Melawi post authorKiwi 03 Agustus 2025

Ribuan Penonton Meriahkan Penutupan Gawai Dayak Melawi

Photo of Ribuan Penonton Meriahkan Penutupan Gawai Dayak Melawi Ketua DPRD Melawi memukul gong yang menandai penutupan Gawai Dayak Melawi. Ist

Melawi,SP - Ribuan masyarakat memadai Stadion Raden Temenggung Setia Pahlawan, Sabtu (2/8) malam. Kepadatan arus lalu lintas dan orang terjadi dalam  penutupan Pekan Gawai Dayak XVII Melawi yang telah digelar sejak Kamis lalu.

Gawai Dayak ini ditutup secara resmi oleh Ketua DPRD Melawi, Hendegi Januardi Usfa Yursa, ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 18 kali.

Hendegi dalam sambutannya mengungkapkan gawai dayak merupakan upaya masyarakat untuk memperkuat identitas dan melestarikan budaya melalui warisan para leluhur.

Ia pun mengajak untuk bersama-sama menjaga tradisi, melestarikan budaya, dan membangun masa depan yang lebih maju, hingga menjaga kerukunan antar suku maupun agama. Menurutnya dengan perkembangan jaman, kebudayaan dapat punah bahkan tidak dikenal lagi, jika tidak berusaha untuk menjaga dan melestarikannya.

“Melestarikan budaya adalah upaya untuk menjaga, melindungi, dan meneruskan warisan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” katanya.

Sementtaa itu, Ketua Panitia PGD  XVII Melawi 2025, M. Yamin, menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan seperti pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha dan donatur hingga pengunjung.

Yamin mengatakan, sejak dibuka PGD hingga acara penutupan berlangsung tidak ditemukan hal-hal yang mengganggu ketertiban atau tidak ada kegaduhan.

“Selama PGD berlangsung, tidak ada masyarakat yang berurusan dengan hukum adat dan kantor polisi. Semua pengunjung menunjukkan apresiasi dengan baik,” kata Yamin.

Ketua DAD Melawi, Kluisen, menyampaikan sangat menyambut baik acara PGD ini dan panitia sudah melaksanakan tugasnya dengan maksimal, sehingga terlaksana dengan sukses.

“Kegiatan PGD tahun ini terlaksana dengan sukses, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan dan pihak-pihak lainnya yang berkontribusi,” ujar Kluisen.

Pada kesempatan itu, Kluisen berharap, pelaksanaan PGD ke- XVIII 2026 mendatang bisa dilaksanakan di Rumah Adat Dayak yang terletak di komplek Kantor Bupati Melawi, sambil menunggu penyelesaian penataan halaman.

“Mari tetap kita jaga kekompakan di daerah, saling menghargai sesama walaupun kita berbeda suku, golongan maupun agama. Saya mengapresiasi kepada masyarakat tidak terjadi kegaduhan seperti berkelahi dan mabuk selama PGD berlangsung,” katanya. (eko)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda