Opini post author Kiwi 29 Juli 2026

Dari Asap Kebakaran Lahan hingga Antrean BBM: Ujian Kesabaran Masyarakat Kalimantan Barat

Photo of Dari Asap Kebakaran Lahan hingga Antrean BBM: Ujian Kesabaran Masyarakat Kalimantan Barat

Oleh: Mustafa MS / Pengamat Sosial dan Politik

MUSIM kemarau yang berlangsung cukup panjang kembali menjadi ujian bagi Kalimantan Barat. Di sejumlah wilayah, khususnya Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memunculkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Asap bahkan mulai memasuki kawasan permukiman sehingga menurunkan kualitas udara dan kenyamanan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, patut diberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di bawah kepemimpinan Bupati beserta seluruh jajaran yang bergerak cepat dalam melakukan penanganan kebakaran lahan.

Upaya serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak melalui Wali Kota dan seluruh perangkatnya yang bekerja tanpa mengenal waktu untuk mengendalikan titik-titik kebakaran.
Sinergi pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat akhirnya membuahkan hasil yang baik. Turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir turut membantu mempercepat proses pemadaman sehingga kondisi berangsur membaik.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada penanggulangan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama pada musim kemarau.

Kesadaran kolektif merupakan kunci utama untuk menjaga lingkungan sekaligus mencegah bencana kabut asap yang hampir setiap tahun menjadi ancaman bagi Kalimantan Barat.

Ketika ancaman kebakaran lahan mulai mereda, masyarakat kembali dihadapkan pada persoalan lain, yakni panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) di hampir seluruh SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Selama beberapa hari terakhir, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular sejak pagi hingga malam. Kondisi tersebut tidak hanya menyita waktu masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi, distribusi barang, dan pelayanan publik.

Di tengah keresahan masyarakat, kabar baik mulai muncul melalui berbagai informasi bahwa kapal pengangkut pasokan BBM untuk Kalimantan Barat telah bersandar di pelabuhan.

Informasi tersebut diharapkan menjadi pertanda bahwa distribusi BBM segera kembali normal sehingga antrean panjang di SPBU dapat terurai dalam waktu dekat.

Kebakaran hutan dan lahan serta kelangkaan BBM memberikan pelajaran bahwa ketahanan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kesiapan pemerintah, kelancaran sistem distribusi, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Semoga Kalimantan Barat segera terbebas dari kabut asap, distribusi BBM kembali normal, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Mari bersama-sama menjaga lingkungan, menggunakan sumber daya secara bijaksana, serta terus merawat Kalimantan Barat agar menjadi daerah yang aman, nyaman, dan semakin maju. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda