PONTIANAK, SP - Pemerintah Kota Pontianak mulai mendorong penerapan transaksi nontunai atau cashless dalam pembayaran retribusi di Pelabuhan Seng Hie.
Kebijakan tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyediakan sejumlah pilihan pembayaran, mulai dari e-money, kartu debit hingga QRIS. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak meningkatkan kemudahan sekaligus transparansi dalam layanan retribusi.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan penerapan pembayaran nontunai akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan perbankan, pemerintah, maupun pihak swasta.
“Kita memang ingin membiasakan warga kota dalam rangka peningkatan akses keuangan daerah, kita secara bertahap berkelanjutan pembayaran dengan cashless,” ujar Edi usai meninjau Pelabuhan Seng Hie, Jumat (18/9).
Menurut Edi, sistem nontunai juga diharapkan dapat mengurangi potensi praktik yang tidak diinginkan dalam proses pembayaran retribusi. Masyarakat nantinya memiliki beberapa pilihan transaksi yang sudah umum digunakan.
“Cashless ini kan sekarang mudah, bisa dengan e-money, dengan kartu debit misalnya, terus dengan QRIS,” katanya.
Penerapan sistem pembayaran tersebut berjalan beriringan dengan rencana penataan kawasan Pelabuhan Seng Hie. Pemkot Pontianak berencana melakukan pembenahan bangunan dan dermaga, termasuk menata aktivitas pedagang kaki lima (PKL).
Edi mengatakan Seng Hie memiliki fungsi sebagai pelabuhan pedalaman sekaligus pelabuhan antarpulau. Karena itu, penataan kawasan perlu dilakukan tanpa menghilangkan aktivitas yang selama ini berlangsung.
“Kita berharap nanti ada penataan ulang, merapikan, jadi tidak kumuh,” ujarnya.
Menurutnya, pembenahan Pelabuhan Seng Hie merupakan bagian dari penataan waterfront secara keseluruhan. Kawasan tersebut diharapkan tetap menjadi ruang aktivitas pelabuhan, namun juga dapat memberikan suasana yang lebih nyaman bagi warga dan pengunjung.
“Intinya ini bagian dari penataan waterfront secara keseluruhan, supaya yang beraktivitas, pengunjung, terutama warga kota bisa menikmati sungai dengan suasana Pelabuhan Seng Hie,” kata Edi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Rendrayani mengatakan penguatan layanan di Pelabuhan Seng Hie juga dilakukan melalui kegiatan yang melibatkan pengguna jasa secara langsung.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2026 melalui kolaborasi dengan RS Mitra Medika, Bank Kalbar dan asosiasi pengusaha di kawasan Seng Hie.
“Rangkaian kegiatan meliputi aksi bersih-bersih lingkungan, pemeriksaan kesehatan, pembukaan rekening tabungan serta makan bersama,” ujar Ririn, sapaan akrab Rendrayani.
Menurutnya, makan bersama tidak hanya menjadi kegiatan kebersamaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi para pengguna layanan Pelabuhan Seng Hie.
“Jadi kita sharing dalam rangka juga kita cari aspirasi dari pengguna layanan pelabuhan Seng Hie. Hari ini judulnya kebersamaan, dalam rangka juga kegiatan Hari Perhubungan Nasional,” katanya.
Pengguna layanan yang dilibatkan antara lain awak kapal, sopir, buruh panggul dan pengelola pelabuhan. Dinas Perhubungan menargetkan sekitar 300 pengguna layanan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
“Kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tanpa seremoni. Peninjauan Wali Kota menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus melihat langsung kondisi dan aktivitas pelayanan di Pelabuhan Seng Hie,” jelas Kadishub.
Perbaikan sistem retribusi dan penataan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak membangun pengelolaan Pelabuhan Seng Hie yang lebih tertib.
Penataan bangunan, dermaga, aktivitas PKL hingga sistem pembayaran dilakukan sejalan dengan fungsi Seng Hie sebagai salah satu kawasan transportasi dan perdagangan di tepian Sungai Kapuas. (din)