PONTIANAK, SP – Ribuan pemancing memadati kawasan Sungai Jawi, Jalan Puskesmas Pal III, Kota Pontianak, Minggu (18/10/2026). Sekitar 3.000 peserta meramaikan lomba memancing yang digelar Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Kalimantan Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak.
Tingginya antusiasme peserta membuat kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang berkumpul bagi masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mengampanyekan kepedulian terhadap kebersihan sungai dan saluran air di Kota Pontianak.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengapresiasi penyelenggaraan lomba tersebut. Ia mengajak masyarakat menjadikan kegiatan memancing sebagai sarana mempererat silaturahmi, menyalurkan hobi positif, serta membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan.
“Perlombaan memancing ini bukan sekadar mencari siapa yang paling cepat atau mendapatkan ikan paling besar. Lebih dari itu, ini menjadi wadah bagi kita untuk bersilaturahmi, berbagi cerita dan menyalurkan hobi yang positif,” ujarnya.
Menurut Bahasan, memancing juga mengajarkan nilai kesabaran. Dalam kegiatan tersebut, peserta yang telah berpengalaman maupun yang baru menekuni hobi memancing memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati perlombaan dan membangun kebersamaan.
Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung. Suasana kekeluargaan, kata dia, harus tetap menjadi nilai utama dalam kegiatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dan wilayah tersebut.
Di balik kemeriahan perlombaan, Bahasan mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan tanggung jawab menjaga kebersihan Sungai Jawi. Menurutnya, keberadaan sungai dan parit memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Kota Pontianak sehingga perlu dirawat bersama.
“Yang paling utama, saya berharap kita tetap menjaga kebersihan Sungai Jawi. Sungai dan parit yang ada di Kota Pontianak harus kita rawat bersama,” tegasnya.
Bahasan menilai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung di kawasan sungai dapat menjadi sarana edukasi lingkungan yang efektif. Melalui aktivitas komunitas, pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ia berharap masyarakat tidak hanya memanfaatkan sungai sebagai tempat beraktivitas, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga kebersihan dan kelestariannya. Kesadaran tersebut dinilai penting agar upaya menjaga fungsi lingkungan dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Menurutnya, rasa memiliki terhadap lingkungan menjadi salah satu kunci dalam membangun kepedulian masyarakat. Ketika warga merasa ikut bertanggung jawab terhadap kondisi sungai, kebiasaan menjaga kebersihan diharapkan tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Antusiasme masyarakat terhadap lomba memancing tersebut terbilang tinggi. Berdasarkan informasi panitia yang disampaikan Bahasan, jumlah peserta mencapai sekitar 3.000 orang dan berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat.
“Antusiasmenya luar biasa. Menurut panitia, pesertanya kurang lebih tiga ribu orang. Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini bisa semakin besar dan semakin terbuka bagi masyarakat,” katanya.
Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan kegiatan berbasis komunitas memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain menjadi hiburan, lomba memancing juga memberikan ruang interaksi sosial yang mempertemukan warga dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.
Bahasan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai agenda yang memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota Pontianak pada tahun-tahun mendatang. Ia menilai kegiatan komunitas tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga berpotensi menghidupkan kawasan kota melalui aktivitas positif masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bahasan turut menyampaikan apresiasi kepada panitia APRI Kalbar, sponsor, dan seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya perlombaan.
“Kesabaran, kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan adalah nilai yang kita ingin bawa dari kegiatan ini. Mudah-mudahan Sungai Jawi tetap terjaga dan masyarakat juga semakin kompak,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak berharap semangat kebersamaan dalam merayakan Hari Jadi ke-255 tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan, tetapi juga tumbuh menjadi kepedulian nyata terhadap lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan sungai dan saluran air di Kota Pontianak. (din)