PONTIANAK, SP - Persiapan perayaan 21 tahun Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) mulai dimatangkan. Rapat persiapan digelar Rabu malam (23/9/2026) di Sekretariat FRKP, Jalan Purnama 9, Pontianak.
Rapat tersebut membahas berbagai persiapan untuk kegiatan syukuran sekaligus peluncuran buku “21 Tahun FRKP Berkarya” yang dijadwalkan berlangsung Senin, 28 September 2026.
Momentum 21 tahun FRKP tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia sebuah forum relawan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan pengabdian, merawat persaudaraan dan meneguhkan kembali semangat kemanusiaan yang selama ini menjadi pijakan FRKP.
Syukuran dijadwalkan dimulai pukul 18.00 WIB di Sekretariat FRKP. Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap, Dewan Penasihat FRKP, bersama Provinsi Kapusin Pastor Faustus Bagara Darmawan, OFMCap, serta para imam lainnya.
Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan peluncuran perdana buku “21 Tahun FRKP Berkarya”, yang didahului pemberkatan oleh Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap.
Buku tersebut menjadi catatan perjalanan FRKP selama lebih dari dua dekade dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, lingkungan dan persaudaraan. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan serta nilai-nilai pengabdian yang telah dibangun para relawan dari waktu ke waktu.
Tiga Momentum dalam Satu Perayaan
Syukuran 28 September mendatang juga menjadi istimewa karena dirangkai dengan dua momentum lainnya, yakni ulang tahun ke-64 Bruder Stephanus Paiman, OFMCap, Ketua FRKP, serta ulang tahun ke-8 FRKP West Borneo Vespa Lovers (WBVL).
FRKP West Borneo Vespa Lovers merupakan komunitas scooterist yang tumbuh dalam semangat persaudaraan dan kepedulian sosial. Berbagai perjalanan dan kegiatan komunitas tidak hanya menjadi ruang untuk menyalurkan hobi Vespa, tetapi juga diwarnai kegiatan sosial, kemanusiaan dan lingkungan.
Bruder Stephanus Paiman, OFMCap, yang dikenal sebagai pendiri sekaligus penasihat utama FRKP West Borneo Vespa Lovers, melihat perjalanan komunitas tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas persaudaraan.
“Komunitas motor adalah wadah persaudaraan, kedisiplinan, kepedulian sosial dan berbagi. Karena itu, perjalanan dengan Vespa jangan hanya berhenti pada kesenangan berkendara. Ada nilai persaudaraan dan kepedulian yang bisa kita bawa ke mana pun kita pergi,” ujar Bruder Stephanus.
Rangkaian perayaan nantinya juga diisi pemotongan kue ulang tahun dan tumpeng, ramah tamah, makan bersama, serta kegiatan bersama para scooterist FRKP West Borneo Vespa Lovers.
Merawat Persaudaraan dari Pontianak
Selama 21 tahun perjalanan, FRKP berkembang sebagai wadah relawan yang mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang dalam semangat yang sama, yakni kepedulian terhadap sesama.
Bagi Bruder Stephanus, usia 21 tahun bukan sekadar angka.
“Bagi kami, 21 tahun FRKP bukan hanya tentang lamanya sebuah perjalanan, tetapi tentang berapa banyak persaudaraan yang sudah dibangun, berapa banyak orang yang sudah kita temui dan berapa banyak hal kecil yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama,” ujarnya.
Ia berharap semangat tersebut terus hidup dan menjadi kekuatan FRKP dalam melanjutkan pengabdian ke depan.
Perjalanan FRKP juga mendapat ucapan selamat dari Brigjen TNI (Mar) Yustinus, M.Tr.Hanla., M.Tr(Han), yang menyampaikan doa bagi Bruder Stephanus dan keluarga besar FRKP.
“Semoga Bruder Stephanus Paiman OFMCap panjang umur dan sehat selalu, hingga dapat melayani makhluk hidup dan merawat bumi sebagai rumah kita bersama dengan rekan di FRKP,” demikian ucapan Brigjen TNI (Mar) Yustinus.
Rapat persiapan yang digelar Rabu malam menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, momentum 21 tahun FRKP diharapkan menjadi ruang untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri persaudaraan yang telah terbangun, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dari Pontianak, FRKP merawat persaudaraan. Dari perjalanan komunitas Vespa, semangat kemanusiaan terus dibawa menyusuri jalan. Dan setelah 21 tahun, perjalanan itu masih terus berlanjut. (*)