PONTIANAK, SP – Pelantikan Ir. Arif Parabi, M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., sebagai Rektor Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak periode 2026-2030 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi akademik, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan Kalimantan Barat (Kalbar).
Harapan tersebut disampaikan Ketua Program Studi Pascasarjana Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSDAL) UPB Pontianak, Dr. H. Rahmat Satria, S.H., M.H., yang menyampaikan ucapan selamat atas amanah baru yang diemban Arif Parabi.
Menurut Rahmat, kepemimpinan baru di lingkungan UPB menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antarprogram studi, mendorong pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta membangun kerja sama lintas disiplin ilmu dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Selamat dan sukses kepada Bapak Ir. Arif Parabi atas pelantikan sebagai Rektor UPB Pontianak periode 2026–2030. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan membawa UPB semakin maju, unggul, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Rahmat.
Ia menilai, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, penelitian, dan inovasi yang menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Karena itu, kepemimpinan rektor memiliki peran strategis dalam membangun iklim akademik yang terbuka, memperkuat budaya penelitian, serta mendorong kolaborasi antara dosen, mahasiswa, lembaga pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Perkuat Kolaborasi Pascasarjana PSDAL
Sebagai Ketua Program Studi Pascasarjana PSDAL UPB Pontianak, Rahmat berharap kepemimpinan Arif Parabi dapat semakin membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan pascasarjana, khususnya pada bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.
Menurutnya, isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam semakin penting seiring dengan kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan. Berbagai persoalan, mulai dari pengelolaan lahan, perlindungan ekosistem, pencemaran lingkungan, hingga tata kelola sumber daya alam, membutuhkan pendekatan ilmiah dan kerja sama berbagai disiplin ilmu.
“Program Pascasarjana PSDAL memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami siap berkolaborasi dengan pimpinan universitas untuk memperkuat pengembangan akademik dan menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan, khususnya di Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, publikasi ilmiah, serta kemitraan dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait.
Dengan dukungan kebijakan universitas, ia berharap program pascasarjana dapat semakin berkembang sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan rekomendasi berbasis penelitian bagi penyelesaian persoalan lingkungan dan pembangunan daerah.
Lanjutkan Fondasi, Dorong Inovasi
Arif Parabi resmi dilantik sebagai Rektor UPB Pontianak pada Senin (19/10/2026), menggantikan Dr. Purwanto, S.H., M.Hum., FCBArb., FIIArb., yang telah memimpin universitas tersebut selama dua periode.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari kesinambungan perjalanan institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memperkuat daya saing di tengah perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan dunia kerja.
Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada Purwanto atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin UPB. Menurutnya, capaian dan fondasi yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya merupakan modal penting untuk melanjutkan pengembangan universitas.
Ia berharap kepemimpinan Arif dapat meneruskan berbagai hal positif yang telah dicapai sekaligus mendorong inovasi dan terobosan baru sesuai tantangan pendidikan tinggi saat ini.
“Keberlanjutan dan pembaruan harus berjalan beriringan. Fondasi yang sudah dibangun perlu diperkuat, sementara inovasi harus terus didorong agar UPB mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Rahmat menilai, penguatan kualitas akademik, transformasi digital, peningkatan kualitas lulusan, serta pengembangan jejaring kerja sama merupakan bagian penting dalam membangun perguruan tinggi yang semakin kompetitif.
Namun, menurutnya, kemajuan universitas tidak hanya diukur dari perkembangan institusi secara internal, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat melalui kualitas lulusan, hasil penelitian, dan pengabdian yang dilaksanakan sivitas akademika.
Bersama Membangun UPB yang Lebih Berdampak
Rahmat menegaskan, keberhasilan kepemimpinan rektor tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan keterlibatan seluruh sivitas akademika. Karena itu, komunikasi, kebersamaan, dan kolaborasi antarunit di lingkungan universitas perlu terus diperkuat.
Ia berharap seluruh fakultas dan program studi dapat mengambil bagian dalam mendukung arah pengembangan UPB selama periode 2026–2030, dengan tetap mengedepankan mutu akademik, integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab kepada masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami siap mendukung dan berkolaborasi untuk kemajuan UPB. Harapannya, kepemimpinan baru ini mampu memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, serta menjadikan UPB semakin bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurut Rahmat, momentum pergantian kepemimpinan hendaknya menjadi kesempatan bagi seluruh unsur universitas untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan tinggi yang berkualitas.
Dengan sinergi antara pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, mahasiswa, dan mitra strategis, UPB Pontianak diharapkan semakin mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
Ucapan selamat dari Ketua Prodi Pascasarjana PSDAL tersebut sekaligus menjadi penegasan kesiapan untuk berjalan bersama dalam memperkuat peran UPB sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kalbar. (*)