Potret post authorBob 20 Januari 2026

UNOSO Dampingi Petani Rasau Jaya Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Pupuk Organik Cair

Photo of UNOSO Dampingi Petani Rasau Jaya Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Pupuk Organik Cair Dosen Universitas OSO melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Rasau Jaya dengan melatih petani mengolah limbah kulit nanas menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Foto : Istimewa.

PONTIANAK, SP - Dosen Universitas OSO (UNOSO) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Rasau Jaya bersama Kelompok Tani Alam Berkah dengan fokus pada pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi pupuk organik cair (POC).

Kegiatan ini diikuti oleh para petani nanas setempat serta melibatkan dosen dan mahasiswa UNOSO sebagai bentuk sinergi akademisi dan masyarakat.

Kegiatan PKM tersebut dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait pengelolaan limbah pertanian, serta pelatihan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair dari kulit nanas.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, sesi ditutup dengan post-test guna mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.

Ketua pelaksana kegiatan, Weni Mandasari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat.

“Dosen memiliki tanggung jawab untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pengelolaan limbah pertanian yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini limbah kulit nanas dari hasil panen petani belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung dibuang.

Padahal, dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat diubah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi pertanian.

“Kegiatan ini diharapkan mampu membantu petani mengolah limbah kulit nanas menjadi produk pupuk organik cair yang memiliki nilai guna dan mendukung pertanian berkelanjutan,” tambah Weni.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Alam Berkah, Andi Ibrahim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim dosen serta mahasiswa Universitas OSO atas pelaksanaan kegiatan PKM tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan petani di Rasau Jaya.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan dan pelatihan yang diberikan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh petani,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Suasana pelatihan semakin interaktif dengan adanya sesi berbagi pengalaman (sharing session) antara petani dan tim pengabdian, yang juga diselingi pembagian hadiah menarik kepada peserta.

Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini turut mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan.

Limbah kulit nanas yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini memiliki potensi menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali oleh petani.

Keterlibatan mahasiswa Universitas OSO dalam kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual di lapangan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan kelompok tani untuk keberlanjutan program pengabdian masyarakat.

Diketahui, produksi nanas di wilayah Rasau Jaya sebagian besar dipasarkan ke Kalimantan Tengah. Namun, limbah kulit nanas dari hasil panen tersebut belum diolah secara optimal.

Melalui kegiatan PKM ini, Universitas OSO mendorong optimalisasi limbah pertanian agar memiliki nilai tambah dan mendukung ekonomi petani. (din)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda