SINGKAWANG,SP - Hanya dalam waktu kurang lebih satu tahun sejak mulai beroperasi pada November 2024, Bandara Singkawang menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang impresif pada tahun 2025.
"Berdasarkan rilis resmi dari BPS Provinsi Kalimantan Barat yang bersumber dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas ll Tebelian Sintang, data pergerakan penumpang Bandara Singkawang mencatat lonjakan signifikan yang bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator nyata transformasi mobilitas dan ekonomi daerah," kata Kepala BPS Kota Singkawang Yanuar Lestariadi, Rabu (4/3).
Pada bulan perdana operasional, jumlah penumpang yang datang tercatat 397 orang, sementara yang berangkat ada sebanyak 406 orang.
Namun grafik tersebut tidak berhenti sebagai angka awal yang sederhana.
Dia bergerak naik secara konsisten, menembus ribuan penumpang hanya dalam beberapa bulan.
"Memasuki pertengahan 2025, laju pertumbuhan semakin agresif," ujarnya.
Pada Juni 2025, penumpang datang telah mencapai 6.748 orang dan penumpang berangkat 7.366 orang. Tren ini terus berlanjut hingga akhir tahun.
Pada Desember 2025 menjadi titik tertinggi sepanjang periode pengamatan, dengan 8.851 penumpang datang dan 8.057 penumpang berangkat.
"Artinya, dalam kurun satu tahun lebih, terjadi lonjakan lebih dari 20 kali lipat dibanding awal operasional. Sebuah pertumbuhan yang jarang terjadi pada infrastruktur transportasi yang baru dibuka," terangnya.
Kehadiran Bandara Singkawang juga melihatkan Indikator Mobilitas, bukan sekedar angka.
Kenaikan yang stabil, dengan sesekali koreksi wajar pada bulan tertentu, menunjukkan pola pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
"Ini bukan lonjakan musiman sesaat, melainkan tren struktural yang menandakan meningkatnya kepercayaan publik terhadap konektivitas udara Singkawang," ungkapnya.
Mobilitas yang meningkat adalah refleksi dari aktivitas ekonomi yang bergerak.
Setiap penumpang adalah representasi dari perjalanan bisnis, distribusi peluang, kunjungan keluarga, hingga wisata.
Tentu saja, kata dia, adanya Bandara Singkawang memiliki Efek berganda bagi Pariwisata sebagai kota dengan kekayaan budaya, kuliner dan event berskala Nasional.
Peningkatan akses udara memberikan leverage besar bagi sektor pariwisata.
Akses yang lebih cepat dan efisien membuka pintu masuk wisatawan domestik tanpa ketergantungan pada jalur darat yang memakan waktu.
Pertumbuhan penumpang ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan okupansi hotel, pertumbuhan UMKM, ekspansi sektor jasa, hingga penguatan positioning Singkawang sebagai destinasi unggulan Kalimantan Barat.
Selain itu, dalam hal lainnya, kehadiran Bandara Singkawang sudah menjadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Daerah Dalam perspektif ekonomi regional,
konektivitas adalah katalis.
Infrastruktur transportasi udara memperpendek jarak, menurunkan biaya transaksi, dan meningkatkan daya saing wilayah.
"Jika tren pertumbuhan ini konsisten dan diiringi dengan perluasan rute serta peningkatan frekuensi penerbangan, Bandara Singkawang berpotensi menjadi simpul strategis baru dalam jaringan transportasi udara Kalimantan Barat," jelasnya.
Dari 397 menjadi 8.851 penumpang dalam waktu singkat bukan sekadar kenaikan angka.
Hal ini adalah sinyal kuat hahwa denyut ekonomi Singkawang sedang berakselerasi dan bandara menjadi salah satu episentrumnya.
Seiring trend kenaikan antuasis masyarakat menggunakan jasa Bandara Singkawang maka tidak menutup kemungkinan akan ada peluang penambahan rute dan Maskapai terbuka lebar.
Saat ini, Bandara Singkawang melayani satu rute penerbangan domestik yang dioperasikan oleh dua maskapai dengan satu rute utama, yaitu Singkawang-Jakarta dan Jakarta-Singkawang.
"Meski baru satu rute, angka pergerakan penumpang menunjukkan daya serap pasar yang sangat kuat dan terus bertumbuh," katanya.
Dengan jumlah penumpang yang telah mencapai rata-rata ribuan orang per bulan dan menunjukkan tren peningkatan konsisten, peluang untuk penambahan frekuensi penerbangan pada rute Jakarta sangat rasional secara bisnis.
Tingkat permintaan yang terus naik.menjadi sinyal bahwa pasar belum jenuh dan masih memiliki ruang ekspansi.
Lebih dari itu, kondisi ini membuka potensi pengembangan rute baru ke kota-kota besar lainnya.
Pertumbuhan yang terjadi bukan bersifat musiman, melainkan progresif dan berkelanjutan.
Artinya, basis penumpang sudah terbentuk dan terus berkembang.Bagi maskapai penerbangan Nasional, Singkawang kini bukan lagi pasar spekulatif, melainkan pasar yang sedang bertumbuh.
Momentum ini menjadi kesempatan strategis untuk mengambil posisi lebih awal dalam ekosistem transportasi udara yang sedang menguat di wilayah Kalimantan Barat.
Dengan tren yang terus menanjak dan dukungan pertumbuhan ekonomi daerah, Bandara Singkawang menghadirkan peluang nyata bagi ekspansi jaringan penerbangan.
"Kini, tinggal bagaimana para pelaku industri aviasi melihat potensi ini sebagai bagian dari strategi pertumbuhan mereka ke depan," ujarnya. (rud)