PONTIANAK, SP - Kantor Staf Presiden (KSP) memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) dalam melakukan penataan dan optimalisasi kawasan GOR Khatulistiwa melalui inovasi Blodar Khatulistiwa yang digagas Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Windy Prihastari.
Apresiasi itu disampaikan saat Kepala Disporapar Kalbar Windy Prihastari diminta untuk memaparkan langsung progres revitalisasi dan inovasi Blodar Khatulistiwa dihadapan Deputi III Ahli Utama KSP Lindsey Afsari Puteri yang saat itu didampingi Ahli Madya Deputi V KSP Cheryl Anelia Tanzil.
Dalam pemaparannya, Windy menegaskan bahwa penataan kawasan GOR Khatulistiwa bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan agenda strategis untuk membangun wajah baru olahraga di Kalbar.
Melalui inovasi Blodar Khatulistiwa, pihaknya berupaya menciptakan kawasan olahraga yang lebih tertata, aman, nyaman, dan memiliki sistem pengelolaan yang jelas.
“Penataan GOR Khatulistiwa adalah komitmen kami untuk menghadirkan kawasan olahraga yang layak dan modern.
Inovasi Blodar Khatulistiwa menjadi instrumen untuk memastikan setiap sudut kawasan tertata, setiap layanan terukur, dan setiap aktivitas olahraga dapat berlangsung dengan baik,” jelasnya.
Windy memaparkan, sejak inovasi tersebut diterapkan, sejumlah perubahan mulai terlihat. Mulai dari pembenahan area latihan atlet, penataan zonasi kegiatan, hingga penyediaan ruang bagi aktivitas komunitas.
Menurutnya, GOR Khatulistiwa tidak hanya harus menjadi tempat bagi atlet menjalani latihan intensif, tetapi juga ruang publik yang hidup dan dapat diakses masyarakat secara luas.
“Kami ingin GOR ini berfungsi sebagai pusat kegiatan, bukan sekadar venue latihan. Semua ditata agar masyarakat punya ruang bergerak, dan atlet punya fasilitas yang mendukung peningkatan prestasi,” tegas Windy.
Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa komitmen penataan kawasan GOR juga menyangkut penegakan tata kelola.
Disporapar Kalbar memperbaiki sistem pemanfaatan fasilitas, memperkuat penjadwalan kegiatan, dan memastikan kawasan digunakan sesuai peruntukannya.
Konsep Blodar Khatulistiwa menjadi landasan untuk menata alur penggunaan, pola kebersihan, hingga pengawasan fasilitas agar tidak terjadi kerusakan berulang.
Meski begitu, Windy tidak menutup mata bahwa masih ada sejumlah sarana dan prasarana yang memerlukan dukungan tambahan, terutama fasilitas pendukung yang menentukan standar kelayakan kawasan.
Pihaknya terus mengidentifikasi kebutuhan prioritas sebagai bahan penguatan kerja sama antara Pemprov Kalbar dan pemerintah pusat.
“Masih ada fasilitas yang perlu diperbaiki agar kawasan ini benar-benar siap menjadi pusat olahraga modern. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah pusat sangat penting untuk memastikan percepatan revitalisasi berjalan optimal,” tambahnya.
Windy berharap, dengan komitmen penataan yang semakin kuat dan dukungan yang semakin terbuka, GOR Khatulistiwa dapat berkembang menjadi ikon olahraga Kalbar sekaligus ruang publik yang inklusif.
Ia menegaskan bahwa revitalisasi ini bukan pekerjaan jangka pendek, tetapi pembangunan berkelanjutan yang harus terus dijaga konsistensinya.
“Kami ingin GOR Khatulistiwa menjadi wajah baru olahraga Kalimantan Barat representatif, modern, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta atlet,” tutupnya.
Revitalisasi GOR Khatulistiwa melalui inovasi Blodar Khatulistiwa kini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Kalbar untuk mengangkat kualitas sarana olahraga sekaligus memperkuat budaya berolahraga di daerah. (din)