Ponticity post author elgiants 18 Juli 2026

Herzaky Mundur dari Calon Ketua Demokrat Kalbar, Musda V DPD Partai Demokrat Kalbar

Photo of Herzaky Mundur dari Calon Ketua Demokrat Kalbar, Musda V DPD Partai Demokrat Kalbar

PONTIANAK, SP – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Barat (Kalbar) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V pada Jumat (17/7/2026) bertempat di Hotel Mercure, Kota Pontianak.

Agenda strategis lima tahunan ini menjadi momentum krusial bagi seluruh kader se-Kalbar untuk mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan program kerja, sekaligus menentukan nakhoda baru partai berlambang bintang mercy tersebut untuk periode 2026–2031.

Dalam perkembangan terbaru menjelang ketuk palu pemilihan ketua DPD, sang petahana, Ermin Elviani, hampir dipastikan akan kembali memimpin Demokrat Kalbar. Hal ini terjadi setelah dinamika politik internal mengerucutkan namanya sebagai calon tunggal yang mengantongi dukungan penuh dari para pemilik suara sah.

Perubahan konstelasi ini dipicu oleh mundurnya figur nasional, Herzaky Mahendra Putra, dari bursa pencalonan di menit-menit akhir. Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) sekaligus Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat tersebut mengungkapkan bahwa keputusan ini dia ambil demi mematuhi arahan langsung dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Herzaky pun berterima kasih atas dukungan dan aspirasi dari kader serta para pemilik suara di Kalbar yang menginginkan dirinya maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para kader di Kalbar yang menginginkan saya maju sebagai calon Ketua DPD. Namun, Mas Ketum AHY meminta saya tetap fokus di pusat. Tugas ini harus saya jalankan sebaik-baiknya untuk ikut membantu beliau di Kemenko Infrastruktur," ujar Herzaky melalui keterangan resmi Jumat (17/7/2026).

Herzaky menjelaskan, Menko AHY mendapatkan amanah dan tanggung jawab yang sangat besar dan luas dari Bapak Presiden untuk mengawal infrastruktur dan pembangunan kewilayahan di seluruh Indonesia. Sebagai Staf Khusus, Herzaky diberikan tanggung jawab untuk ikut mengawal pelaksanaan berbagai program strategis nasional tersebut.

Di antaranya adalah perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan daerah, perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi, proyek giant seawall, hingga peningkatan infrastruktur kereta di seluruh Indonesia, termasuk rencana kereta cepat Jawa dan Trans-Kalimantan.

Meskipun ruang lingkup tugasnya berada di level pusat untuk skala nasional, Herzaky menegaskan hal ini justru memberikan dampak positif yang nyata bagi daerah asalnya. Posisi di pusat ini memberikan ruang gerak yang lebih luas untuk membawa dan mengarahkan program-program strategis tersebut ke Kalbar.

"Membangun Kalbar, termasuk membesarkan Demokrat di Kalbar, tidak selalu harus berada di daerah. Berada di pusat justru membuat kita memiliki akses langsung untuk mengawal program-program nasional agar masuk ke Kalbar. Dengan begitu, perjuangan untuk kepentingan masyarakat Kalbar justru bisa lebih optimal dan berdampak lebih besar," jelasnya.

Selain membantu di kementerian, Herzaky menambahkan bahwa fokus di pusat juga sangat diperlukan karena tanggung jawab dan amanah penting yang ia pegang di internal partai sebagai Kepala Bakomstra sekaligus Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat.

Tugas ini menempatkannya sebagai motor komunikasi publik partai. Ia bertanggung jawab merancang narasi dan substansi, serta mengoordinasikan dan memonitor komunikasi agar selalu sejalan dan senapas dari tingkat pusat hingga ke 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

"Tugas ini penting untuk memastikan komunikasi publik Partai Demokrat selalu selaras dari atas ke bawah maupun sebaliknya. Keselarasan narasi dan substansi ini krusial agar pesan serta nilai perjuangan partai tersampaikan dengan utuh dan jelas kepada masyarakat," pungkas Herzaky.

