melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (9/9/2026).

Hery menekankan bahwa untuk saat ini dirinya belum dapat memberikan klarifikasi mengenai tudingan dari pemilik akun Instagram @estevanisellawijaya yang dinilainya telah menyebarkan fitnah terhadap dirinya.

“Ndak (tidak) perlu dulu buat klarifikasi. Tangkap dulu pelaku, baru umumkan ke publik tukang fitnah ini,” tegas Hery.

Hery meyakini kepolisian dalam waktu dekat akan mengungkap pelaku. Ia berjanji, apabila pelaku ditemukan, dirinya baru akan memberikan pernyataan kepada masyarakat terkait apa yang sebenarnya terjadi.

“Nanti jak (saja), biar selesaikan dulu. Pelaku sudah terdeteksi. Kalau sudah ketangkap, baru saya buat statement,” tulis Hery.

Klarifikasi NasDem

Nama Hery Kurdi memang dikenal memiliki basis massa yang kuat. Pada Pileg 2024, ia sukses melenggang ke DPRD Kalbar dari Dapil 1 Kota Pontianak dengan perolehan 20.124 suara sah.

Pelantikan Hery sebagai anggota DPRD Kalbar periode 2024–2029 dilakukan bersama 64 anggota lainnya pada 30 September 2024.

Sebelum duduk di DPRD Kalbar, Hery merupakan anggota DPRD Kota Pontianak periode 2019–2024 dari Partai NasDem. Ia terpilih dari Dapil Pontianak 5 yang mencakup Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara dengan perolehan 3.232 suara.

Sekretaris DPW Partai NasDem, Michael Yan Sriwidodo, menilai tudingan terhadap kader NasDem, Hery Kurdi, yang viral di media sosial merupakan tudingan personal.

“Ini hanya satu orang, sepertinya dendam pribadi,” kata Michael Yan kepada Suara Pemred saat dihubungi, Rabu (9/9).

Pernyataan tersebut disampaikannya setelah melihat langsung unggahan dari akun Instagram @estevanisellawijaya serta akun media sosial lain yang mengunggah ulang konten tersebut.

Meski begitu, menurut Michael, berdasarkan aturan, Partai NasDem akan memanggil Hery Kurdi secara resmi untuk dimintai penjelasan terkait tudingan terhadap dirinya yang telah viral dan menjadi konsumsi masyarakat luas.

“Iya, bisa saja nanti partai akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” jelas Michael Yan.

Digadang Calon Wali Kota Pontianak

Sebagai wakil rakyat, nama Hery Kurdi cukup dikenal masyarakat, khususnya di Pontianak dan daerah pemilihannya.

Perolehan suara yang didapat Hery Kurdi pada Pemilu Legislatif 2024 juga cukup signifikan.

Bahkan, nama Hery Kurdi saat ini disebut-sebut akan maju sebagai calon Wali Kota Pontianak pada pemilu mendatang.

Salah seorang warga Pontianak, Indra, mengatakan saat ini banyak masyarakat menyebut Hery sebagai sosok yang akan maju dalam Pilkada Pontianak dan bertarung dengan calon lainnya.

“Sudah lama bang nama Bang Hery ini disebut-sebut akan menggantikan sosok Pak Edi Kamtono. Orang juga tahu Bang Hery ini logistiknya kuat untuk maju di Pilkada,” kata Indra, yang berprofesi sebagai pengusaha, saat ditemui di salah satu kafe di Jalan Gajah Mada, Rabu (9/9/2026).

Pernyataan Indra mengenai kemampuan logistik Hery, menurutnya, cukup beralasan. Pasalnya, masyarakat kerap melihat sosok Hery Kurdi melintasi jalanan protokol menggunakan mobil mewah.

“Abang lihatlah mobil yang biasa dipakai dia, harganya mungkin sampai Rp3 atau Rp4 miliar. Jadi, kalau bicara logistik untuk maju Pilkada, pasti ada lah, Bang Hery,” ungkap Indra.

Berdasarkan penelusuran Suara Pemred, mobil mewah yang kerap digunakan Hery Kurdi merupakan mobil Mclaren seri s570 dengan kisaran harga mencapai 4-6 miliar untuk unit bekasnya

McLaren seri ini adalah mobil supercar buatan pabrikan Inggris yang masuk dalam kategori Super Series.

Warga Pontianak lainnya, Sholihin, juga mengatakan bahwa nama Hery Kurdi memang telah lama disebut sebagai calon Wali Kota Pontianak berikutnya untuk menggantikan Edi Kamtono.

“Sudah lama, Bang. Dia (Hery Kurdi) disebut akan maju di Pilkada Pontianak nanti. Bahkan, dulu juga sempat disebut akan ikut Pilkada 2024 lalu, tapi tidak tahu, tiba-tiba tidak jadi,” ujar Sholihin, yang sehari-hari berprofesi sebagai karyawan swasta di perusahaan percetakan.

Sholihin juga yakin secara finansial, Hery Kurdi mampu untuk maju di Pilkada Pontianak, meski begitu ia pun bertanya-tanya, dari mana asal finansial keuangan yang dimiliki Hery Kurdi.

“Saya pun sering bertanya ke kawan-kawan dari mana uang Bg Hery tuh, bisnis apa sebenarnya dia, tapi jawaban orang-orang aneh-aneh, bang. Bingung saya jadinya,” pungkas pria berperawakan kurus dan berkulit gelap. (hd/jee/ind)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda