Ponticity post author Kiwi 21 Juli 2026

Transformasi UPGRI Pontianak Berbuah Manis, Empat Prodi Raih Akreditasi Unggul

Photo of Transformasi UPGRI Pontianak Berbuah Manis, Empat Prodi Raih Akreditasi Unggul Transformasi IKIP PGRI Pontianak menjadi Universitas PGRI Pontianak membuahkan hasil. Empat program studi meraih Akreditasi Unggul LAMDIK, sementara tiga lainnya memperoleh predikat Baik Sekali.

PONTIANAK, SP – Keputusan mentransformasi IKIP PGRI Pontianak menjadi Universitas PGRI Pontianak kini membuahkan hasil nyata. Di bawah kepemimpinan Rektor Muhamad Firdaus, empat program studi resmi menyandang predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), predikat tertinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Perubahan status kelembagaan itu bukan sekadar pergantian nama. Universitas PGRI Pontianak melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola, peningkatan kualifikasi dosen, penguatan penelitian, perluasan kerja sama internasional hingga digitalisasi layanan akademik. Hasilnya kini tercermin melalui capaian akreditasi sejumlah program studi.

Empat program studi yang berhasil meraih predikat Unggul adalah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pendidikan Bahasa Inggris dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Kejuruan, Pendidikan Matematika dari Fakultas MIPA dan Teknologi, serta Pendidikan Geografi dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial.

Selain itu, tiga program studi lainnya, yakni Pendidikan Teknologi Informasi, Pendidikan Fisika, dan Bimbingan dan Konseling, berhasil memperoleh predikat Baik Sekali.

Berdasarkan data LAMDIK, BAN-PT, dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi per Juli 2026, capaian tersebut menempatkan Universitas PGRI Pontianak pada posisi yang istimewa. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi satu-satunya program studi sejenis di perguruan tinggi swasta se-Kalimantan yang berstatus Unggul, bahkan satu-satunya di Kalimantan Barat, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Sementara itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Geografi tercatat sebagai satu-satunya program studi sejenis pada perguruan tinggi swasta di Kalimantan Barat yang berhasil meraih predikat Unggul.

Meski demikian, Rektor Universitas PGRI Pontianak Muhamad Firdaus menegaskan bahwa perubahan status menjadi universitas bukanlah tujuan akhir.

"Perubahan status kelembagaan itu hanya pintu masuk. Yang menentukan adalah apa yang kita kerjakan setelah pintu itu terbuka. Akreditasi Unggul ini menunjukkan arah yang kita tempuh sudah benar, sekaligus mengingatkan bahwa pekerjaan kita belum selesai,” ujarnya.

Firdaus juga menilai capaian Baik Sekali yang diraih tiga program studi lain memiliki arti strategis karena berada pada bidang yang penyelenggaranya masih sangat terbatas di Kalimantan Barat.

Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, misalnya, menjadi satu-satunya program studi sejenis yang diselenggarakan di Kalimantan Barat. Sementara Pendidikan Fisika hanya dibuka oleh tiga perguruan tinggi, dan Bimbingan dan Konseling oleh empat perguruan tinggi di provinsi ini.

"Fisika, Teknologi Informasi, dan Bimbingan Konseling itu bidang yang tidak banyak disentuh, padahal justru di situ daerah kita paling membutuhkan guru. Ketiga prodi ini mengisi ruang yang kosong, dan mereka mengisinya dengan mutu. Itu kontribusi yang nyata bagi Kalimantan Barat,” katanya

Menurut Firdaus, akreditasi hanyalah cerminan dari budaya kerja yang terus dipelihara di lingkungan kampus.

"Yang kami jaga adalah kebiasaannya: dosen yang terus belajar, kurikulum yang terus diperbarui, layanan mahasiswa yang terus diperbaiki. Kalau kebiasaan itu hidup, predikatnya akan mengikuti dengan sendirinya,” ucapnya.

Ia menambahkan, predikat Unggul memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan lulusan karena menjadi jaminan mutu atas kualitas dosen, kurikulum, sarana pembelajaran, serta tata kelola program studi. Capaian tersebut juga memperluas peluang lulusan dalam seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pendidikan Profesi Guru (PPG), beasiswa, studi lanjut hingga kerja sama internasional.

"Kami ingin orang tua yang menitipkan anaknya di sini merasa tenang, dan mahasiswa merasa bangga. Predikat Unggul adalah janji kami bahwa mereka belajar di tempat yang serius mengurus mutu, dan bahwa ijazah yang mereka bawa keluar punya bobot di mana pun mereka melangkah,” tegasnya.

Firdaus secara khusus memberikan apresiasi kepada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang dinilainya menjadi motor penggerak seluruh proses akreditasi, mulai dari pendampingan program studi, audit mutu internal, hingga pengawalan asesmen lapangan.

"LPM adalah lokomotif dalam proses ini. Merekalah yang menjaga standar dari hari ke hari, jauh sebelum asesor datang. Tanpa kerja senyap LPM, dokumen sebagus apa pun tidak akan punya dasar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para Wakil Rektor, Kepala Biro, Kepala Lembaga, dekan, wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi, Tim Task Force Akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam peningkatan mutu universitas.

"Saya tidak ingin capaian ini dibaca sebagai prestasi pimpinan. Ini prestasi kampus. Saya hanya memastikan mereka punya ruang untuk bekerja dengan baik,” katanya.

Ke depan, Universitas PGRI Pontianak akan terus memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan produktivitas riset dan publikasi ilmiah, memperluas internasionalisasi, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta mengembangkan digitalisasi layanan akademik dengan target semakin banyak program studi yang meraih predikat Unggul.

"Kepercayaan masyarakat itu amanah, dan amanah tidak dirawat dengan pengumuman. Ia dirawat dengan pekerjaan,” pungkas Firdaus.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda