MELAWI,SP - Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Melawi dihentikan sementara operasionalnya. Langkah tersebut diambil karena ketiganya belum memenuhi standar dan sejumlah ketentuan yang dipersyaratkan, terutama terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Melawi, Paulus, dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi program MBG yang telah berjalan di berbagai kecamatan.
“Tiga SPPG tersebut saat ini dihentikan sementara operasionalnya. Kami masih memberikan waktu untuk melengkapi seluruh persyaratan pendukung yang menjadi kewajiban mereka,” ujarnya.
Paulus menyampaikan, dari total SPPG yang telah dibangun, terdapat tiga SPPG yang untuk sementara dihentikan operasionalnya karena menghadapi berbagai permasalahan. Satu SPPG diminta melakukan perbaikan menyeluruh, sedangkan dua lainnya dinilai belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Jika seluruh syarat telah dipenuhi, maka operasional dapat kembali dijalankan. Namun, apabila tidak dilaksanakan, maka akan diberikan sanksi hingga penutupan permanen,” ucapnya.
Paulus yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Melawi menyampaikan, saat ini telah terbangun sebanyak 28 SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Melawi. Keberadaan SPPG tersebut telah menjangkau sebanyak 27.668 peserta didik sebagai penerima manfaat Program MBG.
Selain itu, pelayanan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui juga telah dijalankan melalui enam SPPG yang secara khusus melayani kelompok penerima manfaat tersebut.
Paulus mengungkapkan, pihaknya juga telah memetakan titik pembangunan SPPG kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di 72 desa di Kabupaten Melawi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 desa telah memiliki investor dan mengantongi surat keputusan (SK) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Meski demikian, operasional SPPG 3T tersebut masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari BGN sebelum dapat dijalankan secara penuh.
“Satgas MBG Kabupaten Melawi akan terus melakukan pemantauan, monitoring, serta evaluasi secara berkelanjutan terhadap seluruh tahapan pelaksanaan program guna mencegah terjadinya berbagai kendala di lapangan,” katanya.
Ia juga menekankan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Melawi dalam menyukseskan Program MBG sebagai salah satu program prioritas nasional untuk mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas melalui sinergi serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Terkait pelaksanaan monitoring dan evaluasi, Paulus menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program di lapangan, termasuk memastikan fungsi kelembagaan Satgas berjalan optimal dalam mendukung Program MBG.
“Monitoring dan evaluasi ini penting untuk memastikan setiap pihak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya. (eko)