Ponticity post author Kiwi 14 September 2026

Tancap Gas! Porserosi Pontianak Bidik Medali Terbanyak di Porprov XIV Kalbar Bersama Ketua Baru AM Hendra Gunawan

Photo of Tancap Gas! Porserosi Pontianak Bidik Medali Terbanyak di Porprov XIV Kalbar Bersama Ketua Baru AM Hendra Gunawan

PONTIANAK, SP – Lintasan Sirkuit Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak mulai dipanaskan. Para atlet Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Pontianak terus menggeber latihan, mengejar kecepatan, mematangkan teknik, sekaligus mengasah mental bertanding.

Semua diarahkan pada satu sasaran, Porprov XIV Kalimantan Barat 2026.

Di bawah kepemimpinan baru AM Hendra Gunawan, Porserosi Pontianak tidak ingin datang sekadar meramaikan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.

Target Prestasi Dipasang. Medali sebanyak-banyaknya dibidik. Hendra bahkan turun langsung melihat proses latihan atlet di lintasan SSA. Baginya, target besar harus dimulai dari proses pembinaan yang serius.

“Kami ingin pembinaan ini dilakukan secara serius, terarah dan terukur. Targetnya bukan hanya ikut bertanding, tetapi bagaimana atlet Pontianak mampu menunjukkan prestasi terbaik pada Porprov XIV Kalbar,” tegas Hendra.

Menurutnya, tidak ada jalan pintas untuk meraih prestasi.

Atlet harus menjalani latihan secara konsisten, disiplin, dan sesuai kebutuhan masing-masing nomor pertandingan. Kemampuan teknik, kecepatan, daya tahan, keseimbangan hingga mental bertanding harus dibangun secara bersamaan.

“Prestasi tidak bisa dibangun secara instan. Kita harus mulai dari pembinaan, memperkuat atlet dan pelatih, kemudian memberikan ruang kompetisi yang cukup,” ujarnya.

Bukan Sekadar Ikut Bertanding

Hendra ingin mengubah cara pandang terhadap pembinaan olahraga di Porserosi Pontianak.

Organisasi, menurutnya, tidak boleh hanya aktif ketika kejuaraan sudah di depan mata. Pembinaan harus berlangsung terus-menerus sehingga atlet memiliki waktu cukup untuk berkembang.

“Kita ingin Porserosi Pontianak tidak hanya aktif berkegiatan, tetapi juga mampu menghasilkan prestasi. Pembinaan atlet harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” katanya.

Karena itu, latihan yang berlangsung di Sirkuit SSA menjadi bagian penting dari persiapan menuju Porprov XIV.

Setiap sesi latihan harus memiliki tujuan.

Kecepatan harus ditingkatkan. Teknik harus dimatangkan. Kesalahan harus dievaluasi. Kondisi fisik harus dijaga. Dan mental bertanding harus terus ditempa.

Bagi Hendra, proses tersebut jauh lebih penting daripada sekadar mengejar hasil secara instan.

Sebab, podium Porprov tidak ditentukan oleh siapa yang paling bersemangat menjelang pertandingan, tetapi oleh siapa yang paling siap ketika perlombaan dimulai.

Tiga Nomor Jadi Mesin Medali

Porserosi Pontianak juga tidak ingin hanya bertumpu pada nomor Speed Inline Skate. Pembinaan diarahkan pada tiga kekuatan, yakni Sepatu Roda, Skateboard, dan Freestyle.

Ketiga nomor tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi Pontianak untuk bersaing dalam perebutan medali.

“Kita ingin melihat semua potensi yang ada. Tidak hanya sepatu roda, tetapi juga skateboard dan freestyle. Semuanya harus kita kembangkan,” kata Hendra.

Menurutnya, Pontianak memiliki banyak anak muda yang mempunyai minat dan bakat di olahraga tersebut.

Tantangannya adalah memastikan potensi itu tidak berhenti sebagai hobi. Harus ada pembinaan. Harus ada kompetisi. Harus ada pelatih yang mampu mengembangkan kemampuan atlet.

Dan harus ada sistem yang membuat atlet memiliki jalur prestasi yang jelas.

“Anak-anak kita punya potensi. Tugas kita adalah bagaimana potensi itu dibina dan diarahkan sehingga mereka mampu bersaing, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional,” tegasnya.

