Potret post authorBob 04 Februari 2026

Dari Pelantikan ke Peradaban: Kakanwil Kemenag Kalbar Terima Buku, Isyaratkan Madrasah Tak Cukup Hanya Seremonial

Photo of Dari Pelantikan ke Peradaban: Kakanwil Kemenag Kalbar Terima Buku, Isyaratkan Madrasah Tak Cukup Hanya Seremonial
SAMBAS, SP - Usai melantik dan mengukuhkan Jabatan Fungsional Kepala Madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I, menerima sebuah buku karya Kepala Madrasah Dr. Ersan Sanusi, M.Pd berjudul “Manajemen Pengembangan Sistem Pendidikan Agama Islam di Madrasah”.
 
Penyerahan buku berlangsung di sela-sela kegiatan pelantikan, Selasa sore (3/2/2026), namun maknanya melampaui sekadar seremoni.
 
Buku tersebut seolah menjadi penanda bahwa madrasah tidak cukup hanya sibuk dengan pelantikan, spanduk, dan foto bersama. Ia harus berani naik kelas dari rutinitas administratif menuju tradisi intelektual.
 
Muhajirin Yanis tampak bangga menerima karya tersebut dan menyampaikan apresiasi tinggi atas keberanian seorang Kepala Madrasah menulis, berpikir, dan menyumbang gagasan bagi pengembangan pendidikan Islam.
 
“Ini bukti bahwa Kepala Madrasah tidak hanya pandai mengelola jam pelajaran, tetapi juga mampu mengelola gagasan. Madrasah membutuhkan lebih banyak pemimpin yang meninggalkan jejak pemikiran, bukan sekadar tanda tangan,” ujar Muhajirin dengan nada reflektif, disambut senyum hadirin.
 
Ia menegaskan bahwa budaya menulis dan berpikir sistematis harus tumbuh subur di madrasah, sebagaimana tanah Sambas yang dikenal subur.
 
Menurutnya, buku bukan sekadar kumpulan halaman, melainkan warisan pemikiran yang akan membimbing madrasah menghadapi tantangan zaman, mulai dari transformasi digital, penguatan moderasi beragama, hingga peningkatan mutu pendidikan agama Islam yang kontekstual dan relevan.
 
Muhajirin juga berpesan agar para Kepala Madrasah tidak cepat puas dengan jabatan baru.
 
“Jabatan itu sementara, karya itu abadi. Jika madrasah ingin maju, maka pemimpinnya harus rajin membaca, berani menulis, dan mau berubah,” pesannya, dalam satire halus yang menampar kesadaran tanpa melukai.
 
Penyerahan buku ini menjadi simbol bahwa madrasah masa depan dibangun bukan hanya dengan gedung dan kurikulum, tetapi juga dengan ide, inovasi, dan keberanian berpikir jauh ke depan.
 
Dari Sambas, pesan itu bergema: madrasah yang hebat lahir dari pemimpin yang mau belajar, menulis, dan berbagi kebaikan. (*)
Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda