Kapuas Hulu post authorKiwi 06 April 2021 117

Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Limbah, Forkopimcam Sidak PT. Kayu Mukti Timber

Photo of Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Limbah, Forkopimcam Sidak PT. Kayu Mukti Timber

PUTUSSIBAU, SP - Menindaklanjuti dugaan pencemaran limbah pengolahan kayu yang dilaporkan oleh masyarakat, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Putussibau Selatan dan Kades Urang Unsa melakukan sidak ke PT. Kayu Mukti Timber, Selasa (6/4).

Kapolres AKBP Wedy Mahadi, melalui Kapolsek Putussibau Selatan, Ipda Cahya, menyampaikan, Sidak yang dilakukan oleh pihaknya dalam upaya menindaklanjuti aduan dari masyarakat terkait adanya dugaan limbah kayu olahan oleh PT. Kayu Mukti Timber yang mencemari daerah aliran sungai (Das) Kapuas.

"Kami berkewajiban memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), untuk itu kami datang untuk memastikan laporan masyarakat,"kata Dia.

Dikatakan Dia, jika laporan masyarakat tersebut di diamkan bisa menimbulkan permasalahan yang besar. Untuk itu, pihaknya tidak mau permasalahan yang ada membuat gaduh dan menggangu Harkamtibmas.

"Hasil dari Sidak tersebut kami melihat keadaan ril di lapangan dan mencarikan solusi,"sampainya.

Lanjut Kapolsek, terkait limbah kayu yang ada di areal pabrik tersebut jangan dibakar, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi Karhutla.

Sekcam Putussibau Selatan, Usman Husin, menegaskan bahwa peninjauan ini memang langkah mengamati aduan. Selain terkait limbah, terlihat juga Perusahaan punya manfaat dalam menyerap tenaga kerja.

"Kami sudah periksa terkait limbah kayu, ini perlu solusi agar bisa dilakukan secara baik tidak mencemari lingkungan," ujarnya.
Lokasi PT.KMT berasa di pesisir sungai yang rawan banjir, tentu perlu antisipasi, takut berdampak ke masyarakat.

"Kita tetap ingin perusahaan tetap berjalan namun limbah produksi juga banyak bertumpukan, semoga kedepan bisa dikelola dan jangan dibakar. Untuk itu, perlu dicarikan solusi yang tepat," sampainya.

Kades Urang Unsa, Tomas mengatakan pengecekan limbah oleh Forkopincam karena ada laporan dari warga Urang Unsa. Hasil tinjauan benar yang diadukan masyarakat.

"Aduan terkait limbah karena dekat sungai Kapuas dan khawatirnya dapat mencemari sungai," kata Dia.

Sementara itu, Manager PT. KMT, Handy Saputra, menjelaskan pihaknya adalah perusahaan veneer. Proses pengolahan kayunya sebatas bahan baku kemudian dipotong seukuran triplek, baru diolah jadi veneer. Ini murni diolah bahan kayu saja.

"Terkait sampah atau limbah kayu ini akan kita koordinasi ke desa. Perusahaan juga terimakasih masukan hari ini dan kami siap bekerjasama dengan baik," katanya. (sap)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda