SINGKAWANG, SP - Pemerintah Kota Singkawang saat ini tengah mengusulkan perluasan Apron dan Taxiway Bandara kepada Kementerian Perhubungan RI.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, usai menggelar audiensi bersama Kepala Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan di Ruang Rapat Amahai Direktorat Bandar Udara, Kementerian Perhubungan RI, Selasa (3/11/2026).
Audiensi strategis tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Utama Arsitektur dan Perencanaan Kota, Kepala Dinas Perhubungan yang juga Plt. Kepala Bappeda Kota Singkawang beserta jajaran.
Sementara dari pihak Kementerian, hadir perwakilan Direktorat Keamanan Penerbangan, Direktorat Navigasi Penerbangan, UPBU Kelas II Tebelian Sintang, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia), dan jajaran Direktorat Bandar Udara.
Menurut Tjhai Chui Mie, audiensi ini dilatarbelakangi oleh terhentinya operasional Bandara Singkawang yang selama kurang lebih dua bulan akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyebabkan kabut asap pekat.
Dengan kondisi tersebut, Pemkot Singkawang memandang perlu adanya perhatian dan dukungan serius dari pemerintah pusat untuk meningkatkan fasilitas dan ketahanan operasional bandara.
"Pemkot Singkawang meminta perhatian dari Kementerian Perhubungan untuk mendukung penambahan dan peningkatan fasilitas yang memadai untuk Bandara Singkawang seperti Apron dan Taxiway," ujarnya.
Ia menjelaskan, Apron dan Taxiway yang memadai sangat penting untuk mendukung kelancaran pergerakan pesawat, peningkatan kapasitas parkir pesawat, serta keselamatan penerbangan, terutama di tengah tingginya potensi pertumbuhan penumpang dan rute penerbangan.
Audiensi tersebut membuahkan hasil yang sangat positif. Berbagai komitmen strategis berhasil disepakati untuk akselerasi pembangunan Bandara Singkawang ke depan.
"Salah satu poin utamanya adalah adanya dukungan penuh terhadap kelanjutan pembangunan fasilitas bandara pada tahun 2027, khususnya untuk area Apron dan Taxiway," ungkap Tjhai Chui Mie.
Tak hanya itu, melihat potensi penerbangan yang terus meningkat, rencana pembukaan rute-rute baru di luar rute eksisting Jakarta-Singkawang juga turut mendapat sambutan dan dukungan positif dari Kementerian Perhubungan. Hal ini membuka peluang besar bagi konektivitas Singkawang dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Audiensi ini juga mendorong langkah penting lainnya, yakni pembentukan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Singkawang sendiri.
Selama ini, pengelolaan masih di bawah UPBU Tebelian Sintang. Dengan adanya UPBU mandiri, diharapkan tata kelola dan penyelenggaraan Bandara Singkawang akan semakin mandiri, optimal, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan ekonomi daerah.
"Semoga langkah nyata ini membawa keberkahan dan kemajuan pesat bagi masyarakat Singkawang," harap Tjhai Chui Mie.
Pembangunan Bandara Singkawang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan warga Singkawang saja, tapi juga menjadi pintu gerbang pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan investasi di Kalimantan Barat. (rud)