SINGKAWANG,SP - UPT Pengelolaan Sampah (UPTPS) Kota Singkawang telah menyiapkan strategi untuk menangani sampah saat pawai lampion dan Cap Go Meh.
"Kita akan menempatkan sebanyak mungkin tempat-tempat sampah di titik-titik kerumunan penonton pada saat pawai lampion dan Cap Go Meh," kata Kepala UPTPS Singkawang, Dedi Wahyudi, Senin (2/3).
Dengan harapan, agar warga yang menonton tidak membuang sampahnya secara sembarangan akan tetapi dibuang pada tempat sampah yang telah disiapkan.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, sehingga dapat meminimalisir sampah yang berserakan dan memudahkan petugas dalam proses pembersihan.
"Penempatan tempat:tempat sampah tersebut dijadwalkan pada Minggu (1 Maret 2026) pagi," ujarnya.
Selain itu, UPTPS juga telah berkomunikasi dengan pihak panitia agar membuka rekrutmen relawan guna membantu dan meringankan tugas petugas kebersihan pada hari pelaksanaan.
Terlebih, pelaksanaan Pawai CGM tahun ini bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan, dan sebagian petugas kebersihan yang beragama Islam tetap menjalankan ibadah puasa.
"Dukungan dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan lebih efektif," harapnya.
Pihaknya pun mengimbau persoalan kebersihan bukan hanya tanggungjawab pemerintah atau petugas, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
"Sekali lagi kami menghimbau bahwa persoalan kebersihan atau sampah ini adalah tanggungjawab kita semua. Siapa yang tidak suka melihat kota ini Asri,” ungkapnya.
Dia berharap, jangan sampai kemasan acara Cap Go Meh sudah baik dan mendunia, namun persoalan sampah sisa kegiatan tidak tertangani secara maksimal.
"Karena kebersihan merupakan bagian penting dari kesuksesan sebuah event," jelasnya. (rud)