PONTIANAK, SP- Praktisi dan juga anggota The
Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH) Wilayah Kalbar, Ali Yanto mengaku kecewa
dan prihatin apa yang dilakukan oleh DP, dengan menggunakan keahlian
hypnotherapy justru disalahgunakan untuk kejahatan.
Apalagi sampai melakukan kejahatan
seksual pada anak.
Yang lebih disesalkan
lagi, kata Ali, klinik hypnotherapy milik DP justru ilegal.
“Karena tidak semua orang yang punya
keahlian hypnotherapy bisa membuka klinik seenaknya. Harus ada syarat izin yang
harus dipenuhi,” tuturnya, kepada Suara
Pemred, Kamis (23/6).
Seperti memiliki sertifikat keahlian
dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh IBH, serta mengantongi izin dari
Kementerian Kesehatan.
Untuk melacak, praktek hypnotherapy
DP ilegal atau tidak, bisa membuka website www.ibhcenter.org. Di
website tersebut tertera nama, nomor member dan daerah lokasi.
“Nah, setelah kami cek, nama DP sama
sekali tidak muncul di daftar member kami,” tuturnya.
Kekesalan Ali semakin menjadi,
begitu mengetahui pemberitaan di sejumlah media massa, DP melakukan tindakan
salah dalam menggunakan keahliannya dengan tujuan kejahatan.
Karena perlu diketahui, lahirnya
ilmu hypnotherapy ini tujuannya adalah untuk kebaikan.
Ilmu ini bisa dikatakan
untuk terapi pikiran. Warga yang memiliki gangguan pikiran, seperti sulit
tidur, fobia, emosi tidak stabil hingga ketergantungan pada Narkoba, bisa
diatasi dengan ilmu ini.
Biasanya, antara pelaku hypnotherapy
(hipnosis) dan klien (pasien), sebelum melakukan penanganan lebih jauh, harus
ada kesepakatan antara dua pihak.
Dan yang lebih penting, pasien harus
didampingi oleh orang terdekat atau pihak keluarga.
Ali sendiri adalah praktisi hypnotherapy
di Kalbar. Keahlian tersebut sudah dimiliki sejak tiga tahun lalu. Meski
memiliki keahlian itu, Ali belum bisa membuka klinik tersebut, seperti
dilakukan oleh DP. “Saya hanya menggunakan ilmu ini
pada acara hiburan saja,” tuturnya.
Kebanyakan ia melakukan atraksi di
Kubu Raya. Seperti acara gawai, pesta rakyat dan lainnya.
Ia pun meminta kepada pihak
berwenang, agar menertibkan para pelaku hypnotherapy ilegal yang memiliki
tempat praktik.
Ia khawatir, pelaku yang tidak
terdaftar tersebut, keahlian ini bisa disalahgunakan untuk tindakan jahat. (loh/lis/sut)
Breaking News
- “Ganjang Ganjing” Sertijab Kapolda Kalbar, Tim Propam Mabes Polri Dikabarkan Turun Ke Pontianak
- Pemkot Pontianak Minta Pengawasan Ketenagakerjaan Kembali ke Daerah
- UNOSO dan Bank Kalbar Bersinergi, Mahasiswa Kini Miliki KTM Terintegrasi Perbankan
- Polres Singkawang Sita Ratusan Rokok GATI Karena Pita Cukai Tak Sesuai Dengan Isi Kemasan
- Kasus DBD Di Sanggau Meningkat, Dewan Minta Dinkes Jangan Diam
- Wedding Expo 2026 Aston Pontianak Hadir di Ayani Megamall, Tawarkan Cashback hingga Rp8 Juta
- Menutup Kebocoran Devisa, Jangan Membocorkan Kesejahteraan Petani
- Program Pelita Penebang Tingkatkan Kompetensi SDM Lokal di Kawasan Industri Pulau Penebang
- Bersama Forkopimda Kalbar, Pangdam XII/Tpr Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Klinik Hipnoterapy Milik Tersangka DP, Oknum Dosen Ilegal
Setelah menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik di Polresta Pontianak, Kamis (23/6), pihak Polresta menetapkan DP sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap Siswi SMKN. (Yodi Rismana/Suara Pemred)