PONTIANAK, SP– PLN melakukan pemeliharaan terencana (planned outage) pada Unit 2 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkayang. Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan selama proses pemeliharaan, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, Sambas, Bengkayang, Singkawang, Mempawah, Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Ketapang.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan sekaligus mencegah gangguan yang berdampak lebih luas dan berlangsung lebih lama.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan pemeliharaan pembangkit merupakan bagian dari upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik secara berkelanjutan.
“Untuk mempertahankan sistem kelistrikan tetap stabil dan andal selama pemeliharaan berlangsung, perlu dilakukan manajemen beban secara terbatas di beberapa wilayah di Kalimantan Barat,” kata Mukhlis dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan, PLN mengerahkan sumber daya yang tersedia dengan mengoptimalkan pembangkit yang masih beroperasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
PLN juga mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara bijak, terutama pada periode beban puncak pukul 18.00–22.00 WIB. Penggunaan listrik secara efisien pada jam tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.
“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat selama proses pemeliharaan pembangkit berlangsung,” ujarnya.
Informasi terbaru mengenai kondisi kelistrikan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, dan kanal resmi PLN.
PLN mengupayakan agar dampak pemeliharaan terhadap pelanggan dapat diminimalkan selama proses berlangsung.