Sebelumnya, Ketua DPD Demokrat Kalbar, Ermin Elviani mengungkapkan, jelang digelarnya Musda, ada perubahan peta calon kandidat yang akan bertarung dalam pemilihan Ketua Demokrat Kalbar. Dari tiga nama yang sempat mendaftar, hanya dua orang yang mengembalikan berkas pendaftaran.

“Yang daftar tiga orang, kembalikan berkas dua orang. Jadi yang bertarung dua orang saja awalnya,” ujar Ermin Elviani kepada Suara Pemred, Kamis (16/7/2026).

Namun salah satu kandidat kuat yang merupakan figur nasional, Herzaky Mahendra Putra, memutuskan mundur dari bursa pencalonan di menit-menit akhir. Sementara kandidat lainnya, Suryadman Gidot, dikabarkan tidak berhasil mengamankan syarat dukungan minimal organisasi.

“Pak Herzaky sempat mendaftar, tapi belakangan tak mengembalikan formulir pendaftaran. Adapun Pak Gidot kabarnya tidak memiliki dukungan. Semua dukungan berbalik ke saya. Tapi kita tunggulah kepastiannya, ketuk palunya kan besok,” ungkapnya.

Musda ke V DPD Demokrat Kalbar menjadi momentum penting bagi kader Demokrat se-Kalbar untuk mengevaluasi kerja organisasi, menyusun program strategis, serta memilih kepengurusan DPD periode mendatang.

Seluruh tahapan penjaringan bakal calon ketua telah dibuka sejak 3 Juni 2026 hingga 9 Juli 2026. Hingga jelang akhir pendaftaran, hanya Herzaky Mahendra Putra dan Suryadman Gidot yang sempat mengambil formulir, sebelum akhirnya peta dukungan berubah dan Ermin Elviani resmi mendaftarkan diri.

“Pak Herzaky tiba-tiba pada hari penutupan tidak mengembalikan berkas pendaftaran. Beliau kemudian meminta saya untuk maju dan memberikan dukungannya. Akhirnya saya mendaftar demi partai, dan hari ini dukungan dari pemilik suara full ke saya,” jelas Ermin.

Sesuai aturan partai, untuk menjadi calon ketua, setiap kandidat yang mendaftar wajib mengantongi dukungan minimal 20 persen dari total pemilik suara sah. Adapun pemilik suara sah terdiri dari 14 DPC kabupaten/kota, satu suara gabungan organisasi sayap, satu suara DPD, dan unsur DPP.

Adanya perubahan konstelasi politik yang membuat bursa pencalonan mengerucut ke satu nama tunggal, Ermin pun hampir dipastikan akan kembali terpilih memimpin partai berlambang bintang mercy tersebut.

Hingga berita ini dibuat pada Jumat (17/7/2026) malam, rangkaian agenda Musda V Partai Demokrat Kalbar yang diikuti oleh seluruh perwakilan DPC dari 14 kabupaten/kota di Kalbar masih berlangsung dan belum masuk pada agenda pemilihan ketua DPD.

Putusan Ketum

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan komitmen partai dalam menjaga jalannya proses demokrasi internal yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik politik uang (money politics). Hal tersebut disampaikannya di sela-sela pelaksanaan Musda V DPD Partai Demokrat Kalbar, Jumat (17/7/2026) malam.

Herman menjelaskan bahwa Musda merupakan bagian dari siklus demokrasi lima tahunan Partai Demokrat yang dilaksanakan di tingkat provinsi setelah selesainya penyelenggaraan kongres, yang nantinya akan diikuti oleh Musyawarah Cabang (Muscab) di tingkat kabupaten/kota.

??Dalam pelaksanaan Musda V Kalbar ini, Herman menggarisbawahi bahwa Partai Demokrat membuka ruang selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi. Ia juga memastikan bahwa seluruh tahapan penyaringan calon ketua DPD dilakukan melalui proses yang sangat ketat.

"Awalnya saya mendengar ada tiga calon untuk di Kalbar. Kami ada proses-proses yang disaring begitu ketat, proses-proses yang tidak mungkin terjadi money politics misalkan. Kami betul-betul ingin bahwa proses demokrasi di internal Partai Demokrat clear and clean. Semuanya didasarkan kepada tujuan dan aspirasi yang berkembang," ujar Herman.

Herman juga menerangkan alur penentuan Ketua DPD terpilih. Ia menegaskan bahwa hasil Musda di daerah tidak langsung menetapkan ketua terpilih secara final di lokasi acara. Berdasarkan aturan partai, nama calon yang muncul dari arena Musda V Kalbar akan dikirimkan ke DPP Partai Demokrat untuk diproses lebih lanjut.

“Keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin DPD Partai Demokrat Kalbar berada di tangan ketua umum, sesuai dengan otoritas yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai dinamika calon tunggal di Kalbar atau dalam ini mengarah kepada Ermin Elviani, Herman menjelaskan bagaimana DPP akan menyikapi kondisi tersebut.

?Selama ini katanya, jika sudah dihasilkan secara aklamasi, biasanya ketum (ketua umum) mengikuti hasil aklamasi tersebut. Namun, jika ada dua calon, itulah yang nanti akan didalami dan tentu akan dipilih yang terbaik oleh ketua umum.

“Bahwa jika pada akhirnya hanya ada satu calon tunggal yang diusulkan dari hasil Musda Kalbar ini, maka kemungkinan besar calon tersebutlah yang akan ditetapkan secara resmi oleh ketua umum untuk memimpin Demokrat Kalbar ke depan,” ujarnya.

?Melalui pelaksanaan Musda ini, Herman berharap kepemimpinan yang lahir nantinya dapat membawa partai berkontribusi lebih besar kepada masyarakat, serta mendongkrak perolehan suara dan kursi Partai Demokrat pada pemilu mendatang.

Kembali Berjaya

Terkait dengan mekanisme penentuan kepemimpinan daerah ini, sang petahana, Ermin Elviani yang hampir dipastikan akan kembali terpilih menyatakan bahwa saat ini seluruh kader tengah mengikuti alur organisasi yang berlaku.

?"Yang pasti pada saat ini kita nunggu proses dulu lah," ujar Ermin Elviani kepada awak media, Jumat (17/7/2026) malam.

Ermin Elviani juga menyatakan optimisme tingginya terhadap masa depan partai berlambang mercy tersebut di wilayah Kalbar.

Ermin menegaskan tekadnya untuk membawa Partai Demokrat kembali pada masa keemasannya di Kalbar. Momentum Musda V ini dipandangnya sebagai langkah krusial untuk memperkuat struktur internal partai dari tingkat atas hingga akar rumput.

?"Mengenai target-target ke depan, yang pasti saya berkeinginan Demokrat bisa kembali berjaya lagi di Kalbar ini. Itu inti poin pertama. Makanya dengan Musda ini, alhamdulillah kita makin solid di bawah untuk meraih kemenangan di 2029," tuturnya dengan penuh keyakinan.

??Ketika dimintai tanggapan mengenai kesiapan partai untuk merebut kursi di tingkat pusat (DPR RI) dari daerah pemilihan Kalbar, Ermin menjawab dengan sangat tegas.

?"Harus, harus, harus!" seru Ermin penuh semangat.

?Ermin pun menambahkan bahwa Partai Demokrat Kalbar memasang target yang realistis namun terukur untuk perolehan kursi DPR RI pada pemilu mendatang. Partai menargetkan keterwakilan di setiap daerah pemilihan yang ada di Kalbar.

?"Ya, tidak muluk-muluk lah. Satu di Dapil 1, satu di Dapil 2. Itu target kita," pungkasnya.

?Melalui konsolidasi yang matang dalam Musda kali ini, jajaran pengurus dan kader di Kalbar meyakini bahwa kesolidan yang terbangun akan menjadi modal utama untuk memenangkan hati masyarakat pada Pemilu 2029. (tim)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda