Mempawah post authorEliazer 05 Desember 2025

Eksportasi CPO Meningkat, Terminal Kijing Siapkan Pembangunan Dermaga Baru

Photo of Eksportasi CPO Meningkat, Terminal Kijing Siapkan Pembangunan Dermaga Baru Salah satu kapal pengangkut melakukan proses bongkar muat di Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, Jumat (4/12). Otoritas PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pontianak tengah mempersiapkan pembangunan dermaga baru seiring meningkatnya ekspor CPO di Kalbar.

MEMPAWAH, SP – Aktivitas di Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, terus menunjukkan perkembangan signifikan. PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pontianak mencatat peningkatan operasional pelabuhan setiap tahun dan menjadikannya pusat penting bagi ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya di Kalimantan Barat.

General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan bahwa Terminal Kijing saat ini telah beroperasi optimal, terutama untuk aktivitas ekspor kargo curah cair (liquid bulk) seperti CPO beserta produk turunannya.

Sejumlah negara seperti India, Pakistan, dan China menjadi tujuan utama pengiriman komoditas tersebut. Selain curah cair, Terminal Kijing juga telah melayani kargo curah kering (dry bulk) baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor, salah satunya komoditas alumina yang diproduksi PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan dikirim ke China.

“Terminal Kijing saat ini sudah berjalan dengan baik. Aktivitas ekspor komoditas curah cair dan curah kering seperti CPO serta produk turunannya dan alumina terus meningkat. Ini membuktikan bahwa Terminal Kijing memiliki peran strategis bagi ekspor Kalbar,” ujar Kalbar Yanto, Jumat (5/12/2025).

Dalam rangka mengantisipasi potensi lonjakan kargo CPO seiring segera beroperasinya dua perusahaan besar, yakni PT Pacific Bio Industry (PBI) dan PT Khatulistiwa Raya Cakrawala (Apical Group), Pelindo tengah merencanakan pembangunan dermaga baru yang diperuntukkan khusus untuk bongkar muat CPO.

Dermaga ini akan dibangun secara bertahap dengan panjang kurang lebih 500 meter. Fasilitas tambahan tersebut diharapkan mempercepat alur layanan serta meningkatkan kapasitas operasional.

“Saat ini terdapat empat dermaga di Terminal Kijing yang dikelompokkan berdasarkan jenis barang yang dilayani, yakni Dermaga Peti Kemas, Dermaga Multipurpose, Dermaga Curah Cair, dan Dermaga Curah Kering. Seiring potensi meningkatnya ekspor CPO ke luar negeri, Pelindo Regional 2 Pontianak akan kembali membangun dermaga,” ungkapnya.

Manager Komersial Pelindo Regional 2 Pontianak, Irwan, menegaskan bahwa peningkatan aktivitas ekspor CPO sepanjang tahun 2025 menjadi alasan utama perlunya pengembangan fasilitas pelabuhan.

“Data arus pelayanan barang hingga Oktober 2025 menunjukkan bahwa kargo CPO dan produk turunannya yang dilayani mencapai sekitar 1,2 juta ton. Sementara itu, untuk kargo curah kering seperti PKE dan alumina mengalami lonjakan luar biasa hingga 261% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa fasilitas tambahan seperti dermaga baru sangat diperlukan,” kata Irwan.

Ia menambahkan bahwa Pelindo berkomitmen terus meningkatkan layanan dan infrastruktur guna mendukung kelancaran ekspor komoditas unggulan Kalbar.

“Terminal Kijing saat ini berkembang menjadi pelabuhan penting dan berdampak pada perekonomian daerah, terutama PAD Kabupaten Mempawah melalui sektor ekspor. Dengan rencana pembangunan dermaga baru, diharapkan aktivitas bongkar muat kargo curah cair maupun curah kering dapat lebih maksimal,” pungkasnya. (jee)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda