Ponticity post author elgiants 21 Juli 2026

Nelayan Pontianak Terima Bantuan BBM Subsidi dan Sarana Tangkap, Biaya Melaut Lebih Ringan

Photo of Nelayan Pontianak Terima Bantuan BBM Subsidi dan Sarana Tangkap, Biaya Melaut Lebih Ringan BBM SUBSIDI - Nelayan Kota Pontianak kini semakin mudah memperoleh BBM Subsidi.

PONTIANAK, SP – Angin segar mulai dirasakan nelayan kecil di Kota Pontianak. Selain menerima bantuan sarana penangkapan ikan dan genset, mereka kini juga bisa memperoleh bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang selama ini menjadi harapan utama.

Perwakilan Kelompok Nelayan Cahaya Pelangi, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Romadon, menyebut, kondisi tersebut dinilai mampu meringankan biaya operasional melaut yang selama ini cukup membebani para nelayan.

Salah satu persoalan yang selama ini menjadi beban terbesar adalah biaya bahan bakar minyak. Ia bersyukur karena kini nelayan sudah mulai memperoleh BBM subsidi melalui rekomendasi pelabuhan sehingga pengeluaran operasional dapat ditekan.

“Alhamdulillah sekarang kami sudah dapat BBM subsidi dengan harga normal. Itu yang paling kami harapkan, karena biaya paling besar bagi kami adalah BBM,” ungkapnya Selasa (21/7/2026).

Sebelumnya, nelayan harus membeli BBM dengan harga sekitar Rp15 ribu per liter. Kini mereka bisa memperoleh BBM subsidi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Romadon juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pontianak atas perhatian yang diberikan kepada para nelayan. 

Kelompoknya menjadi salah satu penerima bantuan genset yang diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan di Kampung Nelayan Gang H Sanusi, Kelurahan Banjar Serasan.

Romadon mengaku bantuan tersebut menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap nelayan kecil yang setiap hari menggantungkan hidup dari hasil tangkapan di Sungai Kapuas dan perairan sekitarnya.

“Saya mewakili kawan-kawan dari kelompok nelayan Pontianak Timur, Kelurahan Banjar Serasan, mengucapkan banyak terima kasih. Kami senang dengan adanya bantuan ini,” ujarnya.

Menurut Romadon, kesempatan berdialog langsung dengan Wakil Wali Kota, perangkat daerah, camat, lurah hingga kelompok masyarakat menjadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi nelayan di lapangan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan Pemerintah Kota Pontianak akan terus hadir memberikan perhatian kepada nelayan, khususnya nelayan kecil yang menggunakan kapal di bawah 10 gross tonnage (GT).

Menurutnya, bantuan yang diberikan memang belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nelayan, namun diharapkan dapat membantu meringankan beban sekaligus mendukung aktivitas melaut.

“Tahun ini pemerintah kota memberikan bantuan lima unit genset kepada kelompok nelayan. Selain itu ada bantuan alat tangkap dan bantuan pangan berupa beras cadangan pangan kepada warga nelayan di tiga kecamatan,” jelas Bahasan.

Selain lima kelompok penerima bantuan genset, pemerintah juga menyalurkan bantuan alat tangkap kepada tujuh kelompok nelayan serta bantuan beras kepada 151 keluarga nelayan yang tersebar di tiga kecamatan.

Bahasan menjelaskan setiap keluarga nelayan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram. Meski bersifat jangka pendek, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga nelayan.

Ia juga berharap bantuan jaring yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan hasil tangkapan, khususnya bagi nelayan yang masih menggunakan sampan bermesin.

Meski demikian, Bahasan mengakui kebutuhan bantuan bagi nelayan masih cukup besar. Pemerintah Kota Pontianak, katanya, akan terus berupaya memperluas jangkauan bantuan secara bertahap.

“Insya Allah pemerintah kota akan mengikhtiarkan agar nelayan itu semuanya bisa mendapatkan bantuan,” katanya.

Bahasan menambahkan, program bantuan kepada nelayan akan terus diupayakan menjadi agenda rutin sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kalau saya lihat, ini masih menuju ke arah lebih sejahtera, lebih mapan. Untuk menuju ke sana, pemerintah harus hadir,” tegasnya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, mengatakan meski jumlah nelayan di Kota Pontianak tidak sebanyak daerah pesisir lainnya, perhatian terhadap nelayan kecil tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

Karena itu, pihaknya akan melakukan pendataan ulang terhadap kelompok nelayan yang masih aktif agar seluruh bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Menurut Irwan, fokus pembinaan akan diarahkan kepada nelayan kecil yang masih menggunakan sampan bermesin untuk menangkap ikan di sekitar Sungai Kapuas. Secara bertahap pemerintah akan mendorong peningkatan kapasitas mereka hingga mampu mengoperasikan kapal berukuran di bawah 10 GT.

“Terutama kelompok nelayan kecil yang masih menggunakan sampan bermesin untuk melakukan penangkapan di sekitar Sungai Kapuas. Insya Allah nanti secara perlahan akan kita tingkatkan menuju kapal-kapal di bawah 10 GT,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan, Pemerintah Kota Pontianak juga akan memperkuat pendampingan kepada nelayan melalui penyuluh perikanan. Irwan menjelaskan, sejak Januari 2026 penyuluh perikanan telah berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, sehingga koordinasi akan terus dilakukan agar pembinaan terhadap nelayan tangkap tetap berjalan secara berkelanjutan.

“Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap kemampuan nelayan semakin meningkat dan kesejahteraan mereka juga terus membaik,” pungkasnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda