Pontianak -Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) provinsi Kalimantan Barat menggelar Konferensi II tahun 2026 di Hotel Harris Pontianak, Jumat 3/7/2026 malam.
Konferensi dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan , Ketua umum Gerdayak provinsi Kalbar , Krisantus Kurniawan yang juga Wabup Kalbar,Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar,Cornelius Kimha. Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Yakobus Kumis.Pengurus Gerdayak 14 Kabupaten kota Se-Kalimantan dan sejumlah organisasi masyarakat di Kalbar .
Acara pembukaan Konferensi II ,diawali dengan pemukulan alat musik tradisional Kangkuang , oleh gubernur Kalbar Ria Norsan dengan disaksikan para peserta dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi sebagai bukti tumbuhnya semangat generasi muda dalam membangun Kalimantan Barat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan konferensi ini. Terselenggaranya kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat membangun daerah terus tumbuh di hati generasi muda Kalimantan Barat,” ujar Norsan.
Menurutnya, kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“Tidak ada bangsa yang maju tanpa pemuda yang berkualitas. Tidak ada daerah yang mampu bersaing apabila generasi mudanya kehilangan semangat untuk belajar, berkarya, dan mengabdi. Di tangan pemuda yang cerdas dan memiliki kemampuan hebat, bangsa ini akan maju,” tegasnya.
Ia menegaskan, pembangunan kepemudaan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi kunci terwujudnya visi Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan. Karena itu, generasi muda harus terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat karakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjunjung tinggi integritas.
“Pemerintah dapat membuka jalan, menyediakan peluang, dan membangun ekosistem. Namun, pemudalah yang harus melangkah, mengambil kesempatan, dan menentukan seberapa tinggi mereka akan terbang,” katanya.
Norsan menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024, jumlah pemuda di Kalimantan Barat mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa. Dengan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebesar 56,21 yang terus menunjukkan tren positif, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperkuat pembangunan kepemudaan melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, kesempatan kerja, serta penguatan kepemimpinan dan partisipasi pemuda.
Untuk itu,Norsan mengajak seluruh pemuda Kalimantan Barat untuk terus berani berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Jangan takut bersaing, jangan ragu berinovasi, dan jangan pernah merasa kecil hanya karena berasal dari daerah. Buktikan bahwa pemuda Kalimantan Barat mampu berdiri sejajar dengan siapa pun melalui karya, prestasi, dan kontribusi nyata,” pesannya.
Gubernur berharap Konferensi Provinsi II GERDAYAK mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang membawa kemajuan bagi daerah.
“Mudah-mudahan dari Pemuda Dayak akan lahir kontribusi terbaik bagi kemajuan Kalimantan Barat dan Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Ketua Umum GERDAYAK Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan Konferensi Provinsi II merupakan momentum strategis untuk memperkuat regenerasi kepemimpinan pemuda Dayak.
“Lima tahun saya memimpin GERDAYAK Kalimantan Barat, puji syukur organisasi ini telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota. Ini menjadi modal penting bagi pemuda Dayak untuk terus mengambil peran dalam pembangunan daerah,” ungkap Krisantus.
Ia menegaskan bahwa di tengah arus modernisasi dan globalisasi, pemuda Dayak harus tetap menjaga jati diri budaya sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Saya mengajak seluruh peserta konferensi untuk terus meningkatkan kapasitas diri, membuka wawasan, dan berani mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial budaya,” ajaknya.
Melalui konfresi Gerdayak kali ini , tidak hanya sebagai wadah untuk berhimpun generasi Dayak, tetapi juga harus mampu memberikan masukan yang konstruktif dan holistik terhadap berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah.
"Saya secara pribadi sangat mengedepankan intelektualitas. Maka saya ingin Gerdaya diisi oleh pemuda-pemuda yang memiliki pendidikan, kapasitas akademis, kemampuan berpikir, serta kesiapan untuk berkarya bagi daerah, bangsa, dan negara," ujarnya
Ditempat yang sama,Ketua Panitia Konfresi II, Krisantus Heru Siswanto, menyampaikan Konferensi Provinsi ini merupakan forum tertinggi organisasi GERDAYAK di tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan sebagai amanat Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
" Forum ini menjadi sarana evaluasi kepengurusan, penyusunan program kerja organisasi, penyampaian laporan pertanggungjawaban, serta pemilihan kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya," terang nya.
Ia meyakini bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri Menurutnya diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
"Melalui KONFERPROV II ini, kami berharap lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan program kerja yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat peran pemuda Dayak sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal," harapnya.