Ketua Baru Langsung Tancap Gas

Hendra resmi terpilih sebagai Ketua Pengkot Porserosi Pontianak melalui Musyawarah Kota (Muskot) Porserosi Pontianak di Ruang Rapat KONI Kota Pontianak, Kamis (3/9/2026).

Kepemimpinan baru tersebut membawa harapan agar pembinaan olahraga sepatu roda Pontianak semakin terarah.

Pengalaman Hendra di bidang pemerintahan dan perencanaan pembangunan menjadi modal untuk mengembangkan tata kelola organisasi berbasis program.

Ia saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalbar. Sebelumnya, Hendra juga pernah menduduki sejumlah posisi di lingkungan Bapperida Provinsi Kalbar, termasuk Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan (PPEP).

Pengalaman tersebut ingin diterapkannya dalam mengelola Porserosi.

“Kalau kita ingin prestasi, programnya harus jelas. Apa targetnya, siapa yang dibina, bagaimana proses latihannya dan apa yang harus dievaluasi, semuanya harus terukur,” ungkapnya.

Ia tidak ingin pembinaan atlet hanya bersifat musiman. Program harus disusun untuk jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Porprov XIV menjadi target terdekat. Namun, pembinaan yang dibangun diharapkan menjadi fondasi untuk melahirkan atlet yang mampu berbicara di tingkat regional hingga nasional.

Mental Juara Tak Kalah Penting

Hendra juga memberi perhatian pada aspek mental. Menurutnya, kemampuan teknis saja belum cukup untuk memenangkan pertandingan.

Atlet harus mampu mengendalikan diri ketika berada di arena, menjaga konsentrasi, berani mengambil keputusan, serta tidak mudah kehilangan fokus ketika menghadapi tekanan.

“Kita bangun bukan hanya kemampuan teknis. Atlet juga harus memiliki mental bertanding dan disiplin. Ketika berada di arena pertandingan, mereka membawa nama Kota Pontianak,” katanya.

Karena itu, latihan intensif tidak hanya dimaknai sebagai menambah durasi latihan. Lebih dari itu, latihan harus semakin berkualitas.

Atlet harus mengetahui apa yang sedang diperbaiki dan target apa yang ingin dicapai. Dengan pola tersebut, setiap sesi latihan diharapkan semakin mendekatkan atlet pada kesiapan menghadapi Porprov.

KONI dan Pengprov Diajak Bersinergi

Hendra menyadari target medali tidak mungkin dicapai sendirian.

Porserosi membutuhkan dukungan KONI Kota Pontianak, Pengprov Porserosi Kalbar, Pemerintah Kota Pontianak, klub, pelatih, orang tua atlet hingga komunitas olahraga.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Porserosi membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari KONI, Pengprov, pemerintah, klub, pelatih, orang tua dan seluruh pelaku olahraga,” ujarnya.

Sinergi tersebut dibutuhkan untuk memperkuat berbagai aspek pembinaan, mulai dari fasilitas latihan, kompetisi, kualitas pelatih, pembiayaan hingga keberlanjutan pembinaan atlet.

Hendra berharap seluruh pihak dapat bergerak dalam satu arah yang sama. Mencetak prestasi.

Dari SSA Menuju Podium

Kini, para atlet kembali ke lintasan. Roda berputar. Tubuh melaju. Kecepatan dikejar. Teknik terus diasah. Bagi mereka, setiap putaran di lintasan SSA bukan sekadar latihan.

Ada target yang menunggu di depan. Porprov XIV Kalbar 2026. Dan bagi Porserosi Pontianak, ajang tersebut bukan tempat untuk sekadar hadir sebagai peserta.

“Kita tentu mengejar prestasi dan medali. Tetapi lebih dari itu, olahraga juga membangun karakter anak-anak kita. Mereka belajar disiplin, sportif, bekerja keras dan menghargai proses,” kata Hendra.

Proses itulah yang kini sedang dijalani. Kepengurusan baru telah terbentuk. Program pembinaan mulai digenjot. Atlet terus berlatih.

Tinggal membuktikan hasilnya ketika roda kompetisi Porprov XIV Kalbar mulai berputar.

Bukan sekadar meluncur. Porserosi Pontianak kini tancap gas mengejar podium dan membidik medali terbanyak. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda